Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
Clue


__ADS_3

Kedatangan Luhan sukses membuat para murid berteriak histeris, mereka seperti menemukan idol baru setelah kehilangan sosok Kris Wu disekolah. Ahreum yang menyadari hal tersebuthanya berdecak melihat murid-muridnya.


"Aku tidak tahu jika kau akan menjadi terkenal. Sejak kapan kau suka memiliki fans?" Sindirian Ahreum sukses membuat Luhan tertawa.


"Luhan sudah berubah."


Jawaban Luhan membuat Ahreum berdecih, ia tak menyangka pria yang menyandang gelar sebagai sahabatnya itu akan berubah semenjak tinggal di Inggris selama beberapa tahun.


"Dasar narsis." Ejek Ahreum.


Luhan baru beberapa hari bekerja terkejut ketika Heechul memanggilnya masuk ke dalam ruangan kepala asrama. Pria paruh baya itu menjelaskan semua yang terjadi di asrama, termasuk bagian Hyesun yang akan menikah dengan Chanyeol.


"Jadi mitos itu nyata?"


Heechul mengangguk sebagai jawaban. Lagipula, mengenai kutukan yang diberikan Joongi kepada mantan matenya menyebar diseluruh bagian underworld.


"Jangan bodoh, itu bukan mitos. Mungkin kau perlu bertemu dengan siswi itu." Kata Ahreum.


Luhan menggeleng. "Aku lebih tertarik dengan seseorang."


Heechul menggeleng tak setuju. "Jangan mulai! Kita masih belum mendapatkan bukti."


"Aku ingin mengajar day class dan night class." Seru Luhan.


Heechul dan Ahreum saling menatap satu sama lain. Keduanya merasa heran mengapa tiba-tiba Luhan mengajukan diri untuk mengajar dua kelas. Jadwal mereka begitu banyak.


"Sebenarnya aku ingin kau tahu jika Taeyeon juga berada disini, Lu." Kata Ahreum.


Mata Luhan melebar, ia menatap Ahreum dan Heechul tak percaya. "Bagaimana ia berada disini? Kenapa kau memperbolehkannya?" Seru Luhan panik.


"Apa kau tahu sesuatu, Lu?" Tanya Ahreum yang membuat Luhan terdiam.


Luhan berdeham dan sepertinya Ahreum akan mengintrogasinya dalam waktu yang lama.


Pria itu menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Ahreum. "Sebelumnya aku mendapat surat dari Kris dan isi suratnya ia meminta tolong padaku untuk mencari tahu sesuatu."


"Apa itu?"


"Hubungan Baekhyun dan Taeyeon."


Ucapan Luhan membuat Heechul dan Ahreum saling melirik.


***


Baekhyun menemui Chanyeol diruangannya. Pria itu menghela napas ketika Chanyeol lebih peduli kepada burung hantunya daripada keadaan asrama akhir-akhir ini.


"Daripada kau memerhatikan burung itu terus, lebih baik kau mengurus matemu yang baru saja bertemu dengan Taeyeon." Kata Baekhyun,Chanyeol menatapnya dengan serius. "Lebih baik kau memberitahunya daripada kejadian di masa lalu terulang kembali."


"Kejadian dimasa lalu adalah bukan murni dari kesalahanku." Seru Chanyeol yang segera berteleport ke kamar


Hyesun.


Ucapan Chanyeol sebenarnya membuat Baekhyun sedikit sakit hati, karena memang benar jika semua itu terjadi karena kesalahan Baekhyun.  Seandainya saja ia tidak mengenal Taeyeon, mereka tidak akan mengalami hal itu atau memang Taeyeon yang sengaja menargetkan mereka dari awal.


Beruntung Chanyeol berteleportasi disaat Hyesun sedang sendirian dikamarnya. Merasakankehadiran seseorang, membuatnya menoleh dan mendapati Chanyeol tengah berdiri diruang kamarnya.


"Kenapa tidak mengabariku? Kenapa berteleport? Bagaimana jika Hyemi-"


Ucapan Hyesun terputus ketika Chanyeol tiba-tiba memeluknya, pria itu tidak mengeluarkan sepatah katapun dan hanya memeluk Hyesun yang nampak kebingungan.


"Ada apa?"


Setelah melepaskan pelukannya, Chanyeol hanya memandang Hyesun dengan tajam. Manik mata Chanyeol berubah warna menandakan bahwa ia sedang marah.

__ADS_1


"Chan, ada apa?"


"Kau darimana?" Tanya Chanyeol tegas.


"A-aku baru bertemu dengan Hyemi dan-"


"Apakah kau bertemu dengan Taeyeon?"


Hyesun mengangguk, tak seperti biasanya Chanyeol terlihat panik. "Ada apa Chan?"


"Jawab pertanyaanku, Hye!" Bentak Chanyeol tanpa sadar. Hyesun yang terkejut hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Sebenarnya ada apa?" Tanya gadis itu kebingungan.


"Cukup jauhi Taeyeon, kau paham?" Seru Chanyeol bernada tegas. Selama ini Chanyeol tidak pernah melarangnya berdekatan dengan siapapun. Tapi, ada apa dengan Taeyeon?


***


Disudut perpustakaan, Ahreum berkutat dengan beberapa buku yang harus ia pelajari. Menjadi guru untuk vampire tidaklah mudah, mengingat ia mengajari para vampire untuk bertahan hidup. Dulu pekerjaannya adalah seorang vampire hunter, dan sekarang ia merangkap menjadi guru untuk vampire yang seharusnya ia basmi.


Mustahil?


Tidak, di jaman mereka.


Bahkan ia mengajari murid night class bertahan dari perak. Vampire dan werewolf memiliki kesamaan yaitu anti dengan benda-benda yang terbuat dari perak. Di jaman mereka, para vampire mencoba hidup berdampingan


dengan manusia yang mendominasi bumi.


Kemarin malam ia baru saja mengajarkan apa yang harus mereka lakukan ketika terkena perak dari seorang vampire hunter. Kebetulan sekali, Ahreum memberikan tugas yang sangat banyak.


Di salah satu sudut yang lain kedatangan seorang siswa baru membuat Ahreum mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.


Murid itu nampak kesulitan mencari buku yang Ahreum maksudkan dikelas. Ya, ia memberi tugas untuk mencari tahu silsilah vampire hunter. Sebenarnya bisa dibilang itu adalah sebagian dari bunuh diri karena mengungkap rahasia mereka kepada vampire.


Suga menyadari Ahreum yang terus menatapnya menjadi salah tingkah. Wanitaitu hanya menghela napas dan


memberinya salah satu buku miliknya.


"Apa ini?"


"Baca saja! Kau akan tahu. Sebaiknya kau segera belajar karena besok aku akan memberi tes pada kelas kalian." Jelasnya sebelum kembali ke meja.


Merasa diperhatikan, Suga merasa kagum pada guru yang lebih muda darinya. Setidaknya hanya saat ini ia begitu penasaran dengan gurunya.


***


"Bagaimana keadaanmu?"


Heechul kembali menjenguk Sehun. Namun, pria itu enggan menjawab dan mengalihkan pandangannya. Heechul meletakan segelas air dan satu butir pil darah dinakas sebelah Sehun. Setidaknya Sehun juga harus menjaga tubuhnya.


Sehun hanya melihat segelas air dan pil darah itu tanpa berniat menyentuhnya.


"Minumlah! Setidaknya, kau tidak akan lemah." Kata Heechul dengan nada memohon. Jika Kris masih ada mungkin iayang membantunya mengurus Sehun.


"Apa kau benar-benar tidak ingin hidup?" Tanya Heechul dengan tatapan terluka. Sehun tetap enggan untuk menatapnya. "Setidaknya pikirkan Suho dan gadis itu."


Heechul menyadari tatapan Sehun yang mulai melunak. "Buktikan jika kau bisa bertahan."


Sehun tiba-tiba mengambil pil darah itu dan memasukannya ke dalam gelas hingga air di dalamnya berubah menjadi warna merah.


"Hyemi mencarimu."


Kalimat Heechul membuat Sehun mengeratkan pegangannya pada gelas.

__ADS_1


***


Hyemi dan Minhee seharian berada di luar asrama. Kedua gadis itu sedang asyik membeli peralatan untuk kerja kelompok. Diantara keduanya kini sudah tak ada rahasia seperti Minhee yang menyimpan perasaan kepada  Taehyung begitu pula Hyemi yang terus memikirkan bagaimana nasib Sehun.


Hanya saja kedua gadis itu tak saling mengungkapkan siapa jati diri pria yang mereka sukai. Tak mungkin keduanya mengaku jika Sehun dan Taehyung adalah vampire.


"Aku tidak menyangka jika kisah cintamu serumit itu." Kata Hyemi. Ia tak menyangka jika Taehyung memiliki perasaan kepada Angela. Setahunya, Angela begitu akrab dengan Suho.


Minhee mengangguk. "Benar kan, bukan hanya kau, tapi aku juga."


"Apa kau tidak berniat untuk mengatakannya?" Tanya Hyemi yang membuat rona pipi Minhee memerah. "Ah, kau malu ya?" Ledek Hyemi.


"Aku tidak yakin untuk itu. Lalu, bagaimana denganmu?" Tanya Minhee mulai penasaran.


Hyemi memandangnya bingung. "A-aku tidak tahu."


"Aku yakin Sehun juga memiliki perasaan yang sama denganmu." Ujar Minhee dengan mantap.


"Kenapa kau seyakin itu?"


"Kenapa tidak?” Minhee bingung, “Lagipula melihat interaksi kalian selama ini membuatku yakin jika terjadi sesuatu diantara kalian."


"Aku tidak sampai disitu. Kami hanya seorang teman." Elak Hyemi dengan rona memerah.


"Semua orang dulunya juga seorang teman sebelum menjadi kekasih dan pasangansuami istri." Jelas Minhee dengan santai.


"Jangan meledekku!"


"Aku tidak meledekmu." Seru Minhee membela diri.


Namun, pandangan Minhee tertuju pada Suho yang nampak memilih-milih sesuatu. Ia tak tahu jika Suho akan belanja ditempat yang sama dengan mereka. Hyemi mengikuti arah pandang Minhee dan menemukan Suho berdiri di rak bagian minuman.


"Hi!" Sapa Hyemi yang membuat Suho terjengit disana.


"Kau mengagetkanku." Seru Suho kesal. “Bagaimana jika aku jantungan?”


Kedua gadis itu tertawa. "Aku tak tahu jika kau berbelanja disini.” Kata Minhee.


 Hyemi mengangguk, gadis itu mengedarkan pandangannya nampak mencari-cari sesuatu. Suho ataupun Minhee menyadari jika Hyemi sedang mencari-cari Sehun.


Suho kembali menatap Minhee. "Tentu saja belanja. Ayah menyuruhku untuk berbelanja ini dan itu." Jawabnya sambil menunjukandaftar belanjaan yang berada ditangannya.


"Bisa aku bertanya?" Tanya Hyemi yang membuat focus Suho teralihkan.


Melihat maksud Hyemi membuat Minhee merasa harus meninggalkan kedua orang itu. "Aku pergi ke rak sebelah ya? Aku ingin membeli camilan." Serunya yang diangguki oleh kedua temannya.


"Baiklah! Ada apa,Hye?"


Gadis itu nampak gusar dan membuat perasaan Suho tidak tenang. Mendengar gosip diseluruh asrama membuat ia yakin akan satu hal.


"Dimana Sehun?"


Dan Boom!


Dugaannya tepat!


***


Luhansedang menatap berkas-berkas milik Kris dengan harap menemukan bukti yang dapat mengungkap kematian sahabatnya. Menunggu dewan petinggi pun akan membutuhkan waktu yang sangat lama.


Kamar Kris kini menjadi acak-acakan seperti terkena badai. Namun, itu membuat Luhan bersemangat ketika menemukan sebuah surat yang membuat ia mencurigai siapa pengirim suratnya.


Inisial K menjadi salah satu list dalam pencarian Luhan.

__ADS_1


"Aku akan segera menemukannya."


__ADS_2