Sekian Kalinya

Sekian Kalinya
TIGA PULUH TUJUH


__ADS_3

...CINTA, sejatinya menyatukan perbedaan...


...Namun, jika cinta menimbulkan perbedaan...


...ADA YANG SALAH dengan definisi cintamu...


...♡♡♡ ...







Happy reading ♥️


Alana POV


Satu minggu kemudian, di sebuah altar pernikahan


...



...


"..... Saya akan setia padanya dalam untung dan malang, dalam sehat maupun sakit, dalam suka maupun duka. Demikianlah janji suci ini saya buat dihadapan Tuhan dan kitab suci ini." Setelah Dion mengucap janji pernikahan, kini nattali yang mengucapkan janji dengan suara yang bergetar.


Aku tersenyum, ribuan kali aku mengucap syukur karena kebahagiaan ini. Sahabat ku yang sudah seperti kakak untuk ku kini telah memulai awal hidup barunya dengan lelaki yang sangat mencintainya.


Selanjutnya, Dion dan Nattali saling bertukar cincin. Nattali meneteskan air mata bahagianya saat dion memasangkan cincin sebagai lambang bahwa mereka kini telah sah menjadi suami dan istri.


Sangat terlihat dari raut wajah keduanya, bahwa mereka sangat mencintai satu sama lain dan bahagia. Kedua mempelai kini berciuman dan di sambut dengan tepukan tangan riuh dari seluruh tamu yang hadir.


Aku mengusap air mata ku yang jatuh, Ya Tuhan... kuatkan lah ikatan pernikahan mereka dan buatlah mereka bersama selamanya. Ucapku kembali mengusap air mata bahagia ini.

__ADS_1


Nattali tersenyum dan melambaikan tangan padaku, yang ku balas dengan senyuman lebar. Aku merasakan dareel menggenggam tangan ku erat. Aku menoleh pada dareel yang ternyata menatap ku dengan senyuman yang begitu tulus.


"Apa aku boleh mencium mu juga?" Tanya dareel pelan padaku. Belum sempat aku menjawab, dareel langsung mencium bibir ku. Tidak seperti biasanya, kini hanya ******* lembut tanpa menuntut.


"Ada apa?" Tanya ku saat dia melepaskan ciumannya. Dareel hanya menggeleng dengan senyuman yang masih terpasang di bibirnya. Aku mengusap rahang nya dan kembali fokus melihat acara sakral nattali.


*


"Kak ethan... " Teriak ku saat aku melihat ethan memasuki area altar. "Hey... " Ethan melambaikan tangan dan berjalan kearah ku. Aku merasakan dareel menggenggam erat tangan ku, astaga ini bukan saatnya untuk memasang kuda-kuda.


"Apa kamu datang terlambat di hari spesial kak nattali?" Tanya ku kesal pada ethan yang baru saja datang. "Sok tahu banget. Aku datang dari tadi tapi aku duduk di belakang, karena kursi bagian depan udah penuh." Jawab ethan mengacak rambut ku.


"Tuxedo lo bagus," Ucap ethan pada dareel dengan nada datar. "Sepatu lo juga bagus," Balas dareel dengan tatapan sinis. Apalagi ini, sapaan macam apa itu.


Aku tidak lagi memikirkan sapaan gila dua lelaki ini, namun ada hal yang tidak aku sadari. Ethan... dia menggandeng gadis muda yang kini memakai gaun pink.


...



...


Gadis ini terlihat lebih muda dariku, mungkin sekitar dua puluhan. Wajah nya yang kecil serta hidung dan bibir yang kecil pula terlihat sangat menggemaskan. "Hai... " Ucapku mengulurkan tangan pada gadis ini.


"Ah, baiklah, aku akan memperkenalkan siapa wanita cantik ini." Ethan tersenyum menatap gadis di sampingnya. "Alana, wanita cantik ini bernama Jihan. Dia tunangan ku, hemm belum resmi sih tapi bulan ini kami akan menggelar prosesi tukar cincin." Aku membulatkan mata terkejut.


"Jihan, wanita didepan mu ini adalah sahabat ku, Alana. Aku sudah menceritakan semuanya padamu waktu itu." Ethan menjelaskan pada gadis bernama jihan ini.


Tunagan? Aku masih sangat terkejut dengan ucapan ethan. "Kak alana-- sangat cantik," gumam jihan yang masih terdengar oleh ku. "Jihan- ah maaf, maksud ku... berapa usia mu?" Tanya ku pada jihan yang tersenyum padaku.


"Usia ku smbilan belas tahun, kak." Jawab jihan sopan. Astaga... tanpa sadar aku menutup mulut ku. "Ethan... maksud ku-- apa ini? Kau bisa menjelaskannya padaku?" Tanya ku menatap ethan.


"Hey, kau memanggilku 'ethan' saja?" Ethan menyentil kening ku. Aku tidak peduli kali ini, sunggu-- maksud ku ethan... apa benar ethan mencintai gadis ini? Dia masih sangat muda. Dan apa gadis ini juga mencintai ethan? Maksud ku-- bukankah ini terlalu cepat?


"Aku akan menceritakannya nanti, dengan mu dan nattali juga, oke?" Ucap ethan padaku. Aku menatap jihan yang terlihat canggung. "Ah.. Jihan-- maaf membuat canggung seperti ini. Aku-- aku hanya terkejut, tapi sungguh kamu sangat manis." Ucapku mengusap lengan jihan, aku harap kami akan lebih akrab setelah ini.


"Tidak, kak. Sepertinya aku yang harus berusaha lebih dekat dengan sahabat-sabat kak ethan. Seperti yang di ceritakan kak ethan, kamu sangat cantik." Jawab jihan dengan suaranya yang lembut.


Sekali lagi, aku memperhatikan jihan yang memakai gaun merah muda yang sangat cocok dengan usianya di tambah pawakannya yang mungil dengan wajah yang manis.

__ADS_1


Demi Tuhan, dari dulu aku sangat menginginkan seorang adik. Entah mengapa melihat jihan, hatiku seperti menghangat. "Panggil aku alana saja, tidak apa-apa." Ucapku tersenyum pada jihan.


"Tidak, aku akan tetap memanggil kalian 'kakak' sama seperti aku memanggil ethan dengan sebutan kakak. Karena itu terdengar lebih sopan untuk ku dan iya kak alana, aku harap kita akan lebih akrab untuk kedepan nya." Ucap jihan sopan.


"Baiklah, panggil aku kakak. Tentu jihan... kamu tunangan ethan dan aku sahabatnya. Dan mungkin mulai saat ini kita bisa sedekat adik dan kakak. Bukankah memang seharusnya kita harus lebih dekat--" Belum selesai aku berbicara tiba-tiba jihan memeluk ku.


"Terima kasih kak, kak ethan benar.. kamu sangat baik." Ucap jihan setelah melepas pelukan ku. Sungguh manis, tiba-tiba aku teringat seandainya adik ku hidup mungkin sekarang berusia delapan tahun.


Meskipun aku masih sangat bingung dengan apa yang terjadi tapi terlihat begitu jelas bahwa memang jihan yang terbaik untuk ethan. Semoga memang ini yang terbaik untuk mereka berdua.


Ya Tuhan... terima kasih, hari ini ada kejadian yang luar biasa. Pertama, pernikahan dion dan nattali. Lalu, kabar pertungan ethan dan jihan. Sungguh... aku sangat bahagia hari ini.


"Apa kau bahagia?" Astaga... aku hampir melupakan bahwa disini juga ada dareel. "Sangat... aku sangat bahagia." Ucapku memeluk dareel.


"Aku juga bahagia jika melihat mu bahagia. Apapun yang kamu rasakan, aku juga merasakannya. Selalu tersenyum seperti ini, alana." Ucap dareel mencium pipi ku. Aku hanya mengangguk sebagai respon.


*


Kini pengantin bersiap-siap untuk melemparkan buket bunga pada semua tamu undangan yang telah hadir. Aku dan jihan bersiap-siap untuk menangkap bunga itu, ah iya... setelah perkenalan tadi, kami menjadi lebih akrab.


Aku menikmati semua pembicaraan ku dengan jihan. Dan ku rasa, dia memang memgasikkan untuk di ajak berbicara. "1... 2... 3... " Sorak semua orang.


"Jihan... wah, selamat." Aku bertepuk tangan melihat jihan dengan sigap menangkap bucket bunga yang di lempar oleh nattali. Jihan tertawa lebar mendapat bucket bunga itu, ku lihat dia menghampiri ethan.


Saat aku melirikkan mata ku kesana kemari, aku tidak menemukan keberadaan dareel. Kemana dia... bukankah tadi saat acara lempar bunga, dareel berdiri disini tidak jauh dari ku. Sekarang kemana dia pergi, aaah... mungkin dia di kamar mandi.


Saat aku berjalan menuju meja tersedianya kue-kue, tiba-tiba perut ku terasa sangat mual bahkan untuk melihat krim dari kue membuat ku bergidik ngeri, ada apa ini.


Aku berjalan cepat menuju kamar mandi dan menutup mulut ku. "Alana... " panggil dareel di belakang ku tapi aku tetap berjalan, sungguh aku tidak bisa menahan rasa mual ini.


Sesampainya di kamar mandi aku memuntahkan isi perut ku. Kenapa rasanya sangat mual seperti ini, apakah lambung ku kambuh. Tapi akhir-akhir ini aku makan dengan sangat teratur.


Dan anehnya, kenapa ketika aku melihat kue tiba-tiba perut ku mual. Padahal aku sangat menyukai semua jenis kue, terutama kue tart. Baiklah... untuk saat ini saja aku tidak memakan kue.


Setelah mengusap mulut ku dengan tisu, aku duduk di atas closet. Tunggu... bukankah ini tanggal akhir bulan? Aku segera mengecek kalender di ponsel ku. Benar ini tanggal akhir bulan. Dan aku baru menyadarinya bahwa tamu bulanan ku tidak datang.


...*****...


...TBC...

__ADS_1


Jangan lupa, vote dan komen ya teman-teman 😊


Terima kasih ☺😍


__ADS_2