
...Untuk perempuan yang nggak sengaja baca tulisan ini, semoga kamu dicintai oleh pria yang benar-benar tulus terhadap kalian...
...♡♡♡...
•
•
•
•
•
"Berapa usia mu?" Tanya ku pada bocah ini yang menghela napas karena uluran tangannya tidak ku terima. "Sembilan belas tahun, om." Jawabnya memasukkan kedua tangannya ke dalam hoodie putih yang dia pakai.
Sembilan belas tahun? Ah benar tebakan ku tadi, gadis ini masih muda. Aku melihat arloji yang menunjukkan pukul 23.48 hampir jam dua belas malam dan gadis ini berjalan di area bar, sungguh bocah nakal.
"Berhenti memanggilku 'Om', paham? Dan bocah seperti mu kenapa berkeliaran tengah malam seperti ini di area bar?" Tanya ku reflek pada gadis ini, bodoh ethan, ini bukan urusanmu.
"Ah itu-" Ucapan gadis ini terpotong saat ada wanita memanggilnya, "Jihan... ." teriak wanita paruh baya di sebrang jalan. Ah nama gadis ini Jihan, "Maafkan aku ya," ucap gadis ini menarik tangan ku dan memberikan coklat batang.
Dia berlari ke sebarang jalan dan menggandeng wanita paruh baya itu, sepertinya wanita itu neneknya. Aku menatap coklat yang ternyata rasa greentea ini, aku sangat membenci rasa ini.
Nattali POV
Aku melempae tas diatas kasur, sangat melelahkan hari ini. Ya, aku baru saja pulang setelah menyelesaikan sisa keperluan pernikahan ku dengan dion yang akan dilaksanakan tiga minggu mendatang.
Aku memeriksa ponselku, Astaga kedua pria itu mengirimi puluhan pesan padaku, siapa lagi kalalu bukan dareel dan ethan. Aku menghapus semua pesan mereka, bukannya aku tidak peduli dengan mereka tapi untuk saat ini alana bu tuh waktu untuk sendiri.
Aku sangat merindukkan alana, aku ingin menemaninya, tapi aku juga tidak bisa. Alana meminta ku untuk tetap disini, menurut ku ini pilihan yang benar. Alana juga butuh waktu untuk sendiri setelah semua masalah yang terjadi, dia harus menenangkan pikirannya. Aku mencari nomer alana dan menelfonnya,
"Hallo? Kamu apa kabar disana?"
"Aku baik, kak. Kakak gimana? Hari ini jadwal kakak dan kak dion nentuin konsep pernikahankan?"
"Heemm, semuanya udah beres"
"Kok gitu sih suaranya? Kakak kecapekan ya?"
"Alana, aku sangat ingin kamu yang memilih konsep pernikahan ku nanti. I miss you, jika semuanya sudah membaik cepatlah kembali."
"Aku akan kambali kak, tapi aku harus menyelesaikan beberapa urusan penting disini."
__ADS_1
"Heemm, cepat selesaikan itu dan segeralah pulang."
"Aku selalu berdoa agar kakak dan kak dion selalu bahagia, kak dion orang baik, dia sangat mencintai mu. Aku yakin kamu akan jadi ratu di hidupnya, believe me."
"Alana... semua orang menyayangi mu, kamu kuat alana dan kamu bisa melewati ini semua. Ethan.. dia menyesali keegoisannya dan dia merasa bahwa kepergian mu itu karena dia."
"Kak tolong selalu temani ethan, kakak tau kan kalau ethan selalu seperti itu jika banyak pikiran."
"Tenanglah, Al.. Aku disini dan akan mengawasi keadaan ethan. Kamu, selesaikan urusan disana dan segerahlah kembali, oke?"
"Bagaimana dengan... Dareel?"
"Tidak jauh berbeda dari ethan, dia terus menerus setiap hari mencarimu. Entah itu di apartemen maupun menemui ku, dareel selalu mencarimu. Dan iya, dia seperti orang gila al, dia sangat kebingungan saat pertama kali mencari mu."
"_______"
"Al... Hallo? Kamu masih disana?"
"Ya kak, aku... Aku hanya sedikit kelelahan, baiklah aku akan menelpon mu lagi nanti."
"Baiklah, Al. Jaga kesehatan mu disana."
"Kamu juga, kak"
Sambungan terputus... Alana, benar aku tau dimana Alana berada saat ini. Denmark, negara yang dipilih alana untuk menengkan dirinya. Selain untuk menenangkan diri, alana juga mengembangkan brand baru dari bisnis pakaian yang sejak dua tahun lalu berjalan.
Sebenarnya alana tidak harus turun tangan mengurusi bisnisnya namun disamping untuk menenangkan pikiran, alana juga ingin sedikit di sibukkan dengan ikut terlibat dalam brand yang dia ciptakan.
Alana sengaja untuk tidak memberitahu kepergian kepada Dareel maupun Ethan, karena itu akan membuat mereka berdua semakin khawatir dan alana ingin mereka berdua juga merenungi masalah yang terjadi.
*
Flasback On
"Kamu yakin malam ini akan berangkat ke denmark? Bagimana jika dareel atau ethan mencari mu?" Tanya ku pada alana yang sedang berkemas.
"Aku sudah memesan tiket pesawat dan aku sudah mempersiapkan semua keperluan ku disana, kak. Untuk dareel dan ethan, aku mohon jangan katakan apapun kepada mereka. Jangan katakan kemana aku pergi dan sebab apa aku pergi, aku tidak lari dari masalah ini kak hanya saja aku terlalu lelah. Aku tidak menyerah, aku hanya ingin istirahat sebentar saja. Mungkin menjauh dari semua orang dapat membuka pikiran ku kembali." Alana menggenggam tangan ku dan tersenyum hangat.
"Jangan menangis, aku hanya pergi sebentar. Aku pasti datang dipernikahan mu, aku akan menjadi bridesmaid tercantik dan aku akan meminta uang yang banyak kepada kak dion karena aku adik mu." Ucap Alana menggoda ku.
"Lalu setelah itu uangnya kita bagi berdua, oke?" Kami tertawa bersama, benar-benar alana adik ku, disaat dia lelah seperti ini dia madih bisa menggoda, Astaga.
"Kenapa harus denmark, Al? Bukannya Itali yang menjadi tujuanmu mengembangkan brand baru dari bisnis pakaian itu?" Tanya ku pada Alana.
__ADS_1
"Di denmark ada beberapa pebisnis muda yang baru merintis karir mereka dan kami telah bekerja sama dengan mereka untuk mengembangkan bisnis ini, dengan begitu mereka bisa turut serta memperkenalkan produk yang mereka punya." Aku mengangguk mendengarkan alana menjelaskan padaku agar aku tidak mengkhawatirkannya.
"Selain itu... Denmark juga banyak sekali kak kenangan ku bersama bunda, itu liburan terakhir ku dan bunda. Hanya berdua dengan bunda karena papa sibuk berkerja dan tidak ikut bersama kami. Bahkan disana banyak sekali teman bunda, aku ingin mengulang kembali kenangan itu meskipun sekarang aku sendirian yang berangkat kesana." Alana tersenyum lagi padaku, namun matanya seperti akan mengeluarkan air mata.
Aku memeluk alana, menenangkannya, "Baiklah, Al... Apapun yang kamu lakukan, aku percaya itu yang terbaik. Ingat ini, Al.. Aku selalu mendukungmu, kakak mu ini selalu bersama mu. Jangan lupa untuk selalu mengabariku setelah sampai sana, dan berjanjilah untuk menjaga dirimu dengan baik." Aku mengusap punggungnya yang bergetar, benar kan, kini dia menangis lagi.
"Aku sangat ingin mengunjungi papa di amerika, tapi aku tidak mau bertemu dengan Teresah, simpanan papa itu." Ucap alana kembali mengemasi barang-barangnya.
"Tunggu... apa maksud mu, wanita itu ikut papamu ke amerika, begitu?" Tanya ku pada Alana, Demi Tuhan.. Om Surya sangat tergila-gila dengan wanita murahan itu.
"Lebih tepatnya teresah meninggalkan papa, Ya papa ku di campakkan oleh wanita itu setelah semua yang dia ingin di berikan oleh papa. Dan papa ke amerika karena mengejar wanita sialan itu, entalah aku tidak peduli dengan itu." Alana berdiri dari duduknya.
"Ayo aku akan mengantar mu ke bandara," ucapku ikut berdiri. "Dengar, Al.. Jangan memikirkan apapun yang membuatmu kesal, salah satunya masalah papamu dan teresah. Ingat, tujuan utama mu ke denmark untuk menenangkan diri, bukan?" Tanya ku ulang pada Alana.
"Ya, aku tidak akan memikirkan apapun lagi masalah yang membuat ku kesal." Alana memeluk ku dan kami berdua memasuki mobil untuk menuju bandara.
Flasback Off
Aku berharap Alana benar-benar menikmati istirahatnya disana, aku sangat berharap Alana kembali pulang dengan bahagia dan berdamai dengan keadaan.
Apapun nanti yang alana pilih, Dareel ataupun Ethan, aku yakin itu yang terbaik untuk alana. Alana, aku yakin dia bisa menyelesaikan masalah ini dengan dewasa karena sedari kecil alana sudah terbiasa menghadapi beragam dilemah.
Dareel POV
Aku menunggu edwin disebuah cafe, tadi pagi edwin menelfon ku, katanya dia menemukan informasi keberadaan alana.
"Sorry, reel, gue sekalian nganter rion ke kantor." Ucap edwin yang baru datang. "Its oke, jadi apa yang tadi mau lo bicarain tentang alana?" Tanya ku to the poin pada edwin yang kini mengeluarkan ipad nya.
"Tiga minggu lalu gue udah coba buka semua saluran yang barkaitan sama identitas alana termasuk semua detail penerbangan alana dua bulan lalu. Dan lo tau kan, butuh proses lama juga buat dapet semua salinan akun yang gue buka itu." Edwin memberikan ipad nya padaku, menunjukkan beberapa informasi dimana alana berada.
"Tapi sebelum itu, lo harus janji ke gue.. lo gak akan ngelakuin hal yang buat alana makin jauh dari lo. Gue dukung apapun yang terbaik buat lo." Edwin tersenyum padaku yang ku balas anggukan.
Aku menatap ipad yang diberikan edwin padaku, kota Odense yang berada di Denmark. Aku tersenyum menatap beberapa foto alana yang di ambil secara diam-diam, Ya Tuhan aku sangat merindukan alana ku.
"Thanks, win." Aku menatap edwin yang kini tersenyum padaku, "Cuma ini yang bisa gue bantu, reel. Kalau bukan karena bantuan lo gue, mama sama rion gak mungkin bersama kayak sekarang. Dah lah, cengeng lo." Edwin melempar kacang kearah ku.
"Denmark, Alana ada disana," ucap edwin. "Buruan lo kesana, gue yakin alana juga nunggu lo." Edwin menepuk pundak ku. "Gue... gue balik dulu, gue mau pesan tiket pesawat, thanks edwin." Aku segera berjalan keluar cafe.
Alana... aku akan kesana, setelah ini aku tidak akan membiarkan kamu pergi tanpa aku. Aku akan melakukan apapun agar kamu selalu bersama mu dan ya... aku akan mengikat mu dalam sebuah hubungan yang seharusnya dari dulu ku lakukan.
...*****...
...TBC...
__ADS_1
Vote dan komen yaa guys 😁
Terima kasih semuanyaa ☺