Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
Awaken Power


__ADS_3

Suho mengantar Hyemi untuk pergi menemui Sehun. Awalnya pria itu sedikit ragu, namun Hyemi tetap bersikeras untuk pergi. Tatapan gadis itu memperlihatkan ketulusan saat memohon pada Suho.


"Nanti kau masuk sendiri saja." Kata Suho sambil menyusuri lorong-lorongdiikuti oleh Hyemi dibelakangnya.


"Apakah Sehun baik-baik saja?" Tanya Hyemi. Terdengar nada khawatir yang membuat Suho tersenyum.


"Jangan khawatir, kau bisa memastikannya sendiri setelah bertemu dengannya." Jelas Suho.


Mereka berdua telah sampai diruangan yang telah Suho jelaskan sebelumnya. Hyemi terdiam ketika menatap sebuah pintu yang terbuat dari besi. Tanpa menunggu waktu lama, Suho segera memasukan kunci dan membuka pintunya.


"Kau masuklah, aku akan menunggumu dari sini." Seru Suho yang diangguki oleh Hyemi.


Ruangan yang begitu gelap dengan satu jendela tralis di ujung atasnya. Ia tak dapat melihat kecuali mendengar suara bergemerincing.


"Se-sehun?" Panggil Hyemi tak yakin.


Mendengar panggilan itu membuat suara yang ia dengar sebelumnya semakin terdengar. Ia dapat melihat Sehun yang tangan dan kakinya dirantai. Menatap Sehun dengan tatapan iba, pria itu sedang terduduk diatas ranjang.


"Sehun." Panggilnya sekali lagi.


"Hyemi, aku disini."


***


Angela terdiam dikursi kebesarannya, bahkan beberapa


kali mengabaikan ketukan pintu. Terlalu


banyak hal yang harus dipikirkan. Sangat!


Ketukan terakhir membuat lamunannya buyar, ia berdeham


sebelum menggumamkan kata masuk. Seseorang


pria bertubuh pendek


masuk, Angela menatapnya


heran. Pasalnya


tidak seperti biasa Baekhyun ingin menemuinya, apalagi diruangannya jika bukan karena


masalah yang serius.


"Ada apa, Baek?"


Baekhyun tersenyum, namun senyumannya menguratkan kesedihan. "Aku ingin mengatakan sesuatu."


"Apa?" Tanya Angelabingung.


"Aku ingin jujur tentang masa laluku." JawabanBaekhyun membuat Angela terdiam ditempatnya. Gadis berumur ratusan tahun itu hanya mengangguk dan mempersilahkan Baekhyun untuk duduk.


"Aku hanya tidak ingin kau berburuk sangka kepadaku."


Angela diam dan terus mendengarkan, gadis itu tak ada niatan untuk menyela ataupun menghardik penjelasan yang diberikan oleh Baekhyun. Sesekali Angela menghela napas lelah.


"Kau tidak marah kepadaku?" Tanya Baekhyun setelah menyelesaikan pengakuannya.


"Aku sudah tahu, Baek. Jauh sebelum kita masuk ke dalam asrama Tuan Heechul, aku sudah mengetahuinya." Jawaban Angela mendapat tatapan heran dari Baekhyun.

__ADS_1


Pria itu tak menyangka sama sekali."Tapi kenapa kau-"


"Terkejut?" Potong Angela yang spontan diangguki oleh Baekhyun. "Setidaknya keterkejutanku tak menyangka kau baru menceritakan hal ini kepadaku." Jelasnya.


Baekhyun tersenyum lega.


"Jangan khawatir, cepat atau lambat kita dapat membunuh Taeyeon." Jelas Angela yang membuat Baekhyun menatapnya bingung.


"Bagaimana caranya?"


"Sehun." Tatapan Angela berubah sendu. “Tapi apa kau yakin? Kau akan-“


“Aku yakin.” Potongnya mantap.


***


Keesokan harinya Hyesun terbangun sendirian dikamarnya. Ranjang Hyemi pun masih rapi tak tersentuh, menandakan bahwa gadis Park itu semalam tak kembali kekamarnya.


Tak memusingkannya, Hyesun segera membersihkan diri dan menganti pakaiannya. Ia berniat mencari Hyemi setelah membersihkan dirinya.


Nampaknya, ia terbangun terlalu pagi. Suasana dingin tak membuatnya kedinginan, mengingat sindrom bodoh yang akhirnya ia tahu apa itu. Menjadi setengah vampire tak membuatnya merasa kedinginan.


Setelah selesai membersihkan diri, Hyesun berniat mencari Hyemi diluar area asrama dan memilih taman sebagai tujuan utamanya. Taman mawar milik mendiang ibu Suho adalah taman yang selalu dirawat oleh kepala asrama


Kim. Bukannya menemukan seseorang yang dicarinya, Hyesun bertemu dengan Taehyung.


Pria yang selalu menatapnya dengan sinis itu sedang membelakanginya. Nampaknya ia tidak tahu jika Hyesun berada dibelakangnya.


Berusaha meninggalkan taman itu diam-diam. Namun-


"Berusaha kabur?" Tanya Taehyung yang masih membelakanginya. Pergerakan Hyesun terhenti ketika Taehyung mengeluarkan suaranya.


Walaupun Taehyun bertanya dengan ekspresi datar, Hyesun tetap merasa terintimidasi."Aku-"


"Sebaiknya kau bisa menjaga dirimu sendiri tanpa menyusahkan sepupuku." Jelasnya yang membuat Hyesun bingung. Ia bahkan tak mengerti, menyusahkan dalam hal apa?


Taehyung tersenyum sinis melihat Hyesun yang secara tak sadar mengamini ucapan pria itu. Tanpa babibu Taehyung menarik dan mencekal pergelangan tangan Hyesun. Cekalan Taehyung membuatnya mengernyit sakit. Taehyung memegangnya terlalu keras.


Tentu saja, setengah manusia dihadapkan dengan vampire darah murni sudah pasti akan kalah.


"Kumohon, le-lepaskan aku." Pintanya yang membuat Taehyung memandang remeh.


Taehyung semakin tertawa menatap Hyesun. "Kalau kau seperti ini, kau akan cepat mati."


Terdengar suara patahan pada bagian pergelangan Hyesun yang spontan membuat Hyesun berteriak.


Lokasi taman memang jauh, dan tak akan membuat para siswa day class terbangun. Namun, teriakan Hyesun cukup membuat para murid night class terbangun, terutama Chanyeol dan Baekhyun yang terkejut.


Baekhyun tanpa butuh waktu lama segera berlari ke kamar Chanyeol dan menemukan ranjang pria itu yang sudah kosong.


Hyesun masih merintih kesakitan. Dibelakang Hyesun dan Taehyung ada beberapa murid night class yang menatap mereka terkejut.


"Lagi-lagi berulah." Seru Jin yang membuat Suga terkejut.


"Apa maksudmu?"


"Lihat saja nanti! Sebentar lagi Chanyeol akan datang." Seru Kai.


Ya benar, setelahnya Chanyeol dan Baekhyun datang begitu pula dengan Angela.

__ADS_1


"Sialan! Apa yang kau lakukan pada mateku?" Bentak Chanyeol yang segera mendorong Taehyung. Pria itu terpental menatap tiang. Sementara Chanyeol segera memapah Hyesun. Mendengar suara Hyesun yang merintih


membuat Chanyeol menggeram marah.


Pria itu baru menyadari bahwa pergelangan tangan matenya baru saja patah.


Tanpa babibu, Chanyeol menghampiri Taehyung dan menghajarnya. Baekhyun dan Angela yang melihat keduanya segera turun tangan. Sementara Lay segera menghampiri Hyesun dan memeriksanya.


Lay yang berusaha melakukan healing kepada Hyesun tiba-tiba terkejut melihat kobaran api yang tiba-tiba muncul dipergelangan tangan Hyesun. Spontan keduanya terkejut.


"A-apa yang terjadi denganku?" Hyesun bertanya dengan perasaan takut, bahkan Lay pun ikut terkejut melihatnya.


"Kurasa kekuatan Chanyeol telah muncul pada dirimu." Jelasnya tak sadar.


Pandangan Hyesun yang tiba-tiba menggelap membuatnya tak sadarkan diri. Lay dan beberapa murid night class lainnya kebingungan. Tanpa menunggu lama Lay dan juga Xiumin memapahnya menuju ruang kesehatan tanpa


mempedulikan mereka yang masih melerai Taehyung dan juga Chanyeol.


Pukulan Chanyeol terhenti ketika Jhope berteriak dan mengatakan bahwa Hyesun pingsan.


"Awas kau! Aku belum selesai dengan mu." Ancam Chanyeol seraya pergi meninggalkan Taehyung.


Disana Taehyung masih bersama Angela dan Baekhyun. Semua murid night class mulai kembali ke ruangan mereka masing-masing berbeda dengan Suga yang tak memahami situasi apapun


"Sebenarnya ada apa?" Tanyanya yang membuat Rapmon menatapnya datar.


"Sepertinya kau harus membiasakan diri untuk melihat keluarga mereka saling membenci." Jelasnya santai.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan?" Bentak Baekhyun yang tak sadar. Angela memilih bungkammenatap Taehyung dan menunggu jawaban pria itu.


"Setidaknya aku perlu tahu sampai mana mate sepupuku bisa bertahan." Jawab Taehyung yang segera meninggalkantaman.


Angela menatap temannya ragu sementaraBaekhyun berdecak tak suka. Berniat menyusul Taehyung, Angela segera menghalangi Baekhyun. "Tujuan Taehyung ada benarnya walaupun caranya salah."


***


Heechul dan Suho mendapatkan kabar bahwa Taehyung menyakiti Hyesun,membuat keduanya segera pergi ke


ruang kesehatan. Setidaknya ia harus menjaga rahasia jangan sampai Hongbin mengetahui semua ini, karena Heechul yakin ia akan kehilangan kepalanya.


Heechul menatap Hyesun yang masih tak sadarkan diri. "Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Heechul begitu sampai diruang kesehatan.


"Ini semua ulah Taehyung." Jawab Xiumin.


"Apa Taehyung benar-benar melukainya?" Tanya Heechul.


Geraman marah terdengar dari Chanyeol. Pria itu bahkan mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Tadinya iya." Xiumin menjawab sekenanya.


"Apa maksud dari ucapanmu itu?" Tanya Suho yang tidak paham.


"Taehyung membuat pergelangan tangan Hyesun patah dan tiba-tiba Hyesun bisa menyembuhkan dirinya sendiri."


Penjelasan Lay membuat semua yang hadir diruang kesehatan terkejut termasuk Chanyeol yang baru saja mengetahuinya.


"Apa!”


"Sepertinya kekuatanmu sedikit demi sedikit telah memasuki tubuh matemu." Jelas Xiumin yang menyimpulkan keterkejutan Chanyeol.

__ADS_1


__ADS_2