Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
Kris Case


__ADS_3

Ahreum dan Hyemi mundur beberapa langkah saat Sehun mencoba mendekati mereka. Ahreum bahkan mengumpat beberapa kali ketika Suho tidak kunjung datang dengan bantuan yang ia harapkan. Kini ia tengah sigap menghadapi segala hal yang ada.


Sehun benar-benar lepas kendali dan menatap Hyemi dengan lapar. Tatapan nyalangnya membuat Hyemi bergidik.


"Hun! Aku bilang mundur!" Bentak Ahreum.


Sementara Sehun yang lepas kendali menjadi sangat marah setelah dibentak oleh Ahreum. Kuku Sehun tengah memancang dan siap untuk mencabik Ahreum. Pria itu maju dan membuat Ahreum menekan tombol on yang


membuat alat tersebut memanjang. Sengataan listrik mulai mengalir diseluruh alat yang Ahreum pegang.


Lagi-lagi Sehun maju dan berusaha mencabik Ahreum. Ahreum terdorong kebelakang karena menghindari Sehun membuat Hyemi terjatuh. Fokus Sehun kali ini kembali menatap Hyemi.


"Sial!" Umpat Ahreum.


Ia tidak mungkin menggunakan peluru perak, itu akan menyakiti Sehun. Namun, tidak ada cara lain untuk menjinakan Sehun.


Ahreum berusaha menghadang Sehun dengan mengambil pistol perak yang berada disakunya. Beruntung ia sudah mengisi pistol itu dengan beberapa peluru untuk berjaga-jaga. Sehun semakin marah, saat melihat Ahreum berada dihadapannya. Hyemi hanya bisa menahan takut walau tubuhnya bergetar.


"Kau benar-benar menjadi Level E. Kalau begitu jangan salahkan aku jika menggunakan cara ini." Sahut Ahreum yang ingin menarik pelatuknya.


"Tunggu!" Cegah suara itu yang membuat fokus mereka semua terpecah. Tiba-tiba Sehun jatuh pingsan karena mendapat pukulan dari Baekhyun yang entah datang darimana.


"Kau tahu, kalian telat! Hampir saja nyawa gadis ini melayang." Seru Ahreum tak dapat menahan kekesalannya. Suho yang disana hanya bisa menatap Sehun dengan iba, dan ia lupa dengan seseorang yang berada disampingnya. Angela.


Heechul menghela napas lelah. "Biar dia aku urus, kalian kembalilah keruangan masing-masing." Jelas Heechul yang langsung mendapat anggukan setuju.


Suho menatap Angela sekilas dan bisa Ahreum pahami jika sorot mata Angela menyiratkan sebuah kekecewaan.


"Dan untuk kau Hyemi! Kuharap kau tidak mendekati Sehun untuk beberapa hari kedepan." Jelas Heechul serius.


***


Hyesun masih berusaha mencerna kata-kata Chanyeol. Ia sendiri cukup terkejut melihat Chanyeol melamarnya didepan dua pria paruh baya itu. Bolehkah ia katakan kalimat Chanyeol sebagai sebuah lamaran.


Gadis itu masih terdiam hingga Chanyeol mengulang kembali perkataannya. "Menikahlah denganku Hye~. Mari kita selesaikan semuanya." Kata Chanyeol dengan nada memohon.

__ADS_1


Joongi hanya menatap Hyesun dan Chanyeol dengan senyuman hangatnya. Pria itu sebenarnya juga menginginkan kebahagian untuk putranya. Ia juga sempat merasa bersalah membuat kutukan yang jatuh menimpa putranya.


Hyesun sesekali menatap ayahnya dan kembali menatap Chanyeol sebelum akhirnya ia mengangguk menyetujui permintaan Chanyeol.


Melihat respon Hyesun membuat Joongi senang. Pria itu akhirnya lega, kutukan mereka akan hilang setelah pernikahan Chanyeol dan Hyesun terlaksana.


"Pernikahan kalian akan terlaksana saat kau berusia delapan belas." Ucapan Joongi mendapat anggukan pasrah dari Hyesun. Melihat respon mate putranya membuatnya lega dan dapat meninggalkan asrama itu dengan tenang.


Chanyeol tersenyum melihat Hyesun yang tidak menolak. Meskipun gadis itu menolaknya, ia akan tetap menikahinya karena bagaimanapun itu sudah menjadi takdir mereka. Lagipula, ia yakin Hyesun tak akan tahan dengan sindrom anehnya.


"Aku akan menemuimu nanti." Kata Chanyeol berpamitan. Pria itu menatap Ayah Hyesun sekilas sebelum kembali menatap Hyesun.


Sepeninggal Chanyeol, gadis itu baru bisa bernapas dengan lega. Hongbin pun memeluk putrinya dan mengucapkan maaf berulang-ulang kali. "Maafkan ayah!"


Hyesun tersenyum setelah melepas pelukan ayahnya. "Tidak ada yang perlu dimaafkan yah." Sahutnya. "Ini memang yang terbaik untukku." Lanjutnya yang membuat Hongbin tak rela.


Bagaimana pun tak ada pemburu vampire yang ingin menikahkan putrinya dengan apa yang ia buru.


***


Mood Ahreum seketika berubah menjadi buruk karena Sehun. Ia sendiri tidak yakin bagaimana kelanjutan hidup Sehun. Jika memang Sehun benar-benar menjadi Vampire. Mungkin ia harus menuruti keinginan Kris untuk


Ahreum hampir saja melupakan jadwalnya. Ia memiliki kelas malam. Dimana ia harus mengajar murid-murid yang memiliki masalah keluarga. -Jungkook dan Taehyung-


Suara heels Ahreum membuat suara nyaring saat heelsnya bergesekan dengan lantai. Wanita itu kini membuka pintu dan menutupnya tanpa salam seperti biasanya.


"Maafkan, saya terlambat karena beberapa urusan yang harus diurus. Lebih baik langsung saja-"


Ucapan Ahreum terhenti ketika mendapati salah satu siswa yang terkejut melihatnya, Ahreum menyeringai melihat keterkejutan murid itu."Bisa kita mulai?" Tanya Ahreum yang membuat mereka menganggukan kepala.


***


Hyemi melangkahkan gontai menuju kamarnya. Gadis itu nampak tak begitu bersemangat ketika Heechul menyuruhnya untuk menjauhi Sehun dalam beberapa hari kedepan. Kini gadis itu hanya tertunduk lesu hingga ia mendengar suara pria dewasa dikamarnya. Suara itu membuat Hyemi mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam.


"Menikahlah denganku, Hye." Ucap seseorang yang membuat Hyemi terkejut. Gadis itu mengenal suara siapa itu. Itu adalah suara seniornya -Park Chanyeol-

__ADS_1


Menikah? Belum hilang rasa terkejutnya. Ia sudah dikejutkan oleh seseorang pria paruh baya yang keluar dari kamarnya. Pria paruh baya tinggi dan memiliki mata berwarna biru yang sama dengan seniornya.


Garis rahang yang juga sama. Hyemi bisa mengatakan itu adalah Chanyeol versi dewasa.


"Apa yang kau lakukan disini nona?" Tanya Joongiyang membuat Hyemi membuyarkan lamumannya.


"A-apa?"


"Apa yang kau lakukan disini?"


"A-aku hanya berniat kembali kekamarku." Sahut Hyemi yang membuat pria itu tersenyum.


Hyemi merutuki dirinya, mengapa ia harus gagap. Ia terlihat salah tingkah seperti ketahuan mencuri benda.


***


Heechul dan Suho telah membaringkan tubuh Sehun diatas ranjang kamarnya. Pria itu kini masih pingsan, mungkin pukulan dari Baekhyun akan membangunkan pria itu keesokan harinya.


"Jika kau tidak ingin menjaganya kembalilah kekamarmu. Aku harus mengurus sesuatu." Kata Heechul yang


diangguki oleh Suho.


Baru saja ia tiba doruangannya, ia harusterkejut ketika melihat tiga orang berpakaian hitam tengah duduk didalam ruangannya.


Ya, mereka adalah dewan petinggi yangdatang tanpa diundang.


'Apalagi ini?' Batin Heechul yang belum selesai dari rasa terkejutnya.


Pria itu sudah cukup pusing dengan semua permasalahan yang ada.


"Kami sudah lama menunggumu." Kata salah satu pria bertudung hitam itu.


Bukannya menjawab, Heechul memilih untuk duduk terlebih dahulu dikursi kebesarannya. "Ada apa? Apakah ada masalah yang lainnya?" Tanya Heechul yang sudah pasrah.


Salah satu pria itu meresponnya dengan sebuah senyuman. "Kau bisa mengangapnya seperti itu." Jawabnya santai. "Ini mengenai seseorang yang membunuh Kris."

__ADS_1


Heechul menegang ditempat duduknya.


"Kami sudah mengetahui siapa pelakunya."


__ADS_2