
Kedua pria itu cukup terkejut melihat kedatangan Ayah Chanyeol yang begitu tiba-tiba. Selain itu Park Joongi hanya berdiri di depan pintu sambil tersenyum tanpa arti.
"Ya!" Jawab Heechul sinis. "Karena ulah mu juga semuanya menjadi berantakan." Jelasnya. Seketika tatapan Joongi beralih kepada Suho. Pria itu tersenyum simpul.
"Nampaknya sudah lama sekali aku tidak menginjakan kaki di asramamu, sampai aku baru menyadari jika putramu sudah besar." Ucap Joongi memandang Suho. "Bisakah kau tinggalkan kami sebentar?"
Ucapan Joongi bernada perintah. Tidak menunggu waktu lama, setelah Suho menatap ayahnya yang mengangguk, pria itu meninggalkan ruangan kepala asrama.
"Jadi apa yang membuatmu datang secepatnya ini?" Tanya Heechul bingung.
"Bertemu kawan lama. Kim Hongbin."
Heechul berdecih. “Ia bahkan tak mau kau anggap sebagai kawan.”
***
Rasa kekhawatiran Chanyeol kepada matenya telah berhenti. Ia hanya tersenyum menatap matenya yang terlelap diatas ranjangnya. "Baiklah, aku kembali dulu." Pria itu mencium kening gadisnya sebelum pergi meninggalkan asrama Hyesun dengan cara melewati jendela.
Mungkin setelah ini, kekuatan dalam diri Hyesun muncul sedikit demi sedikit dan pria itu yakin jika matenya harus belajar mengontrol kekuatannya.
Kembalinya ia ke asrama bulan, membuat beberapa pasang mata terdiam. "Ada apa ini?" Tanya Chanyeol yang
mencurigai keheningan asrama malam. "Apa ada masalah lagi?" Tanyanya pada Angela.
Angela mendongak, ia menggeleng dan tersenyum. "Jangan khawatir, kau hanya perlu mengkhawatirkan Hyesun. Ah ya, ada yang ingin bertemu denganmu."
Setelah ucapan Angela berhenti, seorang pria paruh baya keluar dan Chanyeol cukup terkejutmenatap kehadirannya.
Ya, ia terkejut melihat kedatangan ayahnya yang tiba-tiba. Apalagi Baekhyun, Taehyung dan Jungkook. Mereka bertiga baru saja mendapat celaan dari Ayah Chanyeol karena hubungan keluarga mereka yang tidak harmonis.
Seluruh klan pun juga tahu jika keluarga mereka sendiri memiliki perpecahan yang tidak bisa dihindari.
"Bagaimana kabarmu,nak?"
***
Kesekian kalinya ia masih mematung mendengarkan alunan tuts piano yang wanita itu mainkan. Ya, Suga masih melihat Ahreum memainkan piano.
__ADS_1
Dan untuk kesekian kalinya Ahreum menghentikan permainan pianonya karena merasa risih dengan tatapan seseorang yang ia tak tahu siapa itu.
"Apa kau tidak memiliki sopan santun untuk mengucapkan salam?" Tanya Ahreum yang masih duduk tegap menatap tuts pianonya. "Jika ingin melihat seharusnya kau masuk bukan malah mengintip seseorang seperti itu."
Ahreum membalikan tubuhnya membuat Sugaterkejut.
"Aku hanya melihat bukan mengintip." Sahutnya tak terima.
"Masih bagus aku tidak meneriaki mu sebagai tukang intip." Kata Ahreum yang terdengar santai. Sebenarnya ia sedikit terkejut melihat pria yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Dilihat dari pakaiannya, pria yang sekarang berdiri dihadapannya ada murid night class.
Wanita itu akhirnya berdiri sebelum ia menyelesaikan permainannya. "Apakah kau murid baru?"
"Apakah kau juga murid disini?" Tanya Suga yang membuat Ahreum menahan senyumannya.
"Ya." Bohongnya pada Suga.
"Pasti kau murid day class, karena aku tidak pernah melihatmu disini." Katanya pelan, "Perkenalkan, aku Min Yoongi tapi mereka memanggilku Suga."
Ahreum hanya tersenyum melihat muridnya yang begitu percaya diri. Dengan perasaan ingin menjahilinya, Ahreum membalas jabatan tangan Suga dan tersenyum. "Ahreum."
"Baiklah, aku harus kembali dulu. Sampai jumpa." Ucap Ahreum yang meninggalkan ruang musik.
Dan entah, apakah setelah ini Suga masih berani menampilkan wajahnya dihadapan wanitaitu atau malah berpura-pura tidak tahu.
***
Keesokan harinya sebuah mercedes benz hitam berhenti tidak jauh dari halaman asrama Lot Empire High School. Seorang pria paruh baya baru saja melangkahkan kakinya ke dalam area asrama. Gedung-gedung masih terlihat sama seperti sebelumnya, tidak ada perbedaan setelah 17 tahun terakhir ia pergi ke tempat itu.
"Tuan Kim, apa perlu saya antar ke dalam. Saya bisa menunjukan dimana letak kamar nona Hyesun." Ucap Tuan Lee -sopir pribadi- membungkuk.
"Tidak perlu Tuan Lee, saya lebih suka memberi kejutan terlebih dahulu." Katanyatersenyum ramah.
Ya, Kim Hongbin -ayah Hyesun- datang menemui undangan yang diberikan oleh Heechul sebelumnya. Dimana undangan itu mengatakan bahwa ini adalah permintaan Park Joongi -ayah Chanyeol-
Tanpa bertanya pun, pria Kim itu segera melangkahkan kakinya menuju ruangan milik Heechul, ia tentu
masih mengingat dengan jelas apa yang terjadi dengan asrama ini sebelumnya.
__ADS_1
Hongbin segera melangkah dan membuka pintu ruang Heechul tanpa mengetuknya terlebih dahulu. "Maafkan
ketidak sopananku." Kata Hongbin dengan datar. Pria paruh baya itu hanya malas menatap pria yang berbincang dengan Heechul saat ini.
Sebenarnya di ruangan Heechul ada Suho, Chanyeol dan ayahnya. Tapi, focus Hongbin tertuju pada pria yang membuat kutukan kepada mendiang istrinya.
"Kukira kau tidak akan datang." Sahut Joongi datar. Bisa mereka lihat tatapan tidak bersahabat antara Hongbin dan Joongi disana.
"Jika kalian masih tidak terima dengan kejadian beberapa belas tahun yang lalu silahkan keluar! Aku tidak ingin ruangan ku hancur karena ulah kalian berdua." Jelas Heechul yang berusaha mengantisipasi musibah. "Jadi, bisa kita mulai?" Tanya Heechuldengan tatapan memohon.
Baik Joongi maupun Hongbin memilih untuk duduk dikursi berlengan.
Heechul hanya tidakingin seorang vampire level A seperti ayah Chanyeol harus bertarung dengan vampire hunter seperti ayah Hyesun. Bukankah mereka calon besan yang cukup akur?
Perubahan suasana begitu terasa apalagi melihat Joongi dan Hongbin yang saling tatap berbeda dengan Chanyeol yang terlihat santai. Chanyeol terlihat tidak sabar untuk menikah dengan matenya.
Heechul berdeham sebelummemulai pembicaraan ini. "Seperti yang sudah kujelaskan sebelumnya, kita harus segera menikahkan Chanyeol dan juga Hyesun." Sahut Heechul membuat Hongbin menatapnya sinis.
"Yang benar saja, aku menikahkan putriku dengan pedator semacam mereka." Tanya Hongbin yang membuat
Joongi menatapnya nyalang.
Perkataan Hongbin membuat Joongi menatapnya kesal. “Kau tak bisa menolaknya." Sahut Joongi tersenyum sinis.
"Kau benar, aku memang tidak bisa menolaknya karena kutukan sialan yang kau berikan kepada anakku." Sahut Hongbin tidak terima.
"Bahkan seharusnya anakmu adalah anakku." Jawaban Joongi cukup membuat Suho dan Heechul terkejut. Ya, memang diantara mereka semua tidak ada yang tahu rahasia itu selain yang bersangkutan.
***
Berbeda dengan suasana yang panas diruangan milik Heechul, Hyesun hanya berjalan tanpa arah. Gadis itu sendiri terlampau bosan dan sedikit curiga dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada guru Wu. Namun, dia lebih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Ya, Hyesun sudah meminum darah Chanyeol.
Ia sendiri masih bisa mengingatnya bagaimana dirinyameneguk darah. Seharusnya saat itu ia bisa mengontrol dirinya untuk tidak meminum darah Chanyeol. "Aku tidak ada bedanya dengan monster." Ucap Hyesun lirih.
"Tidak, kau tidak sama dengan mereka." Ucapan wanita itu membuat Hyesun berhenti. "Ah maafkan aku, tidak sopan jika belum memperkenalkan diri."
Wanita itu tersenyum. "Nama ku Kim Taeyeon."
__ADS_1