
Hyesun terdiam mendengar pertanyaan dari Hyemi, ia tak tahu harus menjawab apa. Bagaimanapun gadis itu telah mendengarnya.
"M-mungkin kau hanya salah dengar." Elak gadis itu membuat Hyemi menatapnya heran.
"Lalu untuk apa Chanyeol pergi ke kamar kita dan-" Ucapan Hyemi terputus ketika menatap Hyesun lekat-lekat. "Aku juga menatap seseorang yang mirip sekali dan Chanyeol sunbae, kurasa dia kerabatnya."
Hyesun benar-benar terdiam.
Apakah kali ini ia harus mengatakannya yang sejujurnya?
Bagaimanapun ia tak akan bisa menyembunyikan rahasia itu dari teman satu kamarnya.
"Hye, jika aku bercerita maukah kau berjanji untuk tak mengatakannya kepada siapapun?" Pinta Hyesun yang diangguki oleh Hyemi.
"Sebenarnya aku juga ada sesuatu yang ingin ku katakan kepada mu mengenai night class." Terang Hyemi.
***
Luhan mendatangi asrama night class, beberapa murid kelas malam hanya menatapnya heran. Terlebih guru baru itu tidak pernah menginjakan kakinya di kediaman mereka.
Jungkook menatap Luhan terkejut. Pria itu bahkan ikut menoleh saat Luhan mengedarkan pandangannya.
"Apakah Baekhyun ada?" Tanyanya yang membuat seluruh kelas malam terdiam.
Sebenarnya Baekhyun adalah murid kelas malam yang tak pernah berbuat ulah, pertanyaan Luhan seakan-akan membuat Baekhyun berada dalam masalah.
"Apakah Baekhyun hyung membuat masalah?" Tanya Jungkook yang membuat Luhan tersenyum.
Pria itu menggelengkan kepala. "Katakan kepadanya bahwa aku ingin bertemu dengannya."
Ya, secara garis besar, Luhan sedikit memahami masalah keluarga yang terjadi pada Baekhyun dan ketiga sepupunya.
Taeyeon adalah penyebabnya.
Luhan menunggu diruang tengah dan membuat beberapa murid kelas malam untuk undur diri. Bagaimanapun Luhan begitu dihormati berbeda dengan Ahreum yang ditakuti. Mengingat tingkah laku sahabatnya hanya membuat
Luhan berdecak.
"Apa anda mencari saya?" Seru Baekhyun yang sedang menuruni tangga.
Bukannya menjawab, tatapan Luhan berubah menjadi tajam. Pandangan yang tadinya melembut kini menatap tajam ke arah lawan bicara.
Baekhyun yang menyadari perubahan itu berusaha untuk tidak menunjukan raut keterkejutannya.
"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu."
"Perihal?"
"Kematian Kris dan Taeyeon."
Bagaikan disambar petir, Baekhyun yang mendengar jawaban Luhan hanya bisa terdiam.
"Sebenarnya aku sedang mencurigai beberapa anak kelas malam, Baek." Jelasnya memandang Baekhyun yang kini mulai duduk dihadapannya. "Tapi tak ada salahnya jika aku bertanya kepada mu terlebih dahulu." Imbuhnya.
"Kurasa pembicaraan penting membutuhkan privasi, lebih baik kita ke ruanganku saja. Aku tak ingin ada seseorang yang mendengar pembicaraan kita." Jelasnya yang membuat Luhan tersenyum.
***
Kedua gadis itu tak memilih untuk pergi tidur melainkan mereka duduk dengan tenang di posisinya masing-masing.
"Aku sebenarnya mengetahui sebuah rahasia dibalik kelas malam." Ujarnya yang membuat Hyesun mematung. "Tapi aku tak menyangka bahwa kau menerima ajakan pria itu untuk menikah." Lanjutnya.
__ADS_1
"Sebenarnya aku adalah salah satu dari mereka." Kata Hyesun membuka suara. Ia meringis melihat keterkejutan Hyemi. "Ku harap kau mendengarkan ku hingga selesai." tuturnya yang membuat Hyemi enggan berbicara.
Hyesun menceritakan segalanya kepada Hyemi termasuk syndrome dan kutukan itu, dan bagaimana ia harus berakhir menikah dengan Chanyeol. Gadis Park itu hanya terdiam menatap teman sekamarnya dengan iba. Ia tak menyangka jika Hyesun akan mengalaminya.
"Ku harap kau tak salah paham dengan ku." Ucapnya yang membuat Hyemi menggeleng.
"Aku juga mengetahui hal ini karena berhubungan dengan Sehun." Jelasnya Hyemi bergantian. "Sehun adalah seorang vampire." Jelasnya yang membuat Hyesun terdiam.
"Aku sudah tahu, Hye."
Lagi-lagi Hyemi yang tidak mengetahui apa-apa. "Kenapa kau tak memberitahuku?" Serunya.
"Percayalah bahkan aku terlambat menyadarinya." Jelasnya pelan.
"Bagaimanapun seluruh murid night class adalah vampire dan cepat atau lambat aku akan menjadi bagian dari mereka."
"Apakah itu menandakan bahwa Sehun akan sama sepertimu?" Tanya Hyemi yang diangguki Hyesun.
"Entahlah, aku tak tahu untuk itu." Gadis itu menatap Hyemi lekat-lekat. "Ada baiknya kau bertanya kepada Angela."
***
Baik Baekhyun maupun Luhan, keduanya masih saling terdiam. Ia hanya menatap Baekhyun yang sedang memasukan pil darah ke dalam gelas air disana. Pil darah itu adalah pil buatan Kris yang berguna untuk membantu para vampire agar dapat mengontrol rasa haus mereka.
"Aku kemari ingin bertanya kepada mu, Baek." Ujarnya yang membuat Baekhyun menatapnya. "Apakah kau masih berhubungan dengan Taeyeon?"
Pertanyaan itu sukses membuat Baekhyun tak sengaja memecahkan gelas yang berisikan darah buatan miliknya.
Baekhyun tak menyangka jika ada orang lain yang tahu selain murid night class lainnya. "Aku tahu kau terkejut, tapi tolong jawab pertanyaan itu." Pinta Luhan dengan nada memohon.
Baekhyun berdeham. "Aku memang berhubungan dengannya." Ucap Baekhyun menatap Luhan dengan sendu. "Tapi itu dulu, jauh sebelum dia-"
Ucapan Baekhyun terpotong, vampire itu tak dapat melanjutkan kalimatnya. Luhan tahu jika Baekhyun rapuh mengenai hal ini.
Bukan jawaban yang Luhan dapat melainkan tatapan sendu yang pria itu terima.
Sial!
Baekhyun sudah memberikannya kepada Taeyeon.
"Kau tahu kenapa aku melakukan ini semua?" Tanya Luhan yang ditatap bingung oleh Baekhyun. "Sebelum kematian Kris, pria itu mengirimiku sebuah surat untuk mencari informasi tentang hubungan mu dengan Taeyeon. Nampaknya pria bodoh itu ingin membantumu."
"Apa?!"
"Ya, bagaimanapun ia adalah seorang guru yang selalu memikirkan murid-muridnya." Kata Luhan menerawang. "Termasuk Kris yang mencari cara supaya dapat menghapus kesetiaanmu kepada Taeyeon." Jelasnya.
Baekhyun menatapnya tak percaya. Pria itu mengepalkan tangannya, berusaha menahan marah yang meletup-letup. Baekhyun marah pada dirinya sendiri yang begitu bodoh di masa lalu.
"Kau rasa kau tahu maksud dari ucapan ku, Baek." Tutur Luhan. "Karena kesetiaanmu itulah yang membuat Kris menunda untuk membunuh Taeyeon."
"Kurasa tak ada satu orang pun yang tahu jika kau memberikan kesetiaanmu saat masih berhubungan dengan wanita itu."
"Kalian tak perlu mengkhawatirkan ku, aku akan menghilang bersama dengan kesetiaanku." Jelasnya yang membuat Luhan berdecih.
"Jika Taeyeon mati, kau juga akan mati. Kau bersedia akan hal itu?" Tanyanya yang membuat Baekhyun mengangguk mantap.
"Baek, bisa kau bantu aku?"
***
Keesokan paginya, tepatnya sehari sebelum ulang tahunnya. Hyesun berencana untuk menenangkan pikirannya. Sudah banyak peristiwa yang terjadi dan itu begitu mengganggu pikirannya. Setelah ulang tahunnya besok, ia akan resmi menjadi murid night class dan menikah dengan Park Chanyeol.
__ADS_1
Melihat Hyesun yang sendirian di taman belakang membuatnya bersemangat menghampiri gadis itu. Taeyeon datang dan menyapa Hyesun.
Gadis itu sedikit terkejut dan teringat ucapan Chanyeol. Tapi, ia sendiri masih penasaran apa yang membuat Chanyeol melarangnya.
"Apa yang kau lakukan disini, Hye?" Tanyanya bersikap ramah.
Gadis itu menghela napas sejenak dan ia menceritakan semuanya begitu saja, Taeyeon hanya menyeringai. "Apa kau mempercayainya?" Tanya Taeyeon.
"Siapa?"
"Mate mu." Jawab Taeyeon.
"Kau bukanlah orang jahat, Tae. Aku yakin itu."
Taeyeon menyeringai. 'Kau salah karena mempercayaiku.'
"Ku dengar besok adalah acara ulang tahun mu di asrama night class." Kata Taeyeon. "Aku begitu buruk jika tak memberikan apapun kepada mu." Imbuhnya yang membuat Hyesun tersenyum.
"Tak perlu, kau hanya perlu datang dan menikmati acaranya. Itu sudah cukup untuk ku." Jelas Hyesun.
Taeyeon menggeleng. "Tetap tidak bisa, temui aku jam enam sore di taman belakang. Aku akan memberikan sesuatu kepadamu." Jelasnya.
Hyesun tersenyum canggung, iamau tidak mau ikut tersenyum. Bagaimanapun Taeyeon bukanlah orang jahat, jadi
ia tak perlu menjauhi gadis ini.
***
Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, Baekhyun mau membantu Luhan asalkan, pria bermarga Lu itu merahasiakan tentang kesetiaannya. Kali ini kehadiran Luhan di asrama night class membuat seluruh murid
menatapnya dengan heran, termasuk Angela dan Taeyeon.
"Apa yang ia lakukan?" Tanya Jin kepada Baekhyun.
Pria itu menggeleng. "Entahlah, aku sendiri tak tahu." Jawab Baekhyun dengan santai.
"Tapi bukankah kemarin ia menghampirimu." Sela Jhope yang membuat Jin menatapnya heran.
"Apa kau terkena masalah?" Tanya Jin yang membuat Baekhyun menggelenglagi.
"Bukan, kemarin ia menghampiri ku karena ulah Suga. Bukan begitu?" Tanya Baekhyun yang diangguki oleh Suga.
"Ia ketahuan masuk ke dalam perpustaan milik para guru." Kata Baekhyun.
"Lagi-lagi kau berbuat ulah." Ucap Jin.
Suga mengangkat bahunya tak peduli. Namun percakapan mereka terhenti ketika Luhan memilih berbicara dengan Kai secara serius. Bahkan, Angela memperbolehkan keduanya untuk menggunakan ruangannya.
"Ada apa sebenarnya?" Jhope menatap Kai curiga.
"Entahlah, akhir-akhir ini asrama terlalu banyak masalah. Sebaiknya kita membantu Chanyeol mendekorasi ruangan ini." Jawab Jin. Pria itu bahkan terlihat bersemangat.
***
Seperti biasa Minhee selalu mengerjakan tugasnya sendirian, ia tak memperbolehkan orang lain untuk membantunya karena bagaimanapun ia adalah ketua kelas. Hyemi dan Hyesun tengah berpamitan kembali ke asrama setelah sedikit memberi bantuan.
"Apa kau yakin?" Seru Hyemi yang diangguki Minhee.
"Baiklah, kami permisi dulu."
Sepeninggal keduanya, Minhee kembali mengoreksi ulang absensi kelasnya. Suara langkah kaki membuat Minhee tak terganggu.
__ADS_1
"Ada apa yang tertinggal?" Tanya Minhee yang masih menatap daftar absensinya, membuat pria yang melangkah masuk itu terdiam. Oh, Minhee kira suara itu berasal dari Hyemi atau Hyesun yang barangnya tertinggal.
"Sebenarnya tak ada yang tertinggal, aku hanya ingin berbicara dengan mu." Seru seorang pria membuat Minhee menjatuhkan penanya.