
Situasi genting saat ini membuat siapa saja tak dapat berpikiran dengan jernih. Ahreum menghela napas, seluruh murid night class tiba-tiba menghilang dan ia mencari-cari Sehun yang juga ikut menghilang.
"Sebaiknya kita berpencar, aku takut Sehun membunuh orang dengan sembarangan." Kata Heechul.
"Itu salah mu, karena kau menyerahkan pedang itu kepadanya." Kata Ahreum mulai meninggalkan Heechul.
Ya, setelah resmi menjadi murid night class. Heechul tiba-tiba datang ke asrama dengan membawa sebuah pedang.
Pedang peninggalan orang tua Sehun. Pedang itu selalu digunakan ayah Sehun ketika masih menjadi vampire hunter.
Sementara itu, Ahreum memasuki asrama night class yang sangat luas, ia tak juga menemukan seorang disana. Ia berinisiatif membuka kamar para murid night class satu persatu. Tidak peduli dengan tata krama yang ada, yang dibutuhkannya saat ini adalah bertemu dengan Sehun.
Ia sudah membuka pintu kamar kelima kalinya dan hasilnya tetap sama, tak ada siapapun disana. Selanjutnya ia membuka pintu keenam, ia menemukan kamar yang sangat elegant, terdapat foto Jin terpasang di dindingnya.
Kamar itu bercorak coklat dengan lilin yang berada di tiap sudutnya.
"Ah, jadi ini kamar murid ku yang pintar itu."
Merasa tak menemukan apapun, ia berbalik. Namun, langkahnya terhenti ketika ia menemukan sebuah dasi tergantung pada gantungan mantel.
Ia mendekati gantungan mantel itu dan menarik dasi berwarna hitam dengan corak bunga mawar. Jika ia tak salah, ia pernah memberikan dasi seperti ini pada seseorang sebelumnya.
Kris.
Ahreum pun membalik dasi itu dan terkejut, nama Kris tertera di balik dasi itu.
"Bagaimana bisa dasi itu berada dikamar Jin?"
Ahreum pun keluar dari kamar Jin dengan menggenggam dasi itu. Niat awal mencari Sehun terganti dengan niat mencari Jin.
Ia ingin tahu hal yang sebenarnya terjadi dari mulut Jin.
***
Hyesun lelah untukberteriak dan menangis, kini tubuhnya penuh dengan luka. Taeyeon sendiri hampir tak percaya, gadis itu masih bisa bertahan ketika Jin sudah memberinya banyak luka.
"Ck, kekuatan gadis ini benar-benar gila." Kata Taeyeon tak percaya. "Aku tak suka berlama-lama, lebih baik langsung pada intinya saja."
Jin menyeringai. "Selamat tidur, manis."
Hyesun memejamkan matanya, ia sudah tak berharap apa-apa lagi. Sebentar lagi ia akan menyusul ibunya.
"Aku-“
Brakkkk
Pintu itu melayang dan terlepas dari gagangnya, hampir saja Jin terkena lemparan pintu itu jika ia tak berhasil menghindar.
"Kau?" Tanya Chanyeol tak percaya.
"Ah, ini akan menjadi menarik." Kata Jin membuat Chanyeol menatap mereka dengan geram. Luka disekujur tubuh Hyesun membuat mata pria itu berubah menjadi hitam, kukunya yang memanjang siap untuk mencabik siapapun yang menyakiti matenya.
"Cha-Chanyeol." Rintihan Hyesun benar-benar membuat Chanyeol mengamuk.
__ADS_1
***
Beberapa murid night class mulai tumbang, mereka semua terluka parah. Entah apa yang membuat si kembar menjadi sangat kuat, mereka dulunya hanya seorang manusia yang bertransformasi menjadi vampire.
Kekuatan mereka mendekati sempurna seperti milik Taeyeon.
Kini hanya tersisa, Lay, Angela, dan Xiumin.
"Nona, tidak apa-apa?" Tanya Lay yang baru saja melihat Angela menghindar dari pedang milik William.
Gadis itu hanya mengangguk, ia sendiri tak tahu apa yang terjadi dengan mereka.
"Sebenarnya kalian ini apa?" Tanya Xiumin kesal.
"Kami manusia," Kata Hans. "sebelum berubah menjadi vampire."
"itu tidak mungkin."
"Tentu saja mungkin," Jawab Hans lagi. "Nona Taeyeon selalu menyuruh kami untuk meminum darahnya, agar kami bisa menjadi lebih kuat."
Hal itu membuat mereka terdiam, Taeyeon benar-benar mengerikan.
"Wanita itu benar-benar gila." Umpat Xiumin membuat si kembar tertawa.
Si kembar lagi-lagi mengayunkan pedangnya ke arah Angela dan berhasil ditangkis oleh Lay.
Mereka menargetkan Angela sebagai sasaran.
"Sayang sekali, Tuan Chanyeol dan Tuan Baekhyun tak ada." Kata William.
"Target kami berubah pada anda, Nona."
***
Masuknya mereka ke dalam asrama night class tak sengaja bertemu dengan Heechul. Pria dengan wajah yang terlihat panik itu, segera mempersiapkan beberapa alat yang akan digunakan untuk menjinakan para vampire.
Mereka tak tahu jika tiba-tiba puluhan vampire level E memasuki halaman. Beruntung beberapa guru telah diperintah untuk membuat seluruh murid day class bersembunyi. Para murid day class diperintahkan untuk bersembunyi di hall dengan seluruh pintu dan jendela yang terkunci rapat.
"Tu-tuan Heechul." Kata Hyemi. Gadis itu terkejut menatap vampire-vampire yang mulai memenuhi halaman depan asrama mereka.
"Apa yang terjadi?" kata Seunghwan.
"Tiba-tiba puluhan vampire level E memasuki halaman, sepertinya mereka vampire suruhan Taeyeon."
Senjata Heechul telah usai. "Hye, bisa aku meminta bantuanmu?" Tanya Heechul yang membuat gadis itu mengangguk.
"Tolong, cari Suho!" Pinta Heechul. "Pria itu nampaknya tidak tahu apa yang terjadi saat ini."
Mendengar perkataan Heechul, Hyemi segera pergi ke asrama day class mencari Suho. Hongbin dan Joongi semakin bingung ketika Seunghwan tiba-tiba melepas jasnya.
"Ah, kalian duluan saja. Aku ingin bermain-main dengan kepala sekolah." Ucapnya yang membuat Hongbin dan Joongi mengangguk.
"Jangan sampai terbunuh."
__ADS_1
Heechul menatap Seunghwan heran.
"Kau tak ingin memberiku senjata?" tanya Seunghwan yang membuat Heechul tersadar. Pria Kim itu melempar sebuah pedang perak kepada Seunghwan.
"Akhirnya, setelah sekian lama."
Kedua pria itu bersiap dengan menunggu puluhan vampire level E untuk mati. Di hari ulang tahun Hyesun, asrama menjadi medanpertarungan.
***
Luhan yang tak menemukan Kai, tiba-tiba terkejut ketika mendapati Suga dan Taehyung yang memapah Kai. "A-apa yang terjadi?"
"Ceritanya nanti saja, yang terpenting kita harus segera pergi dari sini."
Keempat pria itu baru saja keluar dari terowongan bawah tanah, dan terkejut melihat halaman menjadi arena pertarungan.
Luhan mendapati Heechul dan Seunghwan sedang bertarung. "Sebenarnya apa yang terjadi?"
Sahabat Ahreum itu tanpa pikir panjangsegera mengeluarkan senjata dari balik sakunya. Sebuah tongkat berukuran kecil ia tekan ujungnya hingga memanjang. Tongkat itu juga di aliri listrik yang dapat melenyapkan vampire.
Kai tertegun melihat pemandangan ini. "Ini adalah rencana dari Taeyeon dan Jin, aku tak sengaja mendengarnya tadi." Katanya.
Melihat kondisi Kai tak memungkinkan untuk bertarung, Luhan menyuruh ketiga siswanya mecari siswa lainnya. Ia segera berlari untuk membantu Heechul dan juga Seunghwan.
"Mati kalian!" Seru Luhan.
Mendengar teriakan itu membuat Seunghwan tertawa. "Kau benar-benar bersemangat, anak muda."
"Mungkin setelah ini aku akan turun jabatan." Ujar Heechul terlihat pasrah.
***
Chanyeol benar-benar murka, Hyesun sudah tidak sadar. Entah bagaimana caranya, Hyesun kini berada digenggaman Taeyeon.
"Apa yang kalian inginkan?" Seru Chanyeol menatap mereka murka.
Taeyeon menyeringai, sebenarnya keinginan gadis itu telah terpenuhi. Kekuatan penuh milik Hyesun telah berpindah ke tubuh Taeyeon. Hanya saja, Chanyeol masih belum menyadarinya.
"Kami hanya ingin kematianmu, Chan." Kata Jin dengan tersenyum.
"Bagaimana mungkin kau berkhianat?" Seru Chanyeol. Pria itu tak dapat menyembunyikan kemarahannya.
"Kalian saja yang asal menerimaku, bahkan kau tak tahu jika aku adalah sepupu dari Taeyeon." Jelasnya. Jin terkekeh melihat keterkejutan Chanyeol.
"Lihat, kau terkejut bukan?" Ejek Jin. "untung saja, aku telah membuat Kai tak sadar."
"Jadi, kau pelakunya?"
"Tentu saja, akting ku cukup bagus bukan? Kurasa setelah ini aku akan menjadi aktor saja." Jin tersenyum remeh.
"Lepaskan Hyesun!" Bentak Chanyeol.
"Kami akan melepaskannya, asal dengan satu syarat." Kata Jin.
__ADS_1
"Apa?"
"Serahkan nyawamu, dan kami akan mengembalikan gadis ini."