
Seorang pria tersenyum menatap perut istrinya yang mulai membesar. Pria itu sesekali mengusap perut sang istri dan terkejut ketika merasakan pergerakan di dalam sana.
“Hai sayang, ini ayah.”
Sang istri terkekeh mendengar suaminya yang menyapa calon buah hati mereka.
“Kira-kira seperti apa dia nanti?” sang pria tak berhenti tersenyum membuat wanita disebelahnya mengelus surai kepala sang suami. “Menunggu tiga bulan lagi itu adalah waktu yang lama.”
“Sejak kapan kau berubah menjadi tak sabaran seperti ini?”
Ucapan dari mulut sang istri membuat Chanyeol terkekeh pelan. Pria itu malah menempelkan tubuhnya dengan maksud memeluk sang istri.
“Aku hanya tidak sabar.” Pria itu tersenyum melepas pelukan. “Apa kau sudah memikirkan sebuah nama untuknya?” tangannya mengelus perutnya yang sudah membuncit besar.
Hyesun menggeleng.
“Baiklah, aku sudah menemukan nama yang tepat untuknya.” Chanyeol berucap membuat istrinya tersenyum.
”Siapa namanya?”
“Karena kita akan memiliki seorang putri yang cantik, kita akan memberinya nama Rose.” Jelas Chanyeol. “Rose Park.”
Hyesun menatap suaminya lekat-lekat. “Rose?”
“Ya, aku yakin dia akan secantik bunga mawar.”
***
__ADS_1
Beberapa tahun kemudian....
Hyesun terlihat tenang menyirami tanaman di halaman asrama. Wanita itu mengurus kebun mawar milik ibu Suho. Meskipun telah menikah, keduanya memutuskan untuk tinggal di asrama dengan Chanyeol sebagai pengganti Angela -Kepala asrama-
Peraturan baru berlaku, pihak sekolah menghapuskan gelar murid kelas malam dan siang. Kini semuanya berbaur menjadi satu. Namun, terdapat beberapa peraturan khusus untuk siswa-siswi yang dulunya adalah murid kelas malam.
Selain itu para vampire kini perlahan-lahan mulai membaur dalam kehidupan manusia dan saling menghormati satu sama lain, walaupun ada beberapa vampire yang menolak dan tetap berpikiran jika manusia adalah sumber makanan.
Semuanya berubah meskipun keberadaan vampire hunter masih dapat ditemui beserta dewan petinggi. Saat ini
tugas vampire hunter sebagai pemburu para vampire yang memberontak. Mereka ditugaskan memburu vampire Level-E maupun vampire kelas atas yang tak menaati peraturan.
Tiba-tiba sepasang tangan merengkuhnya dari belakang. Hyesun hampir berteriak jika ia tak menyadarinya.
“Kenapa kau tiba-tiba menghilang?” Chanyeol berbisik.
Chanyeol tertawa setelah melepaskan pelukan dari pinggang sang istri. “Lihat, mukamu mudah sekali memerah.”
Hyesun memalingkan mukanya.
Chanyeol menyeringai. Ia senang menjahili istrinya. “Aku benar-benar merindukan mu saat kau berada dibawahku.”
“Dasar mesum.”
Chanyeol tersenyum jenaka . “Jika kita tak mesum, kita tak akan mendapat Rose.”
“Ehem!”
__ADS_1
Suara dehaman membuat keduanya terkejut. Di sana berdiri seorang pria bersama seorang gadis kecil yang mirip seperti Hyesun jika tidak memiliki mata biru seperti Chanyeol.
“Rose.” Hyesun segera menggendong putrinya yang berumur tiga tahun dan mengecupi seluruh pipinya. Sang putri hanya tertawa geli karena ulah ibunya.
“Sebaiknya kalian tak bermesraan di tempat umum.” Kata Taehyung.
Semenjak kelahiran Rose, pria itu sering mengunjungi asrama terutama Rose. Ia senang diberi tugas untuk bermain dengan kemenakannya.
“Aku tahu kau hanya iri.” Taehyung berdecih membuat Chanyeol menatapnya geli. “Terimakasih sudah mengantarkannya.”
Taehyung mengangguk. “Dia benar-benar keponakanku yang paling manis. Seandainya Baekhyun bertemu dengannya.”
Hyesun mengangguk, ia tersenyum membayangkan bagaimana jika Baekhyun bertemu dengan Rose. Apakah pria
itu akan bermain dengan putrinya atau mengganggu putrinya seperti yang Jungkook lakukan.
“Ibu, taringku sudah tumbuh!” Serunya pelan.
Chanyeol dan Hyesun sontak menoleh. Taehyung di sana hanya mengangguk.
Wajah Chanyeol terlihat sangat senang. “Jadi karena ini kau mengantarnya kemari?”
“Rossie sendiri yang memintanya.”
“Benarkah?” tanya Hyesun tak percaya. “Ibu mau melihatnya.”
Rose membuka mulutnya dan menunjukan taring kecilnya dengan rasa bangga.
__ADS_1
Chanyeol ikut melihatnya dan tersenyum lebar. “Aih, putriku sungguh menggemaskan.”