Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
Another Missing Person


__ADS_3

Tanpa mengambil pusing, mereka semua mencari Kai. Namun, Jungkook terlebih dahulu tersadar.  Pria itu membelokan arah dan memeriksa ruangan Taeyeon.


Tanpa perlu bersopan santu, Jungkook menendang pintu ruangan Taeyeon dan nihil. Ia hanya bisa menggeram marah, matanya berkilat merah.


Berbeda dengan Taehyung yang sudah terbawa amarah, ia berencana menemukan Kai. Mereka yakin, jika ini adalah satu rencana buruk Taeyeon.


***


Hyesun baru saja menyelesaikan ritual mandinya. Gadis itu segera berpakaian dan berpenampilan semenarik mungkin. Setelah bertemu dengan Taeyeon, ia berencana datang menemui Chanyeol di asrama night class seperti yang mereka janjikan sebelumnya.


Anehnya, kenapa Taeyeon mengajaknya bertemu di gudang milik asrama yang tak pernah terpakai. Gadis itu tersenyum, dan mengirajika Taeyeon memberinya kejutan.


Ya, benar-benar akan memberinya kejutan.


Beruntung Hyesun segera menemukan lokasi gudang tersebut, sebab asrama yang mereka tempati sungguh luas. Ia takut jika akan tersesat.


"Taeyeon." panggil Hyesun membuat wanita itu tersenyum.


Taeyeon datang dengan menggunakan gaun cantiknya. "Kau cantik sekali." Puji Hyesun yang membuat wanita itu tersenyum.


"Terimakasih, kau juga begitu."


"Kau berdandan secantik ini untuk datang ke pestaku?" Tanya Hyesun yang membuat Taeyeon tersenyum mengangguk.


"Ah, aku hampir saja lupa," Kata Taeyeon. "Ini, untukmu."


Taeyeon memberikan kotak kecil yang membuat Hyesun menerimanya. Kotak hitam dengan pita berwarna emas.


"Apa ini?"


"Buka saja."


Hyesun menuruti perkataan Taeyeon, ia membuka bingkisan kecil yang diberikan wanita itu dan terkejut mendapati isinya.


"Ini- cantik sekali." Puji Hyesun memegang kalung berliontin biru tersebut.


"Selamat ulang tahun, Hye."


'Dan selamat tinggal!'


"Terimakasih, aku benar-benar akan memakainya."


"Tentu saja, kau harus memakainya." Kata Taeyeon.


***


Sudah dua jam, Hyesun tak kembali kekamarnya. Setahunya, Hyesun akan berangkat bersama ke pesta ulang tahunnya nanti.


Minhee yang baru saja datang terdiam menatap Hyemi yang mulai panik.


"Bagaimana?" Tanya Minhee.


Hyemi tetap menggeleng membuat Minhee menatap ke luar jendela.


"Apa dia berangkat ke asrama night class duluan?" Tanya Minhee membuat Hyemi menaikan alisnya.


"Ah, gadis itu. bisa-bisanya membuat jantung ku copot. Jika dia tak sabar, seharusnya ia mengatakannya dulu kepada ku." Jelas Hyemi yang membuat Minhee menggeleng. "Baiklah, kita harus menyusulnya."


Sesampainya di asrama night class, semua terdiam menatap kedatangan Hyemi dan juga Minhee, baik Sehun maupun Taehyung terkesiap.


Begitu pula sebaliknya, Hyemi tak tahu sejak kapan Sehun mengenakan seragam night class.

__ADS_1


Namun, kedua gadis itu mengalihkan pandangannya dan menatap Chanyeol dengan bingung.


"Selamat datang." Sapa Angela membuat kedua gadis itu tersenyum. Chanyeol pun menghampiri mereka dan melihat kebelakang dua gadis itu tersebut.


"Kemana Hyesun?" Tanya Chanyeol membuat kedua gadis itu saling pandangdengan heran.


"Bukankah seharusnya Hyesun sudah berada disini sejak dua jam yang lalu?" Tanya Hyemi membuat seluruh murid night class terkejut.


Baekhyun yang sedari tadi duduk karena lelah mencari Kai tiba-tiba beranjak kembali menghampiri kedua gadis itu.


"Bisa kalian jelaskan?" Tanya Baekhyun terlihat panik.


Kedua gadis itu mengatakan bahwa Hyesun tak dapat ditemukan sejak dua jam lalu, seharusnya sesuai janji Hyesun akan berangkat bersama. Namun, mereka kira Hyesun berangkat telebih dahulu.


Sial!


Baru saja mereka mencari Kai dan sekarang mereka benar-benar berpencar mencari Hyesun. Pandangan Sehun tak sengaja bertemu dengan Hyemi yang membuat gadis itu mencekal pergelangan tangan Sehun.


"Kenapa kau tak mengatakannya kepadaku?" Tanya Hyemi.


Sehun hanya menatap Hyemi dengan pandangan sendu. Ia memegang tangan Hyemi.


"Percayalah kepadaku!" Kata Sehun," dan tunggu aku."


***


Sesuai rencana yang telah dibuat oleh Taeyeon, si kembar membuat Kai terkurung dalam sebuah ruangan tak jauh dari lokasi ia bertemu dengan Hyesun. Kai saat ini tak sadarkan diri dan mendapat banyak luka di sekujur tubuhnya.


Setelah memastikan tubuh Kai terikat dengan tali khusus, si kembar pergi meninggalkan ruangan tersebut dan berganti target. Si kembar memang kuat, maka dari itu Taeyeon menyuruh mereka untuk mengurus beberapa


murid night class yang akan menghalangi rencana mereka.


Sementara itu Hyesun usai memakai kalung yang diberikan oleh Taeyeon. Kalung cantik itu tiba-tiba menjadi


Aneh!


Ia berada di dalam gudang, seharusnya ia tak merasa panas.


"Tae, kenapa panas sekali?" Tanya Hyesun yang masih mengibas-ngibaskan tangannya.


Taeyeon tersenyum aneh. “Mungkin kalungnya beraksi.”


Hyesun memandang Taeyeon dengan aneh. Gadis itu berusaha melepas kalung yang ia kenakan. Namun, sebuah sengatan seperti aliran listrik membuat Hyesun mengurungkan niatnya.


“Tae, ada yang aneh.”


"Benarkah?" kata Taeyeon, "Baguslah, berarti kalung itu sedang bekerja."


"A-apa maksudmu?" Tanya Hyesun kebingungan.


Taeyeon menyeringai ketika Hyesun mulaimenjerit karena rasa panas yang terus menerus menyakiti lehernya. Gadis itu tak sanggup lagi berdiri dan berbuat apa-apa.


"Ke-kenapa kau membohongiku?"


"Karena itu bagian dari rencana sepupuku, Hye." sebuah suara muncul bersamaan dengan seorang pria yang membuat Hyesun tak percaya melihatnya.


"Ka-kau!"


"Benar, Hye." Sahut pria itu."Perkenalkan, namaku Kim Seokjin. Aku adalah sepupu dari Taeyeon."


Hyesun melebarkan matanya. Ia tak percaya, jika model terkenal seperti Jin adalah sepupu dari Taeyeon. Hyesun ketakutan, seharusnya ia menuruti perkataan Chanyeol.

__ADS_1


"Oh, lihatlah wajahmu itu, aku yakin Chanyeol akan tersiksa jika ia melihat matenya yang begitu kesakitan."


"A-apa yang kalian inginkan?"


"Kekuatanmu akan membuat Taeyeon abadi, dengan membunuhmu itu sudah cukup membantu kami," Kata Jin. "Jadi, bersedialah untuk mati, Hye."


Hyesun berteriak kesakitan ketika kalung itu semakin panas, semakin lama pertahanan Hyesun semakin melemah. Sebuah pancaran berwarna biru keluar dari tubuh Hyesun sedikit demi sedikit dan masuk ke dalam tubuh Taeyeon.


Jin yang melihat itu hanya tertawa.


Rencana mereka berhasil.


***


Baekhyun yakin jika semua hal yang terjadi adalah ulah Taeyeon, ia harus segera menemukan wanita itu dan membunuhnya sendiri.


Luhan berada di posisi yang membingungkan, iasegera menemui Heechul dan Ahreum yang baru saja akan mengunjungi asrama night class.


Penampilan Luhan yang begitu buruk, dua kancing atas terbuka, ia menggulung kemeja hingga siku, dan rambutnya yang berantakan membuat Ahreum dan Heechul saling pandang.


"Apa sebegitu mengerikannya pesta mereka?" Tanya Heechul membuat Luhan menggeleng.


"Kai dan Hyesun menghilang."


Empat kata itu cukup membuat tatapan Ahreum dan Heechul menajam, ia menatap Heechul yang menganggukan kepala. Ahreum segera memasuki asrama night class dengan terburu-buru.


***


Di halaman luar asrama, ketiga mobil mewah tak sengaja datang secara bersamaan. Park Seunghwan, Park Joongi dan Kim Hongbin datang dan saling menatap satu sama lain.


"Hai, besan." Kata Joongi mengejek penuh pada Hongbin, pria paruh baya itu hanya bisa menatap tajam ke arah vampire tua tersebut.


"Kau berbesan dengan musuh?" Tanya Seunghwan yang membuat Hongbin mengalihkan pandangannya, "Jadi karena kutukan konyol itu?"


Mendengar perkataan Seunghwan membuat Joongi menatapnya tak suka. "Jaga ucapanmu, manusia."


Ketiga pria paruh baya itu hanya saling menatap, mereka dulunya saling mengenal sebelum semuanya berantakan.


"Itu kenyataannya."


Kilatan amarah terpancar pada mata Joongi.


"Cukup!" Sela Hongbin, "Kalian bisa melakukannya di dalam nanti. Ingat, ini adalah pesta putriku."


"Calon putriku." sela Joongi.


***


Hyesun lagi-lagi berteriak, bahkan suaranya sudah hampir habis untuk berteriak.


"Sial!" Umpat Taeyeon, "Kenapa gadis ini belum mati juga."


"Sabar, dia memiliki banyak kekuatan dari ibu dan matenya." Jelas Jin.


"Tapi jika dia tak segera mati, prosesnya akan semakin lama." Kata Taeyeon membuat Jin mengangguk.


"Apa perlu kita membunuhnya sekarang juga?" Tanya Jin yang tersenyum layaknya orang sinting.


"Ka-kalian akan menyesal." kata Hyesun dengan suara yang melemah.


Jin lagi-lagi tertawa. "Manusia ini sungguh menghibur, bahkan menjelang kematiannya ia masih berani untuk mengancam."

__ADS_1


Pria itu mulai menyeringai, membuat Hyesun ketakutan dibuatnya. "Baiklah, mari kita bermain manis." Ujar Jin yang


mengeluarkan sebuah pisau.


__ADS_2