
"Akulah yang membunuh Kris."
Semua menegang mendengar penuturan Jin termasuk Sehun yang menggeram marah. Siapapun disana tak menyangka jika Jin pelakunya.
"Jadi, bukan Taeyeon?" Baekhyun tak bisa menghilangkan ekspresi keterkejutannya.
Jin lagi-lagi tertawa. "Taeyeon awalnya tak tahu jika aku pelakunya."
"Kau memang brengsek." MakiChanyeol.
"Tapi bukannya itu sungguh membantu, benar kan Tae?" Jin menyeringai diikuti anggukan kaku dari Taeyeon.
"Ah ya, apa kalian tak penasaran bagaimana cara ku menjebak Kris?" pria itu menyeringai senang. "Tentu saja aku menggunakan umpan, Kai."
"Teman kalian itu benar-benar bodoh. Aku menyuruh Kai untuk menulis sebuah surat." jelasnya. "Surat ajakan bertemu dengan menggunakan inisial K. Aku yakin, Luhan mengira bahwa Kai adalah pelakunya. K dalam surat itu adalah namaku. K untuk Kim Seokjin."
"Kau licik." Chanyeol menatap Jin dengan tatapan murka.
Sehun tetap tak bergeming. Pria itu hanya menatap Jin dan Taeyeon secara bergantian. Setidaknya ia tak merasa bersalah jika harus membunuh Jin setelah membunuh wanita itu. Taeyeon yang membuat keluarganya hancur, Jin membunuh seseorang yang ia anggap saudara.
Hari menjelang malam, udara mulai terasa dingin, Sehun masih berdiri menatap penuh kebencian pada wanita di hadapannya. Sehun mulai menarik pedang milik ayahnya yang kini bercahaya.
Chanyeol dan Jin yang melihat itu berhenti sesaat sebelum melanjutkan urusan mereka. Setelah pengakuan yang dibuat oleh Jin, pria itu kembali menatap Chanyeol dengan minat.
Minat untuk menghancurkan.
"Aku yakin setelah ini kau akan mati." Kata Sehun pada Taeyeon.
Jungkook menyeringai, setidaknya Sehun tengah membantu mereka membalaskan dendam, walaupun ia tahu
jika pria itu memiliki dendam tersendiri kepada Taeyeon.
"Jangan terlalu percaya diri, Hun." Kata Taeyeon. "kau harus ingat, bagaimana lemahnya keluargamu. Sangat menyenangkan menginjak kepala ayahmu, melihat ibu mu memohon dan melihat saudara kembarmu menangis ketakutan." Jelasnya yang membuat Sehun memegang erat pedang miliknya.
Chanyeol membiarkan Sehun mengurus Taeyeon. Fokusnya hanya satu, Jin.Pria itu berlari maju dan langsung memukul Jin, sayangnya dengan mudah Jin mengelak dan memberikan luka pada lengan Chanyeol.
"Hyung." Teriak Jungkook pada Chanyeol.
"Ah, kalian berempat sudah berbaikan," Kata Jin. "Manisnya."
Taehyung menggeram marah, walaupun ia terluka tapi ia berusaha untuk bangkit. Jungkook pun melakukan hal yang sama, namun pria itu lebih memilih untuk memeriksa kondisi Baekhyun.
Jin menyeringai ketika Chanyeol melompat mundur untuk menghindariserangan.
"Tak ku sangka, kau masih bisa bergerak." Gumam Jin melihat gerak-gerik Chanyeol, seharusnya pria itu sudah tak dapat bergerak seperti Baekhyun mengingat pedang yang ia gunakan adalah pedang perak.
"Kau seharusnya tak meremehkan ku." kataChanyeol tersenyum sinis.
Jungkook menghampiri Baekhyun, segera membantu pria itu untuk mendudukan dirinya.
"Hyung, kau baik-baik saja?" tanya pria itu ketakutan, tentu saja sudah cukup bagi Jungkook untuk kehilangan orang tuanya. Ia tak ingin kehilangan saudaranya.
Pria itu tersenyum. "Kau adik ku yang paling menurut, Kookie~" Baekhyun terduduk sembari memegangi lukanya membuat Jungkook meringis.
"Kumohon bantulah mereka dan bunuh Taeyeon." Kata Baekhyun.
Jungkook menggeleng tak setuju. "Tapi jika aku membunuhnya, kau akan-"
"Jangan pikirkan aku, pikirkanlah keselamatan kalian." Baekhyun menyela, pria itu tak peduli dengan nasibnya. Ia hanya perlu berkorban.
"Aku sudah lelah, jadi kumohon padamu."
Jungkook tak dapat bisa berbohong jika ia tak menangis. Pria itu berusaha menahan sedih dan amarah yang bercampur menjadi satu. Ia segera bangkit dan merapalkan sebuah kalimat yang memunculkan petir. Kilatan listrik menyambar ke arah Taeyeon membuat Sehun dan wanita itu menghindar.
Sehun yang menyadari jika itu berasal dari Jungkook hanya berdecak. Taeyeon menatap nyalang ke arah Jungkook dan mengubah serangan.
"Benar-benar menyusahkan." Kata Sehun.
Lagi.
Jungkook menyambarkan petir ke arah Taeyeon, tapi wanita itu berhasil menangkisnya karena terhalang sesuatu. Melihat itu membuat Sehun mengernyit heran, ada sesuatu yang dapat membuat Taeyeon terlindungi.
Jungkook terus menyambarkan petir membuat Taeyeon mengangkat tangannya, penghalang itu muncul dari tangannya.
Tidak, tapi berasal dari gelang yang ia pakai.
Sehun yang menyadari itu hanya bisa menyeringai. "Kau wanita yang sangat curang."
Sehun membiarkan Jungkook menyerang Taeyeon hingga Sehun dapat mengarahkan pedangnya pada tangan wanita itu.
Ya, Sehun mengincar gelang yang Taeyeon kenakan. Gelang itu dapat menciptakan penghalang yang membuatnya selamat dari serangan yang mereka berikan.
"Kena kau!" Seru Sehun.
Krakkkk
Jin dan Taeyeon terkejut, Sehun mematahkan gelang milik wanita itu hingga terbelah menjadi dua. Fokus Jin terpecah membuat Chanyeol dapat melukai Jin.
Bugh
Pria itu terpental menabrak dinding, Jin memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Jangan alihkan perhatianmu dari ku, sobat." Ejek Chanyeol membuat Jin meludah.
Kesempatan itu Chanyeol gunakan untuk mendekati Jin yang belum beranjak, pria itu menendang Jin hingga mereka merusak dinding ruang bawah tanah.
***
Hongbin membawa Hyesun pergi dari ruang bawah tanah. Putrinya terluka parah, bahkan kemeja dan jas yang ia gunakan tak luput dari darah Hyesun.
Semuanya menatap Hongbin dengan pandangan terkejut.
"A-apa yang terjadi?" Seru Ahreum menatap tubuh Hyesun.
"Wanita itu benar-benar menyiksa putriku."
Para dewan petinggi telah menghubungi beberapa healer. Hyemi yang melihat Hongbin meletakan tubuh gadis itu diatas sofa hanya bisa menutup mulutnya.
"Aku sudah menghubungi beberapa healer, mereka akan secepatnya kemari." kata Minhee yang diangguki oleh Heechul.
__ADS_1
"Dimana mereka?" tanya Ahreum.
"Ruang bawah tanah."
Setelah mendengar ucapan Hongbin, Ahreum segera berlari menuju lokasi. Ia harus menemukan Jin. Luhan yang melihat itu hanya bisa berdecak, tanpa sadar salah seorang murid sudah mengikuti sahabatnya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Ahreum memandang muridnya dengan tatapan bingung. "kembalilah, kau-"
"Aku ingin ikut bersenang-senang." Kata Suga.
Joongi melihat kalung yang digunakan oleh Hyesun, bersikeras agar benda itu terlepas. Namun, yang ia dapat hanya sengatan yang membuatnya tak dapat menyentuh Hyesun.
"Apa itu?" tanya Suho.
"Kalung itu yang membuat kekuatan Hyesun berpindah kepada Taeyeon." Sela Angela membuat Hongbin menggeram marah.
"Darimana kau tahu?" tanya Luhan tak percaya.
"Karena gadis itu pernah melukai seseorang dengan cara yang sama seperti yang dilakukan pada Hyesun." jelasnya singkat.
"Apakah ada cara untuk membuatnya terlepas?" Tanya Hongbin.
Angela enggan menjawab karena itu adalah hal yang tak baik untuk didengar.
"Itu-"
"Ada, membuat Taeyeon mati atau ia yang akan mati duluan." Potong Joongi.
Hongbin kesal, ia menarik kerah baju Joongi. Baik Heechul dan Seunghwan sudah berbiasa dengan pemandangan itu. "Ini semua ulah anak mu, jika saja aku tak mengijinkan putriku menjadi pasangannya. Ia tak akan seperti ini."
"Lalu kau akan membiarkan putriku bernasib sama seperti Himeko?" Joongi menatap Hongbin dengan sinis.
"Cukup!" Bentak heechul.
Semuanya lebih terkejut mendengar Heechul pertama kalinya membentak seseorang. Mendengar itu membuat Hongbin melepas kerah milik Joongi. “Tak ada gunanya kalian saling mencaci.” Heechul terlihat geram.
***
Tendangan Chanyeol memang tidak kuat seperti tendangan Joongi akan tetapi dapat merobohkan dinding. Ahreum yang melihat pertempuran tersebut tak habis pikir dengan apa yang terjadi. Wanita itu baru tibadan sudah mendapat suguhan yang mengerikan, Jungkook dan Sehun yang terus menyerbu Taeyeon.
Jin dan Chanyeol yang saling menyerang.
DUMBBBB
Suara ledakan besar terdengar dari salah satu sudut, ruangan itu sudah tak memiliki langit-langit dan menimbulkan beberapa reruntuhan jatuh.
Ahreum meringis melihat kondisi ruang bawah tanah. "Kuharap tuan Heechul tak menangis melihat ini."
Chanyeol tersenyum samar setelah ia berhasil membuat Jin lumpuh, pria itu sudah terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar. Matanya sudah memancarkan aura kebencian membuat Suga terkejut menatapnya.
"HAHAHAHA, benar katamu jika ini sangat menyenangkan."
Matanya berubah menjadi warna merah pekat membuat Taehyung panik, kakak sepupunya benar-benar marah.
Bahaya!
Chanyeol tak boleh lepas kendali.
Chanyeol berjalan mendekati Jin yang sudah tak bergerak.
Pria itu sudah kehabisan tenaganya ketika Chanyeol terus memburunya. Pedang ditangannya diacungkan kepada Jin.
Namun, Jin tidak takut melainkan tersenyum. "Aku tidak peduli jika itu keinginanmu," Kata Jin. "aku sudah menang, membuat mate mu sekarat sudah sangat bagus, Haha."
Mendengar tawa Jin,Chanyeol menatapnya bengis.
"Aku benar-benar membenci mu ketika seluruh orang selalu menganggap mu hebat, aku tak suka dengan sepupumu yang hampir membuat Taeyeon, satu-satunya keluarga ku memberikan kesetiannya untuk Baekhyun," Jin tertawa. "karena itulah aku menghasut Taeyeon agar membunuh keluarga mu satu persatu seperti yang ia lakukan terhadap orang tua jungkook."
Srratttt
Srattttt
Chanyeol menghunuskan pedang itu berkali-kali ke perut dan jantung Jin. Ia tak puas jika Jin benar-benar tak mati.
"Hentikan hyung." SeruTaehyung.
Ini pertama kalinya pria itu memanggil Chanyeol dengan sebutan Hyung. Namun, Chanyeol tak mendengarkannya dan terus menusukan pedang itu.
"Kumohon." Kata Taehyung pada Suga.
Suga yang melihat itu mengangguk. "Maafkan aku Chan, tapi-"
DUMBBBBBB
Chanyeol terlempar menghantam sebuah lemari dan membuat pria itu terdiam. Ahreum yang melihat itu terkejut. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Menghentikan kekerasan dengan kekerasan.
Suga menendang Chanyeol.
"Aku akan benar-benar mengutuk Tuan Heechul setelah ini, bagaimana mungkin ia menerima siswa beringas seperti mereka." kata Ahreum tersungut-sungut.
***
Kini tinggalah Taeyeon bersama Sehun dan Jungkook. Wanita itu masih bertahan karena amukan Jungkook dan Sehun yang bersemangat untuk membunuhnya. Ia cukup terkejut menatap mata merah milik Sehun.
Taeyeon tersenyum. "Kau bukan level E lagi?"
"Mari kita lanjutkan." Kata Jungkook.
Jungkook menyerang balik Taeyeon yang dengan mahirnya menghindar dan menangkis serangan Jungkook. Taeyeon menangkap tangan Jungkook yang kemudian dilemparkannya tubuh pria itu ke tanah.
Krakkkk
Terdengar suara remukan tulang, dan benar jika pergelangan tangan Jungkook remuk karena genggaman wanita itu. Jungkook hanya terkekeh walaupun pergelangan tangannya remuk.
"Perlihatkan kekuatan penuh kalian, jika seperti ini saja kalian tak dapat melukaiku." Kata Taeyeon penuh remeh.
Ahreum yang melihat itu hanya memutar bola matanya, dengan cepat ia mengambil senjata dan berusaha membidikan peluru-pelurunya agar bersarang pada tubuh Taeyeon.
Dor
__ADS_1
Dor
Taeyeon yang awalnya ingin menyerang Jungkook terkejut ketika dua peluru melesat pada bahu dan juga pahanya. Peluru perak itu sedikit menyakitinya. Sehun tersenyum, mereka berusaha menyudutkan Taeyeon.
Suga tak membantu, pria itu enggan membantu karena ia begitu kesusahan memapah satu persatu tubuh vampire bersaudara itu.
"Wanita sialan." Geram Taeyeon menatap Ahreum.
Crassshhhhh
Semuanya terkejut.
Sehun berhasil menusuk Taeyeon tepat pada jantungnya. Wanita itu memuntahkan darah segar ketika Sehun mencabut pedangnya.
"Jangan alihkan pandanganmu dari musuh!"
Taeyeon yang awalnya berdiri kini terjatuh memegang dadanya yang telah tertusuk.
"Ka-Kau."
Sehun tengah berdiri dihadapannya. Pria itu menatap tajam kearah Taeyeon. "Sampaikan salam ku pada penghuni neraka."
Sraaattttt
Sehun menusuk Taeyeon pada lehernya membuat wanita itu mati pada satu tusukan.
Setelah menarik pedangnya, Sehun berjalan menjauh sambil menyeret pedangnya ditanah, sebagian tubuhnya sudah mati rasa akibat beberapa serangan yang ia dapat dari wanita.
"Selesai, ini sudah selesai." Sehun tersenyum penuh kelegaan.
Brukkkkk
"Sial, beban ku bertambah." Kata Suga kesal.
***
Semilir angin berhembus menerpa wajah pria tampan yang kini berada dihadapan sang gadis pujaannya. Tatapan tajam itu kini hanya bisa memandang sendu pada gadis yang terbaring lemah di ranjang. Gadis itu tak kunjung
bangun.
"Apakah ada perubahan?" Tanya Joongi yang hanya dijawab gelengan.
Semuanya terjadi ketika pertarungan itu selesai. Setelah tersadar, Chanyeol mendapat kabar bahwa matenya masih belum sadarkan diri. Sudah seminggu sejak terjadinya pertarungan itu membuat semuanya berubah.
Sehun telah sukses membalaskan dendamnya kepada Taeyeon dan ia masih tetap berada di asrama night class. Beberapa murid night class yang terluka masih menjalani perawatan dan Baekhyun. Pria itu menjadi abu.
Sehun telah membunuh Taeyeon dengan tusukan akhir, wanita itu tersenyum sambil menunggu ajalnya. Ia menatap
Baekhyun sebelum tersenyum dan menutup matanya.
"Ma- af- kan- ak- ku- Ba-Baek- hyun."
Hanya itu yang mereka dengar sebelum Taeyeon benar-benar tewas.
Tak lama setelah itu tubuh Baekhyun tiba-tiba bergetar membuat Jungkook dan Taehyung berlari ke arahnya.
Ahreum bingung berbeda dengan Suga yang seakan mengerti apa yang terjadi.
"Hyung!"
Tubuh pria itu menegang melihat dua adik sepupunya yang tiba-tiba menangis, ia hanya bisa tersenyum. "Syukurlah, kalian baik-baik saja." Kata Baekhyun yang membuat mata Jungkook berkaca-kaca.
Taehyung yang melihat itu antara kecewa dan benci, ia gagal menjaga kakaknya.
"Mana Chanyeol?" Tanyanya.
"Dia-"
"Dia ku buat beristirahat, saudara mu itu benar-benar lepas kendali." Potong Suga membuat Baekhyun bergumam terimakasih.
Chanyeol masih tak sadarkan diri akibat tendangan Suga.
"Setelah aku tak ada, kuharap setelah ini kalian saling menjaga satu sama lain."
"Siapa yang boleh berkata seperti itu?" tanya Taehyung dengan nada tak suka. "Kau tak bisa meninggalkan kami seenaknya."
Baekhyun lag-lagi tersenyum, "Maafkan aku, kali ini aku tak dapat menjaga kalian lagi. Jangan lupakan Chanyeol, jika dia mengamuk dan lepas kendali. Cukup buat dia tak sadarkan diri."
Entah sejak kapan Jungkook telah meneteskan airmatanya membuat Baekhyun tersenyum. "Kookie, kau adalah pria yang kuat."
Setelah mengatakan itu tubuh Baekhyun berubah menjadi abu dan hancur, tangisan Jungkook tak terbendung lagi,
sementara Taehyung hanya terdiam dengan tatapan kosong.
Ahreum dan Suga menatap mereka dengan sedih. Suga kembali dengan memapah Chanyeol yang masih tak sadarkan diri, Jungkook membantu Sehun berjalan sedangkan Taehyung dipapah oleh Ahreum.
Seluruh orang menatap mereka dengan lega. Namun, mereka menyadari satu hal.
"Dimana Baekhyun?" Tanya Heechul.
Angela terdiam mengalihkan pandangannya, ia tahu tanpa mereka mengatakannya. Tak ada yang menjawab membuat Luhan menghela napas. Ini bukan tempatnya untuk mengatakan, tapi ia mewakili sanak saudara Baekhyun yang tak bisa menjawabnya.
"Baekhyun pergi dengan kesetiannya." Jawaban Luhan membuat Joongi menatap salah satu guru itu dengan tatapan tak percaya. Pria senja itu terduduk di sofa dengan tatapan kosong.
Chanyeol kembali merasakan penyesalan, ia bahkan tak sempatbertemu dengan Baekhyun untuk yang terakhir kalinya.
***
Suho dan Hyemi masih menatap Sehun dengan heran, pria itu lebih banyak tersenyum dari sebelumnya. Semenjak pertempuran itu berakhir, sifat dan sikap Sehun berubah drastis. Luhan, Ahreum dan Heechul senang melihat
perubahan sikap pada diri Sehun.
Ahreum tersenyum, ia bergumam. "Seandainya Kris mengetahui ini."
"Noona, merindukan Kris hyung?"
Entah muncul dari mana, Sehun tiba-tiba berseru mempermalukan Ahreum. Wanita itu tidak mengangguk dan menggeleng, ia hanya tersenyum membuat Sehun juga ikut tersenyum.
"Setelah ini, berharap akan baik-baik saja." Kata Heechul yang diangguki oleh Luhan.
__ADS_1
"Ah tuan, sebaiknya anda segera membenarkan bangunan gudang bawah tanah." Kata Luhan mengingatkan.
Mendengar itu senyuman Heechul meredup. "Uangku." Ucapnya lirih.