Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
Not the Last


__ADS_3

"Ayolah! jika perlu bunuhlah dirimu sendiri, setelah itu kami akan melepaskan gadis ini." Kata Jin berusaha membuat Chanyeol bimbang.


Tentu saja, ia baru menyadari kelicikan Jin.


Seokjin tertawa melihat betapa bingungnya Chanyeol yang harus memilih.  "Kau tahu, bahkan Kai sama juga bodohnya dengan dirimu," Kata Jin memecah kebingungan Chanyeol.


"Aku menjebaknya, dua kali aku menjebaknya dan ia tak sadar dengan hal itu." jelas Jin membuat Chanyeol menatapnya berang.


Jin pagi-pagi mempersiapkan pesta ulang tahun Hyesun. Pria itu membawa secarik kertas yang diperlukan untuk persiapan. Beberapa murid night class masih terlelap membuatnya tersenyum.


Tersenyum karena rencananya berhasil.


Tak lama, Kai datang menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi.


"Kau akan pergi kemana?" tanya Jin sambil menata beberapa barang.


"Aku akan menemui guru Lu, ini mengenai tersangka pembunuhan guru Wu." jelas Kai yang membuat Jin tersenyum.


"Benarkah? Sudah tahu pelakunya?


Pria itu menggeleng, "aku akan kembali setengah jam lagi. Setelah itu aku akan membantumu dan yang lain."


jelasnya.


Jin menyeringai. "Kai, bisa minta tolong sebentar."


"Ada apa?"


"Aku membutuhkan seseorang untuk mengambilkan beberapa botol wine di gudang bawah tanah, bisa tidak?"


ucapnya yang membuat Kai mengangguk. “aka nada beberapa tamu manusia.”


"Jika hanya itu, tentu aku bisa." jawabnya pergi menuju gudang bawah tanah.


Jin yang melihat itu hanya bisa tersenyum, sekali lagi rencananya berhasil. Ia sudah menduga cepat atau lambat


Kai akan menjadi penghambat rencananya. Kai yang pergi menuju gudang bawah tanah, tak mengetahui jika sesuatu telah menantinya disana. Ia masuk ke dalam gudang dan tak menemukan botol wine yang diperintahkan.


"Ah, kau rupanya." sebuah suara membuat Kai terkejut.


Kai menatapnya was-was. "Apa yang kalian lakukan disini?"


"Bersenang-senang, bukan begitu Wil?" Hans menyeringai melihat Kai.


"Brengesek, dia-"


"Kai, betapa bodohnya dirimu. Jin dengan mudahnya dapat menjebakmu."


Mata Kai memerah, menatap si kembar dengan nyalang.


"Ucapkan selamat tinggal!"


"Sayang sekali, aku tak tahu bagaimana nasib kawanmu itu." kata Jin.

__ADS_1


Hyesun yang kesadarannya kembali pulih membuat Taeyeon mencengkram erat lehernya. Kuku wanita itu mengores sedikit leher Hyesun hingga mengeluarkan darah.


"Darahmu memang sungguh manis." Ujar Jin seraya membelai pipi Hyesun.


"Lepaskan tangan kotormu darinya!" bentakan Chanyeol membuat Jin menyeringai.


Pria itu melangkah maju dengan membawa sebuah pedang, Taeyeon menarik Hyesun mundur membuat jarak Chanyeol dan matenya berjauhan.


"Bagaimana jika aku membunuhmu saja?" Tanya Jin. "dan setelah itu gadis mu akan kami bebaskan."


"Jangan!" Seru Hyesun. Gadis itu hanya menggeleng dalam cengkeraman Taeyeon.


"Diam!" Bentak Taeyeon.


"Aku akan melakukannya." Kata Chanyeol


"Dengan senang hati." Sahut Jin.


"Jangan!" Hyesun menangis mendengar perkataan matenya.


***


Pertarungan Angela dan si kembar semakin sengit. Si kembar tak selincah sebelumnya karena Xiumin telah melukai William pada bagian perutnya. Para vampire itu saling membawa senjata masing-masing.


"Mereka benar-benar membuat ku lelah." Kata Xiumin yang hampir limbung. Kekuatan Lay pun sudah tak cukup untuk mengobati Xiumin.


Hanya Angela yang masih bertahan. Joongi dan Hongbin yang baru datang cukup terkejut ketika mendapati seluruh murid night class yang tak sadarkan diri.


Hongbin pun bersiap mengeluarkan senjata yang ia sembunyikan dibalik jasnya. Namun, Joongi melarangnya.


"Lebih baik kau selamatkan menantuku, aku bisa mengatasi hal kecil seperti ini." Katanya yang diangguki oleh


Hongbin.


Hans tertawa mendengar ucapan Joongi. Ia tertawa layaknya pria sinting disana, matanya menatap remeh."Wanita itu pasti sudah mati." Kata Hans.


"Wanita itu telah dibawa oleh nona dan tuan Jin ke gudang bawah tanah, mereka pasti sudah membunuh wanita itu."


"Jin?" Angela dan beberapa orang terdiam.


"Ah, ternyata dia pengkhianat." gumam Joongi. Ayah Chanyeol semakin berang, pria senja itu mengeluarkan api


yang menyelimuti tubuhnya.


Lay dan Xiumin pun harus rela berpindah tempat daripada hangus di tangan ayah Chanyeol. Joongi memberi isyarat pada Hongbin untuk mengejar putrinya. William berniat menghalanginya, namun Angela terlebih dahulu


menghadangnya.


"Lawanmu adalah aku."


"Aku tak salah memilihmu, Angela." Kata Joongi membuat Lay dan Xiumin terkejut. Mereka melupakan satu hal bahwa Angela terpilih sebagai bangsawan, karena Joongi yang menunjuknya.


***

__ADS_1


Hyemi berlarian dan berusaha mencari Suho hingga ia menemukan pria itu di lorong day class. Pria itu memegang dua pistol ditangannya.


"Kemana saja kau? aku mencari mu." tegur Hyemi yang mengatur nafasnya.


"Kau tak lihat, apa yang kulakukan?" Tanya Suho membuat gadis itu menaikan alisnya.


"Aku-"


DOR!


DOR!


Hyemi terdiam menatap sesuatu yang dihadapannya. Beberapa vampire itu tergeletak karena Suho menembaki mereka.


"Sial! jumlah mereka tak ada habisnya." Umpat Suho. "Kemana Sehun, seharusnya ia membantuku?"


"Entah, aku harus menjelaskan darimana. Tapi situasi saat ini sedang genting." kata Hyemi. Suho tetap berfokus menembaki seluruh vampire yang bergerak mendekati mereka.


"Apa kau bisa menggunakan senjata?" tanya Suho.


"Aku-"


"Gunakan apapun dan bantu aku!"


Jika ia tak mengingat dalam kondisi genting, Hyemi berniat mencakar muka Suho. Ini adalah kali pertama Hyemi melihat Suho bersikap semenyebalkan ini. Ia tak pernah menggunakan senjata, namun dalam situasi mendesak ia akan mencobanya.


DOR


Hyemi menembak salah vampire yang mendekati Suho.


***


Penciuman Baekhyun menajam, ia bisa mencium bau darah Hyesun dan juga sepupunya Chanyeol.  Baekhyun menjadi panik dan segera bergegas menuju dimana bau itu berasal.


"Sial!" Umpatnya.


Ia sudah tak memikirkan kesetiannya, ia rela mati asal wanita juga mati.  Baekhyun mendengar suara teriakan


dan pria itu terhenti. Suara teriakan dan bau darah itu berasal dari ruang bawah tanah.


Baekhyun segera berlari dan terkejut ketika masuk kedalamnya. Ia mematung melihat Hyesun yang terluka, gadis itu menjadi tawanan Taeyeon. Sementara Chanyeol terluka pada bagian perutnya.


Ia menatap Jin menarik pedang itu dari perut Chanyeol.


"Jin?"


Taeyeon dan Jin menoleh mendapati Baekhyun terdiam menatap mereka. "Ah, mantan kekasih sepupuku rupanya." Kata Jin remeh.


Baekhyun menaikan alisnya. "Apa maksudnya?"


"Sudah jelas bukan, aku adalah sepupu Taeyeon." Kata Jin tersenyum manis.


"Ba-Baek." panggil Chanyeol. "Mereka yang melakukan semua ini." Kata Chanyeol membuat Baekhyun menatapnya tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2