Secret In The Lot Empire

Secret In The Lot Empire
Another Plan


__ADS_3

Setelah mendapat senyuman dari pria yang ia yakini kerabat Chanyeol, munculah Chanyeol yang membuat Hyemi kebingungan. Sebenarnya ada apa ini? apa ia ketinggalan sesuatu.


Chanyeol yang ikut terkejut hanya memberikan senyum sekenanya dan kembali menyusul pria paruh baya itu. Hyemi segera membuka pintu dan melihat pria paruh baya lain yang memeluk Hyesun.


Merasa canggung, Hyemi hanya berdeham membuat mereka melepaskan pelukannya.


"Ah Hyemi, kau sudah kembali?" Tanya Hyesun tersenyum.


"Ah, maaf. Aku tidak tahu jika masih ada tamu. Apa aku mengganggu?" Tanya Hyemi sambil menggaruk tengkuknya.


Gadis Kim itu hanya mengeleng sementara ayahnya ikuttersenyum. "Kau punya teman sekamar?" Tanya pria itu yang membuat Hyesun mengangguk. "Baiklah, karena sudah malam. Ayah ingin pamit dulu." Jelasnya.


"Baiklah, selamat malam untuk kalian berdua." Pamitnya yang membuat kedua gadis itu mengangguk.


Hyemi menaikan alisnya. "Apakah ada sesuatu?' Tanya Hyemi yang membuat gadis itu menggeleng.


"Tidak, ayah hanya merindukanku." Bohongnya yang membuat Hyemi mengangguk dan setelahnya kedua gadis itu bersiap dan mengganti pakaian mereka dengan baju tidur.


Hyemi tahu jika Hyesun masih belum ingin memberitahunya. Ia mendengarnya dengan jelas bahwa Chanyeol mengajak teman sekamarnya untuk menikah.


***


Kedua pria berbeda usia berjalan menuju halaman asrama. Pria paruh baya itu terdiam, ia mengingat kejadian silam. Joongi merasa bersalah. Jika ia punya mesin waktu, Ia ingin memutar kembali waktu, agar kutukan itu tidak ada sejak semula.


Sesekali pria paruh baya itu menghela napas membuat Chanyeol yang berada disampingnya sontak menoleh menatap ayahnya. "Ayah sedikit menyesal." Ujarnya singkat. "Jika ayah tidak gegabah, mungkin semua ini tidak terjadi kepadamu."


Chanyeol tidak menimpali dan lebih memilih mendengarkan ucapan ayahnya. "Aku dulu begitu mencintai mateku. Tapi dia lebih memilih seorang manusia, yang bahkan derajatnya masih di bawah kita. Setelah kejadian itu, ayah bertemu dengan ibumu. Ibumu tahu segalanya dan ibumu yang membantu ayah menghilangkan perasaan ayah kepada Himeko."


Jadi selama ini ibunya adalah sebuah pelarian?

__ADS_1


"Tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama, ketika ibumu meninggalkan ayah setelah memilikimu."


"Apa ayah mencintai ibu?" Tanya Chanyeol yang membuat Joongi berhenti melangkah.


Pria itu tersenyum melihat putranya. "Ya, tapi itu semua terlambat ketika ibumu melahirkanmu."


Chanyeol tersenyum sedih, setidaknya pergorbanan ibunya tak sia-sia. Ia mengira bahwa ayahnya tak mencintai ibunya. Namun, ayahnya masih memikirkan ibunya.


"Apa kau tertekan dengan kutukan ini?" Joongimemandang Chanyeol serius. "Ayah bisa menghentikannya, jika kau-"


"Tidak! Aku menikmatinya. Bagaimanapun Hyesun telah menjadi mateku walaupun itu semua berasal dari kutukan ayah." Jawabnya dengan tenang.


"Kau mencintainya?" Tanya Joongi.


 Chanyeol berdeham. Rasanya begitu malu ketika ayahnya tiba-tiba menanyakan hal yang jarang sekali ia bicarakan berdua. "Kurasa, ya!"


Setelah itu tidak ada percakapan antara ayah dan anak. Joongi lebih memilih menemui Heechul dan berpamitan kepada Chanyeol.


takut dan khawatir.


"Kau tenang saja! Semuanya berjalan lancar. Gadis itu telah menerimanya." Jawabnyayang membuat Baekhyun tersenyum. Namun, dengan cepat Baekhyun merubah raut wajahnya kembali datar.


"Setidaknya kau tidak akan membebaniku jika semua itu gagal." Sahut Baekhyun yang pergi meninggalkan Chanyeol.


Chanyeol tersenyum, ia tahu jika sepupunya sedang mengkhawatirkan dirinya.


***


Taeyeon bergumam tak jelas, Hans dan William menatap nona mereka dengan khawatir. Semenjak rencana

__ADS_1


pernikahan Chanyeol dan Hyesun menyebar ke seluruh murid -khususnya asrama night class- Taeyeon jadi sering mengubah rencana mereka.


"Aku tidak mau tahu! Kita harus segera memanggilnya." Taeyeon tiba-tiba berseru yang langsung diangguki oleh Hans dan William.


"Tidak perlu! Aku sudah berada disini. Sepupu."


Pria itu tersenyum, menampakan dirinya tiba-tiba di dalam ruangan Taeyeon.


"Kau tahu karena aksimu yang membunuh Kris, membuat mereka menjadi menuduhku." Seru Taeyeon kepada pria yang sekarang sedang tertawa.


Menertawakan nasib Taeyeon.


"Kau seharusnya berterimakasih kepadaku. Dengan begini, keinginanmu akan terwujud dengan cepat."


Taeyeon tersenyum ragu.  "Kau benar. Lalu selanjutnya apa yang kau lakukan?"


"Tentu saja mengurus dewan petinggi, aku tidak ingin usahaku gagal. Cepatlah bunuh gadis itu! Aku benci kau mengulur-ulur waktu."


***


Heechul tidak tahu jika dewan petinggi akan melakukan tugasnya dengan begitu cepat. Ia mungkin akanmemberitahu Ahreum setelah ini.


"Kami sudah menyelidikinya. Jika kami benar, tersangka adalah salah satu dari murid nightclass." Jelasnya yang membuat Heechul terkejut. “Itu masih dugaan kami.”


Salah satu murid night class? Kenapa mereka tidak mencurigai Taeyeon dan kedua anak buahnya.


"Lalu bagaimana dengan Taeyeon?" Pertanyaan Heechul membuat para dewan petinggi bingung. Mereka tidak mengira jika mereka masih menuduh Taeyeon atas kematian ini.


"Maaf mengecewakanmu. Sesungguhnya aku juga ingin menangkap Taeyeon. Namun, gadis itu terbukti bersih."

__ADS_1


Dan jika begitu, Heechul tidak dapat mengusir Taeyeon dan kedua anak buahnya dari asrama.


"Tapi kami juga mencurigai beberapa orang yang berkaitan dengan gadis itu." Jelasnya yang membuat Heechul terdiam.


__ADS_2