Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
New Person


__ADS_3

Seperti yang Ahreum duga, salah satu muridnya yang baru ia temui terkejut menatapnya berdiri di depan kelas. Menjahili salah satu muridnya benar-benar menjadi hiburan.


Keterkejutan Suga berhenti ketika teman sebangkunya -Jungkook- menyenggol lengannya. Pria bermarga Jeon itu hanya berdesis ketika Suga terkejut menatap kearahnya.


"Kau melamun, jangan melamun pada pelajaran wanita ini." Bisiknya pada Suga.


"Aku hanya-"


"Hanya apa? ku sarankan bicaranya nanti saja. Berurusan dengan wanita ini sungguh berbahaya." Potong Jungkook dengan lucu.


Sebenarnya ucapan mereka dapat didengar oleh Ahreum. Tapi nyatanya, wanita itu memilih untuk berpura-pura tidak mendengarkan ucapan keduanya. Yah, untuk kali ini mereka selamat.


"Buka halaman 260 bagian perak!" Seru Ahreum pada seluruh muridnya. Dan setelahnya hanya keheningan yang mulai merasuk ke dalam kelas itu.


***


Hyesun terdiam mengamati suasana sore hari, ia hanya duduk dibangku dekat taman asrama. Keramaian para murid yang melewati taman tak membuatnya terganggu. Akhir-akhir ini dia terlalu banyak melamun.


Ia pun baru menyadari jika tak menemukan keberadaan Sehun. Ketika bertanya kepada Hyemi, gadis itu hanya menunjukan tatapan sedih dan tak menjawabnya. Aktifitas melamunnya terhenti ketika seseorang memanggil namanya.


Hyesun menoleh dan terkejut.


"Apa aku mengganggumu?" Tanya Taeyeon.


Hyesun menggeleng sebagai jawaban, Taeyeon tersenyum dan ikut memandang taman.


"Apa ada sesuatu hal yang terjadi?" Tanya Taeyeon yang mendapat tatapan curiga dari Hyesun. Taeyeon tertawa, "Maafkan aku jika terlalu jujur, tapi wajahmu menunjukan bahwa kau sedang tidak baik-baik saja." Jelasnya.


Hyesun tersenyum masam. "Iya, kau benar."


"Kalau boleh tahu, apa yang terjadi?" Tanya Taeyeon membuat gadis itu menoleh. "Jika tidak bisa, kau tidak perlu


menceritakannya sekarang."


"Apa kau bisa menjaga rahasia?" Tanya Hyesun. Gadis itu memang butuh teman untuk bicara. Akhir-akhir ini pun, Chanyeol jarang menemuinya karena sibuk.


Tanpa Hyesun sadari, wanita itu menyeringai. "Sure!"


Hyesun dan Taeyeon saling bertukar cerita, mereka saling tertawa dan menceritakan satu sama lain. Tapi dibalik itu semua Hyesun tidak tahu, bahwa yang ia lakukan adalah kesalahan yang cukup fatal.


"Apa kau vampire berdarah murni?" Tanya Hyesun setelah mereka berhenti tertawa. Taeyeon hanya tersenyum dan mengangguk. "Wow, kukira hanya Angela dan Chanyeol saja."


"Tidak, masih ada banyak vampire darah murni. Hanya saja, keberadaan mereka tidak sebanyak dulu." Jelas Taeyeon menerawang.


"Aku tidak menyangka berbicara denganmu akan sangat menyenangkan seperti ini." Ucap Hyesun, gadis itu terlihat senang.

__ADS_1


"Apa kau mau mampir ke asrama bulan?" Tanya Taeyeon yang membuat pipi Hyesun merona.


Sebenarnya ia sedikit menghindari Chanyeol, karena ia malu setelah menerima ajakan Chanyeol untuk menikah. Lagipula, Chanyeol juga sibuk. Pria itu sempat mengatakan bahwa ada banyak hal yang harus ia urus.


"Apa kau malu dengan Chanyeol?" Tanya Taeyeon yang diangguki Hyesun.


Taeyeon tertawa. "Untuk apa kau malu? Bukankah kau calon istri Chanyeol?" Tanya Taeyeon, ia memandang Hyesun geli. "Baiklah, kapan-kapan mampirlah ketempat kami. Kau bisa main ke ruanganku dan bertemu dengan


calon suamimu."


Hyesun hanya mengangguk sebagai balasan. Ia tersenyum lega mengenal Taeyeon. Tapi, dibalik senyuman


Taeyeon ada seringaian yang tak dapat dilihat oleh Hyesun. Ia tak tahu rencana apa yang disembunyikan Taeyeon darinya.


***


Ahreum melangkah gontai ke arah ruang guru. Ruang guru saat siang hari begitu sepi, karena beberapa guru mengajar murid day class. Begitu masuk ke dalam ruang guru, tatapan Ahreum tertuju kepada meja dan kursi milik Kris yang telahdiisi oleh seseorang yang ia tak tahu siapa.


Seorang pria yang duduk membelakanginya.


Seharusnya Heechul memberitahunya jika akan ada guru yang menggantikan Kris. Namun, Heechul tidak memberitahunya dan Ahreum segera menghampiri meja itu.


"Maaf, apakah anda guru baru?" Tanya Ahreum mencoba sesopan mungkin.


Si pria tidak menjawab, ia tersenyum lebar dan hanya membalik kursinya. "Hi Ahreum! Long time no see."


"Aku baru sehari berada disini, belum ada rencana untuk menjahilimu tapi kenapa aku merasa sudah berhasil melakukannya." Kata pria itu memandang Ahreum yang hampir melempar buku ke arahnya.


"Sial! Seharusnya kau memberitahuku dulu." Umpat Ahreum yang segera kembali ke bangku miliknya. Namun percakapan itu berhenti ketika Ahreum mengingat Kris. "Apa kau sudah mendengar tentang Kris?"


Pria itumengangguk, "Karena itulah tujuan datang kemari. Jangan khawatir, aku akan segera menemukan pelakunya."


"Aku percaya kepadamu Luhan."


***


Sudah beberapa hari Sehun tidak menunjukan batang hidungnya di seluruh asrama. Bahkan para murid night class bertanya-tanya kemana pria yang selalu protektif pada murid day class. Seperti biasa, Suho menjadi guardian sendiri hari ini.


Tidak ada yang tahu kemana Sehun beradakecuali Heechul dan Angela,  mereka sepakat mengurung Sehun diruangan khusus untuk mengantisipasi agar Sehun tak mengamuk.


"Dia tidak menjadi guardian?" Tanya Hyesun yang dijawab menggeleng oleh Hyemi, ia tak tahu. Gurat khawatir muncul di wajah Hyemi membuat Hyesun memandangnya curiga.


Ya, ia pernah mendengar sesuatu yang berhubungan dengan Sehun saat itu. Tapi bagaimana ia mengatakannya kepada Hyemi. Tentunya, gadis itu tidak akan percaya jika vampire itu ada. Mengenai pernikahannya yang sebentar lagi, apa yang nanti ia katakan pada Hyemi dan hal lainnya.


Lamunan kedua gadis itu buyar ketika mendengar suara yang melengking. Ya, suara siapa lagi jika bukan suara milik Minhee yang berteriak memanggil nama mereka berdua.

__ADS_1


"Kalian kemana saja?' Seru Minhee sembari membenarkantatanan poninya.


"Kami baru saja akan kembali menuju kelas." Jawab Hyesun.


Hyemi tidak menjawab, iamasih memperhatikan beberapa murid night class yang baru saja kembali menuju asrama bulan.


Melihat kesibukan Suho yang seorang diri membuat Minhee menaikan sebelah alisnya. "Ia tidak datang lagi?" Tanya Minhee yang membuat Hyemi menghela napas.


"Kurasa begitu." Sahut Hyemi yang terlihat hopeless.


Masalah hubungan Hyemi dan Sehun cukup dimengerti oleh Minhee atau seluruh siswa, meskipun tidak memiliki status hubungan yang special tapi mereka tidak bisa melupakan bagaimana interaksi Hyemi dan Sehun saat berada dikelas. Minhee hanya bisa menyimpulkan bahwa Hyemi sedikit merindukan interaksinya bersama Sehun.


***


Ditempat yang lain, tepatnya di ruang bawah tanah yang hanya diketahui oleh Heechul dan para murid night class, dimana ruangan untuk memberi detensi bagi para vampire yang berbuat ulah.


Tak ada satupun murid night class yang mengetahui jika Sehun sebenarnya berada di ruangan detensi. Murid night class tahu dimana letak ruangan tersebut tapi tidak dengan Sehun yang berada di dalamnya. Tangan dan kaki Sehun dirantai. Ia hanya duduk diatas ranjangnya. Ruangannya memiliki cahaya lampu yang redup membuatnya selalu bersiaga jika ada seseorang yang datang.


Suara langkah kaki terdengar membuat Sehun menatap lurus ke arah pintu. Ia yakin ada seseorang yang akan menemuinya, walaupun ia tak yakin siapa itu. Suara pintu bergeser membuat Sehun tak melepas pandangan dari arah pintu hingga memunculkan sosok Heechul yang menatapnya khawatir.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Heechul yang dijawab dengusan oleh Sehun. Seharusnya melihat kondisi Sehun, pria bermarga Kim itu tidak perlu bertanya.


***


Kembalinya Taeyeon dari taman membuat ia tersenyum senang, dan ia lupa akan satu hal. Baekhyun. Pria bermarga Byun itu mengawasi gerak-geriknya. Kembalinya Taeyeon ke dalam asrama night class membuatnya merasa muak.


"Apa yang sebenarnya kau rencanakan?” Tanya Baekhyun penun curiga. “Mendekati Hyesun?"


Baekhyun bangkit dari sofa dan bersandar pada dinding. Ia menatap Taeyeon tajam.


Taeyeon tersenyum menatap Baekhyun. "Apa maksudmu,Baek?"


"Jauhi mate Chanyeol!"


"Apa?"


"Jangan berpura-pura bodoh. Jika kau tetap mengganggunya, maka aku yang turun tangan." Ancam Baekhyun.


Taeyeon berdiri menahan emosi. Ini adalah salah satu kebodohannya, ia lupa dengan Baekhyun dan juga Chanyeol. Ia harus memikirkan rencana lainnya.


Taeyeon kembali ke kamarnya dan terkejut melihat sepupunya yang telah berada membaringkan tubuhnya diatas ranjang. "Darimana? Aku mencarimu tadi." Tanyanya saat mendapati Taeyeon membanting pintu.


"Ada apa?"


"Baekhyun tahu jika aku pergi menemui gadis itu." Kata Taeyeon terlihat panik. "Sebaiknya kau tidak sering menemuiku. Aku tidak mau kau ketahuan."

__ADS_1


Pria itu tersenyum licik. “Tenang saja, aku bisa membantumu mengurus Baekhyun."


__ADS_2