
Pria itu menatap Minhee yang terkejut. Ia sudah tidak memperdulikan catatan absensi kelasnya dan menatap pria itu dengan heran.
Pria itu, Jeon Jungkook.
Apa yang diinginkannya?
"Bisa kita bicara sebentar?" Ujarnya yang membuat Minhee mengangguk.
***
Diruangan Angela, Luhan dan Kai saling menatap dengan wajah serius. Vampire itu hanya berdecih ketika Luhan menanyakan beberapa hal perihal kematian Kris.
"Kau menuduhku?" Seru Kai membuat Luhan terdiam.
Pria itu enggan menjawab dan menggeleng. "Aku hanya memastikan jika dugaan ku salah."
"Kau bisa menuduh Taeyeon, dan bukan aku." Terangnya yang diangguki Luhan dengan mantap.
Luhan tidak menyahuti dan bergerak menunjukan sebuah surat kepada Kai. Vampire itu hanya menaikan alis, tak paham dengan maksud Luhan.
"Bacalah!"
Kai hanya terdiam setelah membacanya. "Apa maksudnya ini?"
"Itu adalah surat yang diberikan kepada Kris sebelum ia dibunuh." Jelasnya yang membuat Kai terkejut. "Dan disurat itu menunjukan inisial K." Imbuhnya.
"Jadi… Kau benar-benar menuduhku?" Tanya Kai memastikan.
***
Diruangan Heechul, pria paruh baya duduk menatap Heechul dengan pandangan seksama. Pria itu sesekali menatap sekelilingnya dengan tajam. Heechul yang menatap kedatangan pria itu hanya bisa menghela napas
dan mencoba untuk tak membuat gelagat mencurigakan.
Ia tak ingin pria yang ada dihadapannya mengetahui permasalah asrama akhir-akhir ini.
"Aku benar-benar tak suka dengan suasana asrama mu ini." Ujarnya membuka bicara. Heechul hanya bisa tersenyum canggung, bagaimanapun pria di hadapannya tak menyukai vampire.
Pria itu adalah seorang vampire hunter.
__ADS_1
"Aku berharap putri ku tak berdekatan dengan makhluk penghisap darah itu."
"Te-tenang saja Tuan, putri anda dalam keadaan baik." Jawab Heechul.
Tak lama pintu ruangan Heechul terbuka dan munculah Ahreum yang mematung menatap tamu Heechul kali ini.
"Tu-tuan Park Seunghwan."
Pria itu tersenyum menatap Ahreum, salah satu murid kebanggannya dulu.
"Lama tak berjumpa denganmu, bagaimana kabarmu dan Kris?"
***
Awalnya Minhee tak tahu apa yang akan dikatakan oleh pria Jeon tersebut, hingga Jeon Jungkook berdeham membuat gadis itu sedikit tak nyaman. Bagaimanapun juga, Minhee mengetahui siapa sebenarnya murid night
class itu.
Jungkook tersenyum, sebenarnya ia sudah sedikit mengumpulkan informasi mengenai Minhee. "Apa kau takut kepadaku?"
Pertanyaan Jungkook sukses membuat gadis itu mendongak menatap dan menggeleng dengan kaku.
Entah kenapa, ia yang merasa seperti seseorang yang ketahuan mencuri.
"Se-sebenarnya, apa yang ingin sunbae katakan kepadaku?"
Pria itu terdiam dan tersenyum saat menatapnya. "Aku tak menyangka jika Tae Hyung akan membuka hati untukmu."
Perkataan Jungkook membuat pipi gadis itu merona, menandakan ucapan pria itu tak salah.
"Sebenarnya, aku kemari ingin mengatakan sesuatu yang berhubungan dengannya," Kata Jungkook. "Kuharap, kau mau membantuku."
"Apa itu?"
Pria itu tersenyum, "Bantu obati luka dalam hatinya."
Minhee tercenung mendengarkan perkataan Jungkook.
"Kurasa, hanya kau yang bisa melakukannya."
__ADS_1
Minhee mau saja mengatakan IYA, tapi ia sendiri tak yakin dengan itu. Bagaimana jika tiba-tiba Taehyung mengingkari janjinya.
"Kumohon!"
***
Baik Heechul maupun Ahreum, hanya bisa saling pandang. Bagaimana mungkin guru vampire hunter tak tahu jika salah satu muridnya ada yang meninggal.
Tak ada jawaban, membuat pria tua itu menaikan alisnya. "Ada apa ini?" Serunya, "Apa aku ketinggalan sesuatu?"
Tatapan Ahreum berubah menjadi membuat sang guru kebingungan. "Apa yang terjadi?"
"Tu-tuan, kuharap anda tak marah setelah ini." Kata Heechul yang membuat Park Sunghwan menatapnya heran.
"Katakan!"
"Kris sudah tiada."
"Apa maksudmu?" Tanyanya tak suka.
"Itu- Kris tewas-"
"Jangan berkata yang tidak-tidak." Potong Seunghwan membuat Heechul terdiam.
"Yang dikatakan oleh Tuan Kim benar, Tuan," Kata Ahreum. "Kris benar-benar tiada."
Mendengar jawaban Ahreum membuat Seunghwan menatap mereka dengan nyalang, bagaimanapun baik Kris ataupun Ahreum adalah murid kesayangannya.
"Siapa pelakunya?"
"Kami masih belum menemukannya."
Jawaban Heechul membuat Seunghwan berdecak, ia baru saja akan mengatakan sesuatu sebelum-
"Bagaimana mungkin-"
"Ayah!" Sebuah suara membuat Seunghwan terdiam.
Suara putrinya.
__ADS_1
Suara Hyemi membuatnya terdiam.