Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
Hyesun Power


__ADS_3

Taehyung berada diruangan Angela untuk menunggu hukuman ringannya. Sementara beberapa vampire dan manusia itu masih menunggu kesadaran Hyesun untuk pulih. Heechul yang mendengar penjelasan Xiumin hanya terdiam dan nampak sedang berpikir.


Perubahan warna kalung Hyesun membuat siapa saja yang berada dalam ruang kesehatan terdiam, termasuk Chanyeol.Kalungnya yang berwarna merah tiba-tiba menjadi hitam dan kembali merah, terus seperti itu tanpa henti.


"Apa maksudnya itu?" Tanya Suho heran.


"Dia membutuhkanku."


"Setelah Hyesun pulih nanti, temui aku diruanganku." Perintahnya kepada Chanyeol. Setelahnya Heechul pergi meninggalkan ruangan diikuti oleh yang lain.


Mereka memberi privasi untuk Chanyeol dan Hyesun.


***


Hyemi kembali kekamarnya dengan wajah yang nampak begitu ceria sampai-sampai ia tidak menyadari jika Hyesun tak berada dikamarnya. Bersama dengan Sehun semalaman membuatnya sedikit lega dan ia segera


membersihkan dirinya sebelum kelas dimulai.


"Sehun." Panggilnya sekali lagi.


"Hyemi."


Mendengar suara yang merespon panggilannya, membuat Hyemi semakin bersemangat. Sehun bangkit dari ranjangnya dan mulai menunjukan diri.


Pria itu sudah tak menatapnya dengan tatapan datar seperti biasa. Biasanya jika mereka bertemu selalu dimulai dengan pertengkaran kecil, kini berbeda pada mereka saat ini. Nampaknya sebuah perasaan yang meletup-letup membuat mereka tidak melakukan pertengkaran kecil itu.


Hyemi yang senang melihat Sehun tanpa sadar berlari memeluknya, membuat Sehun hampir kehilangan keseimbangan. "Kau sepertinya bertambah berat." Kata Sehun yang menghilangkan momen romantis itu.


Mendengar ucapan Sehun membuat Hyemi spontan mencubit perut Sehun. "Jangan menghinaku." Serunya yang membuat Sehun tertawa.


Melihat Sehun tertawa membuat Hyemi terdiam, ia baru menyadari ada perubahan yang terjadi pada diri Sehun. Pria itu nampak semakin kurus dan pucat.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu?" Tanya Hyemi yang menghentikan tawaan dari Sehun.


"Aku baik-baik saja."


Hyemi berdecak. "Kau berbohong!"


"Tidak." Pria itu terdiam sejenak sebelum membiarkan Hyemi untuk duduk diatas ranjangnya. "Bagaimana kau bisa kemari?" Tanya Sehun penasaran


Hyemi hanya tersenyum.


"Apa kau merencanakan sesuatu?" Tanya Sehun yang membuat Hyemi spontan menggeleng. "Lalu?"


"Aku kemari dengan bantuan Suho." Jawabnya yang diangguki oleh Sehun.


"Hun!" Panggil Hyemi. "Kapan kau akan keluar?"


Sehun menyeringai, ia tak menyangka jika Hyemi akan merindukannya. "Kenapa? Kau merindukanku?"


sendirian disana."


Hyemi jelas berbohong. Mendengar ucapan Hyemi, Suho menggelengkan kepala diluar sana. Setidaknya ia tahu jika Hyemi bukan pembohong yang baik.


"Secepatnya aku akan keluar, jika aku menyelesaikan satu permasalahanku." Jelasnyasingkat.


"Apa itu?"


"Rahasia."


***


Angela menggelengkan kepala mendengar jawaban Taehyung yang begitu singkat. Ia tak tahu harus bereaksi seperti apa. Ia hanya berharap Chanyeol tak akan menghajar Taehyung lagi atauia akan mengeluarkan sebuah larangan khusus untuk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tapi kenapa kau melakukannya, Tae?" Tanya Angela heran.


Pria itu bukan menjawab dan malah mengalihkan pandangannya ke arah lain sembari berdecak. "Aku mengatakannya pun kau tak akan perccaya."


"Tapi bukan seperti itu caranya. Hyesun belum sepenuhnya menjadi vampire, ia harus melewati beberapa tahap yang nantinya masih memerlukan bantuan dari Chanyeol."


"Tapi dengan melukainya, kita menjadi tahu jika gadis itu sudah mulai mencapai tahap bahwa ia memiliki kekuatan dari pria bodoh itu." Jelasnya yang membuat Angela bungkam.


Ya, Angela tahu maksud dari Taehyung. Pria itu terlihat khawatir dengan Chanyeol walau menggunakan cara yang salah.


Berbeda dengan mereka yang menghadapi masalah sendiri-sendiri. Luhan terus saja mencari-cari informasi untuk menemukan pelaku yang membunuh Kris. Ahreum yang selalubersama Luhan mulai nampak jengah menatap sahabatnya yang terlihat bodoh itu.


Luhan sekarang nampak sedang berpikir keras dan menguncir rambutnya keatas, Ahreum yang melihatnya hanya tertawa keras hingga membuat Luhan bingung menatapnya.


"Ada apa denganmu?"


Ahreum terus tertawa hingga Luhan melemparnya dengan sofa bantal. "Aish! Pantas saja kau tidak laku-laku jika tetap kasar pada wanita." Gerutu Ahreum yang dibalas decakan oleh Luhan.


"Sejujurnya aku hanya berlaku kasar padamu."


"Dasar playboy kacangan." Desis Ahreum. "Lalu apa selanjutnya?"


"Aku memang tidak menemukan pelaku dikelas anak didikmu. Tapi aku belum tahu dikelas yang satunya lagi." Jelas Luhan.


"Darimana kau dapat menentukan pelakunya Lu?" Tanya Ahreum.


"Tulisan pada surat yang ditujukan kepada Kris."


"Boleh aku bertanya?" Tanya Ahreum kepada Luhan. Pria itu tidak menjawab dan mengangguk membuat Ahreum melanjutkan kalimatnya. "Sebenarnya apa yang membuatmu membagi mereka menjadi dua kelas." Seru Ahreum membuat Luhan menyeringai.


"Belum saatnya aku menjelaskannya kepadamu."

__ADS_1


__ADS_2