
Pria Byun itu hanya bisa menatap dengan kecewa pada seseorang yang pernah ada di dalam hatinya. Ia tak akan menyesal jika membunuh wanita itu. Melihat sepupu beserta matenya yang sudah terluka tak akan ia maafkan.
"Baiklah, jika itu pilihanmu." Kata Baekhyun.
Telapak tangan Baekhyun tiba-tiba bersinar membuat Chanyeol terdiam.
"Berhenti Baek! jangan-"
"Biarkan saja, aku yang akan membunuhnya."
Setelah itu sebuah pedang muncul dari permukaan tangannya, pedang yang terbuat dari darah Baekhyun membuat Chanyeol terdiam.
"Lepaskan gadis itu dan lawanlah aku!" Seru Baekhyun membuat Taeyeon menyeringai.
Wanita itu mendorong Hyesun hingga jatuh ke tanah, ia meladeni tantangan Baekhyun. Kali ini mereka bermain dengan seimbang, Chanyeol melawan Jin dan Taeyeon berhadapan dengan mantan kekasihnya -Baekhyun-
Hyesun hanya bisa terkapar di lantai ketika Taeyeon mendorongnya.
Baekhyun terus berusaha menghunuskan pedangnya dan sayangnya Taeyeon selalu berhasil menghindar.
Tiba-tiba Taeyeon mengeluarkan angin yang berubah menjadi cincin api. Seketika Chanyeol dan Baekhyun terkejut. Kekuatan itu adalah milik Chanyeol dan mereka tersadar jika Taeyeon baru saja menyerap kekuatan milik Hyesun.
***
Taehyung, Suga, dan Kai masuk ke dalam asrama dan terkejut mendapati beberapa murid night class tak sadarkan diri. Bersyukur mereka tak merenggang nyawa.
Suga segera membantu Kai untuk duduk di kursi. Di depan mereka terlihat Xiumin dan Lay yang baru saja tergelatak akibat tebasan pedang milik si kembar.
"Sial! Ini sungguh merepotkan." Umpat Suga.
Hanya tersisa Joongi dan Angela yang melawan si kembar.
Taehyung tiba-tiba segera menghampiri paman beserta ketuanya.
"Taehyung." ucap Angela terkejut.
"Dasar keponakan durhaka, kau malah berjalan-jalan." Kata Joongi yang membuat Taehyung mendengus.
Kini Taehyung membantu keduanya untuk menyerang si kembar.
"Mana adikmu Jungkook?" Tanya Joongi yang masih terfokus dengan William dihadapannya.
"Entahlah, harusnya paman yang membuatnya disiplin." Hanya itu jawaban Taehyung.
Taehyung mempercepat gerakan membuat ia tiba-tiba berada dibelakang William, Joongi yang melihat William terfokus kepada Taehyung, dengan langkah cepat ia menghunuskan pedang ke jantung William.
William menjatuhkan pedangnya, membuat Hans menggeram marah.
__ADS_1
"Kalian!"
Hans baru saja ingin menyerang Taehyung, namun pria itu lebih cepat bergerak sehingga mereka hanya menatap reaksi William.
Joongi sebelumnya mengolesi wolfsbane pada pedangnya. Wolfsbane adalah tanaman yang paling beracun.
Setelah membantu Kai, Suga segera keluar, puluhan vampire itu tak ada habisnya. Ia masih bisa melihat gurunya -Luhan- menggerutu disana.
Heechul tak sengaja menjatuhkan senjatanya, membuat Luhan dan Seunghwan menghentikan aktifitasnya sejenak karena ada vampire yang akan mencabik tubuhHeechul.
Ia hanya memejamkan mata sebelum vampire itu menjadi abu. Mereka terkejut menatap siapa yang menolong Heechul.
Suga.
"Suga?" tanya Heechul tak percaya.
"Apakah aku ketinggalan acara untuk bersenang-senang?" Tanya Suga menebar senyumannya.
"Tentu tidak, selamat bersenang-senang." Kata Seunghwan membuat kuku Suga memanjang. Hanya butuh beberapa detik membuat Suga dan mencabik mangsanya dan berubah menjadi abu.
***
Dengan wajah yang kelelahan, Suho dan Hyemi telah selesai membasmi vampire level E yang berada di asrama day class. Di rasa aman, keduanya mempersiapkan senjata ketempat berikutnya.
Asrama night class.
Ada Heechul, Suga, Seunghwan dan Luhan yang terus menghalau vampire-vampire itu untuk masuk.
DOR
DOR
Seunghwan terkejut menatap putrinya yang memegang senjata.
"Kenapa lama sekali?" gerutu Heechul menatapnya putranya tak suka.
"Kami berusaha melindungi asrama day class sebelumnya." Kata Suho yang membuat ayahnya berdecak.
"Sial! Mereka kenapa sampai sejauh ini."
DOR
DOR
"Ayah kenapa kau tak menjelaskan sesuatu tentang hal ini?" tanya Hyemi yang masih terfokus membidik vampire-vampire.
"Harusnya ayah yang bertanya seperti itu." Kata Seunghwan yang menatap senjata api ditangan putrinya.
__ADS_1
Puluhan vampire telah tumbang membuat halaman menjadi berwarna merah.
"Benar-benar menjijikan," Kata Suga. "Mereka tak sebanding denganku."
Mendengar ucapan Suga membuat Seunghwan terkekeh. "Jangan buat mereka menghinamu, vampire level E adalah vampire darah kotor."
***
Saling menyerang membuat Jin dan Chanyeol terluka, berbeda dengan Baekhyun dan Taeyeon masih saling menyerang satu sama lain. Situasi ini digunakan Chanyeol untuk mendekati matenya.
"Mau kemana kau?" Kata Jin menarik kaki Chanyeol, vampire level A itu hanya bisa mengeluarkan api dan menyerang Jin.
Pria itu sedikit menghindar dan membuat pegangannya terlepas. Chanyeolmenghampiri Hyesun yang sudah tak sadarkan diri, matenya benar-benar terluka parah, ada beberapa tusukan pada tubuhnya.
Baik Taeyeon maupun Baekhyun hanya memandang dengan sengit.
"Kau benar-benar mengkhianatiku." Seru Baekhyun yang membuat Taeyeon sedikit terdorong, wanita itu berusaha menghindar dan menghunuskan pedangnya kembali.
Baekhyun menyeringai. "Aku tak peduli jika aku menjadi abu setelah kau mati."
Taeyeon terkejut mendengarnya. "Apa?"
Pria itu tak melanjutkan perkataannya, perasaan kecewa tiba-tiba merangsuk dalam hati Taeyeon. Ia baru menyadari satu hal, Baekhyun telah memberikan kesetiaannya kepadanya.
"Kau tak perlu berpura-pura sedih, aku tak akan tertipu dengan wajahmu." Kata Baekhyun menatapnya dengan benci.
"Kenapa kau tak mengatakannya kepadaku?" Bentak Taeyeon marah.
Mendengar bentakan Taeyeon membuatnya terkejut termasuk Chanyeol dan Jin.
"Kau tak perlu merasa bersalah, kesetiaan ini akan hancur setelah aku berhasil membunuhmu."
Baekhyun berusaha menerjang Taeyeon.
"Tidak, kau tak perlu melakukannya-"
Sratttt
"Jin!" teriak Taeyeon terkejut.
Taeyeon dan Chanyeol terkejut, tiba-tiba Baekhyun ditusuk oleh pedang yang tak lain adalah milik Jin. "Apa yang kau lakukan?" Seru Taeyeon menatap Jin penuh amarah.
"Aku tak suka melihat pertahananmu hancur karena lelaki menyedihkan ini." Ujar Jin serayamencabut pedangnya.
Baekhyun terjatuh.
"Baekhyun!"
__ADS_1