
Taehyung terengah-engah menatap musuhnya. Ia tak menyangka membunuh Hans akan lebih sulit daripada membunuh William.
William telah mati karena pedang milik pamannya.
Angela terluka pada bagian perut dan pahanya. Hans mengolesi pedangnya dengan perak yang membuat regenarasi penyembuhan pada tubuh Angela melambat.
"Nona." Seru Taehyung membuat Angela menggeleng.
"Aku tak apa-apa, Tae."
Taehyung terus berusaha menyerang Hans, pria itu terbawa emosi menatap Hans yang meremehkan dirinya.
Sreet
Hans berhasil melukai lengan Taehyung. Luka dengan sobekan yang menganga membuat darah Taehyung mengalir. Ia sedikit limbung.
"Haha, kalian benar-benar lemah," Kata Hans. "Ucapkan selamat tinggal pada dunia, kalian harus membayar kematian William."
Hans mengacungkan pedangnya pada Taehyung, tinggal sedikit lagi Taehyung akan mati ditangan vampire bawahan itu.
Dor
Dor
Peluru itu menembus kepala Hans dan membuatnya limbung seketika. Ahreum yang baru tiba membuat Joongi dan Angela lega.
Mereka tahu jika Hans dapat dipastikan tewas. Ahreum terkenal dengan bidikannya yang jitu.
"Taehyung, cepat tolong Chanyeol dan matenya. Taeyeon dan Jin melakukan sesuatu di ruang bawah tanah." SeruAngela.
Tanpa ambil pusing pria itu segera berlarimenuju ke ruang bawah tanah, Ahreum segera membantu Angela dan Joongi.
"Sial! luka kalian parah sekali." Umpat Ahreum menatap kedua vampire itu berdecih.
Tatapan Taehyung menajam ketika tiba diruang bawah tanah, iamelihat Jin yang menghunuskan pedang pada Baekhyun. Kakak sepupunya terluka membuat pria itu menerjang Jin.
"Oh, kau datang?" tanya Jin menyeringai pada Taehyung. "Padahal sedikit lagi, aku bisa membunuh pria itu."
***
Pertempuran itu berakhir, para vampire level E berubah menjadi abu dan banyaknya darah yang mengotori lapangan membuat asrama semakin menyeramkan. Darah-darah itu berasal dari beberapa korban yang tak sengaja terlibat. Setidaknya mereka bisa bernapas lega karena ini sudah berakhir.
Kedatangan mobil berwarna hitam dan beberapa orang berpakaian hitam membuat tubuh Heechul menegang. Pria senja itu tahu, mereka dewan petinggi.
"Ada apa?" Seunghwan memandang para pria berbaju hitam yang berdatangan.
"Dewan petinggi datang." Kata Heechul.
Hyemi menoleh dan menatap kumpulan orang berpakaian hitam. Disana berdiri seorang gadis yang terlihat sedang menunggu, tapi mengapa dia disana.
"Minhee?" seru Hyemi tak percaya.
Gadis itu tiba-tiba membungkuk pada dewan petinggi membuat Hyemi menaikan alisnya.
"Siapa dia?" Tanya Seunghwan kebingungan. "Kau mengenalnya?"
__ADS_1
"Dia teman sekelas ku, ayah."
Minhee menghampiri mereka bersama dewan petinggi. Semuanya menatap Minhee dengan pandangan bertanya sementara gadis itu seolah-olah tak peduli.
"Kekacauan apalagi ini?" Tanya salah satu dewan petinggi setelah melihat bagaimana berantakannya halaman Lot Empire.
"Apa ini masih berhubungan dengan kematian Kris?" Tanyanya yang membuat Heechul mengangguk tak yakin.
Dewan petinggi itu menyadari tatapan Suho dan Hyemi kepada Minhee.
"Kurasa kalian berdua mengenalnya. Dia adalah anggota kami yang paling muda. Aku sengaja memasukannya kemari untuk memantau situasi yang terjadi di asrama." Jelasnya sembari mengelus surai lembut milik Minhee.
"Jadi dia adalah-"
"Benar, Minhee adalah anggota dewan petinggi." Pria senja lainnya memotong ucapan Suho.
"Kau menipuku?" Hyemi berseru. Ia cukup terkejut.
Minhee ingin sekali mengatakan tidak. Namun, ia juga sepenuhnya salah karena tak mengatakan hal itu dari awal. Heechul mengangguk paham sekarang, selama ini ia merasa janggal ketika dewan petinggi selalu mengetahui apa yang terjadi di asrama.
***
Taehyung menyerang Jin secara membabi buta, Taeyeon yang tak mempedulikan sepupuya berusaha menolong Baekhyun.
"Baek, ku mohon bertahanlah."
Luka tusukan yang diterima Baekhyun sungguh beresiko. Chanyeol sendiri tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa wanita itu masih mempedulikan sepupunya.
Baekhyun hanya bisa tersenyum memandang Taeyeon, wanita itu berkaca-kaca menatap dirinya yang sudah terkulai lemas.
Hongbin yang sedari tadi berputar-putar menemukan suara ribut-ribut. Ia menemukan sebuah ruangan danmasuk bersamaan dengan seorang vampire yang tak ia kenal.
Jungkook terkejut melihat pemandangan didepannya.
Taehyung bertarung dengan Jin, mate Hyesun tak sadarkan diri, Chanyeol memiliki banyak luka, Baekhyun berbaring lemah di pangkuan Taeyeon.
Pangkuan Taeyeon?
Pria itu segera masuk dan menerjang Taeyeon, membuat gadis itu menghindar setelah meletakan Baekhyun. "Apa yang kau lakukan kepada sepupuku?" Tuding Jungkook menatap Taeyeon dengan geram.
Hongbin terkejut mendapati putrinya dengan kondisi mengenaskan. Ia menatap sekelilingnya marah.
"Hye! bangun Hye!" SeruHongbin yang berusaha membangunkan putrinya. Pria itu mengambil alih putrinya dari dekapan Chanyeol.
"Jika kalian memiliki masalah pribadi, jangan libatkan putriku," Kata Hongbin menatap Chanyeol dengan tajam. "Kau bisa menemui putriku setelah kau menyelesaikan urusanmu."
Pria itu segera pergi membawa Hyesun pergi dari ruang bawah tanah.
Jin hanya tertawa melihat hancurnya empat saudara itu. "Hahahaha."
"Ck, dasar pria gila!" Umpat Taehyung yang berusaha mencabik Jin dengan kuku panjang miliknya.
"Ah, ya. Aku melupakan sesuatu," Kata Jin membuat mereka terdiam. "Kalian berpikirlah dua kali jika ingin membunuh Taeyeon, jika sepupuku mati maka Baekhyun juga akan mati."
"Apa maksudmu?" tanya Taehyung tak suka.
__ADS_1
"Sepupu bodoh kalian telah menyerahkan kesetiannya kepada Taeyeon." KataJin menatap mereka penuh kemenangan.
Chanyeol hanya terdiam sementara Jungkook dan Taehyung tak dapat menyembunyikan ekspresi terkejutnya.
***
Baekhyun semakin melemah membuat Jungkook menatap mereka dengan pandangan benci, Jungkook merapalkan sebuah kalimat yang menimbulkan keretakan pada lantai ruang bawah tanah.
Kekuatan Jungkook adalah elemen tanah.
Jika ia mau, ia bisa meruntuhkan tempat itu sekarang juga. Namun, bukan itu tujuannya melainkan membunuh Taeyeon dan Jin. Keinginan Jungkook untuk membunuh Taeyeon sirna ketika ia mengetahui kenyataan yang ada.
Jin yang melihat itu hanya bisa tertawa senang sembari menghalau serangan yang dilontarkan oleh Taehyung.
Chanyeol mendekati Baekhyun yang terkapar di lantai.
"Baek, bertahanlah." SeruChanyeol.
"Jangan khawatirkan aku, selesaikan semuanya," Kata Baekhyun. Ia tersenyum lemah."Aku sudah menemukan apa yang ku cari."
"Baek-"
"Biarkan aku mati bersama Taeyeon." Kata Baekhyun yang membuat Chanyeol emosi. Pria itu bahkan menitikan air matanya.
Taeyeon selalu menghindar, namun ia tak tahan dengan serangan Jungkook. Ia menangkis serangan Jungkook dan membuat pria itu terpental menabrak dinding dengan kuat. Jungkook terbatuk dan mengeluarkan cairan pekat dari mulutnya.
Taeyeon menjadi kuat setelah menyerap kekuatan milik Hyesun. Taehyung yang terkejut ketika melihat Jungkook terluka membuat fokusnya terpecah dan Jin gunakan kesempatan itu untuk menghunuskan pedangnya.
Taehyung terlambat menyadarinya, ia terlanjur tertusuk.
Empat saudara itu sudah melemah, kecuali Chanyeol yang masih menatapnya nyalang.
Brakkkk
"Apa aku terlambat?" Tanya pria itu sembari menyeringai.
Chanyeol tersenyum melihat kedatangan Sehun dengan sebuah pedang. Pria itu hanya mengingat jika keluarga Sehun memiliki pedang yang dapat membunuh vampire kelas bangsawan.
Itulah alasan kenapa Taeyeon menghabisi seluruh keluarga Sehun dulunya.
"Mari kita selesaikan urusan kita." Kata Sehun menatap tajam ke arah Taeyeon.
Prok... Prok... Prok...
Semua mengarahkan tatapannya pada Jin yang menepukan tangannya. Pria itu tertawa membuat mereka menatapnya geram.
Sehun membuat pertahanan dengan pedang keluarga yang ia bawa.
"Bagus sekali!" puji Jin menatap kedatangan Sehun. "Semuanya telah berkumpul, mari aku jelaskan satu fakta yang
lainnya."
Semua mengarahkan tatapannya pada Jin yang menyeringai. "Aku punya kejutan untuk mu, Sehun."
Sehun tak berucap dan memilih fokus mendengarkan si pengkhianat. "Akulah yang membunuh Kris."
__ADS_1