Sekian Kalinya

Sekian Kalinya
DUA


__ADS_3

...Terkadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan untuk bersama, melainkan untuk belajar mengikhlaskan...


...♡♡♡...







Dareel POV


Aku berjalan memasuki kampus, seperti hari - hari biasanya aku mengajar di perguruan tinggi Jogjakarta. Disini aku dikenal sebagai dosen yang dingin dan jarang tersenyum.


Entahlah... hanya saja tersenyum bukan lagi hal yang mudah ku lakukan. Hanya satu orang yang bisa membuat ku tersenyum, sampai saat ini pun mengingatnya membuat ku bahagia.


"Pagi pak." Sapa salah satu mahasiswi, yang ku balas anggukan.


"Pagi Pak Dareel." Sapaan selalu datang padaku saat akan memasuki ruang kerja ku dan lagi - lagi ku balas hanya anggukan saja.


"Reel, nanti ikut gue ya beli hadiah buat Nattali. Sekalian gue mau beli arloji." Ajaknya pada ku saat aku baru mendudukkan pantat ku di kursi.


Ya dia sahabat ku, Dion Adelard. Kami bersahabat saat sudah lama, hanya dia yang paling dekat denganku dan mengerti masa laluku. Pembawaannya yang ramah, mandiri dan cerdas membuat sosok ini begitu di kagumi sebagai dosen muda terbaik di kampus ini. Sama seperti ku, beda nya aku tidak ramah, Karna memang aku tidak pandai bergaul.


"Gue gue.. Gue ikut juga, pakai mobil gue aja," sahut Edwin yang kami balas dengan anggukan.


Dia juga sahabat ku, Edwin Kendrick


Berbeda dari Dion yang ramah, Edwin memiliki sifat ramah sepuluh kali lipat dari Dion. Namun... dia hanya ramah kepada wanita, ingat !!! Kepada wanita saja. Bahkan seluruh kampus sudah tau, tidak ada lagi dosen yang centil selain Edwin. Aku mengenal Edwin 2 tahun lalu saat aku baru kembali dari Singapura dan bekerja di perguruan tinggi ini.


Besok adalah hari pertunangan Dion dengan Kekasihnya, Nattali. Acaranya tidak mewah dan tidak mengundang banyak tamu, begitu kata Dion. Hanya keluarga - keluarga inti mereka dan sahabat Dion saja, Aku dan Edwin tentunya.


Pertunangan? Dulu 8 tahun yang lalu, saat aku berusia 18 tahun, aku selalu bermimpi bisa melangsungkan tahap hubungan yang serius seperti pertungan dan pernikahan dengan wanita yang sangat aku cintai dan kagumi saat itu. Tidak... bukan hanya saat itu, namun sampai saat ini aku masih sangat mencintai nya.

__ADS_1


"Reel, lo ingetkan dulu gue sering cerita ke lo.. Nattali punya sahabat yang ngebantuin gue biar bisa deket sama Natt. Itu loh yang Muka nya bule - bule gimana gitu." Dion berbicara padaku, dan aku menduga bahwa wanita yang dimaksud Dion itu besok akan menghadiri acara tersebut.


"Hemm gue inget," jawab ku, tidak tertarik dengan topik pembahasan ini.


"Oh ya gue belum kasih tau namanya siapa, Namanya Alana."


"A-Apa?" Aku terkejut, pikiran ku mulai tak karuan. Ah aku tidak boleh seperti ini, mungkin nama yang sama, bukan dia. Ya semoga saja.


"Gue tuh udah lama punya rencana sama Nattali mau kenalin kalian berdua, cuma ya lo tau kan gue sama Nattali aja LDR, jadi yaa gimana kita bisa ketemuin kalian berdua. Jadi besok tuh saatnya lo ketemu sama dia, siapin aja diri lo. Belajar senyum, belajar ngomong. Alana anaknya dingin banget, sebelas dua belas kayak lo." Penjelasan panjang lebar dion membuat ku tidak fokus, namun apa katanya tadi, Dia memiliki sikap dingin, Itu bukan Alana yang ku kenal.


Ya, Alana yang ku kenal sangat ceria bahkan dia bisa berbica sepanjang hari tanpa berhenti. Tidak sadar kini aku tersenyum hanya dengan mengingatnya.


"Tenang bro, selama ada gue semua terkendali. Apa yang mau di make over dari dosen tertampan Bapak Dareel ini... Heem muka sudah oke, masalah ngomong ke cewek itu serain ke gue biar gue nanti yang ngajarin manusia es ini".


"Lo emang jago nya masalah cewek ke cewek," sahut Dion menimpali ucapan edwin.


"Terserah, terserah." Putus ku saat melihat edwin akan menyahuti ucapan Dion, bila tidak segera ku akhiri pembicaraan ini, maka perdebatan akan segera dimulia.


*


Saat setelah aku mengisi materi, kami pergi ke mall. Karna Edwin tidak jadi ikut, sehingga kami berdua saja yang berangkat. Aku dan Dion.


Ya, dia adalah Alana Lovata. Dia wanita yang sangat kucintai yang membuat hari - hari ku bagai surga, penuh warna dan kebahagian. Hingga sampai saat ini pun perasaan ini masih sama seperti dulu. Namun, aku meninggalkan surga itu, aku meninggalkan Alana karna aku tau gadis seperti dirinya hanya akan terluka bila selalu bersama dengan lelaki seperti ku.


Dia putri tunggal dari pengusaha terkenal di Indonesia bahkan di seluruh Asia, Surya Abraham. Sedangkan diriku, anak yatim piatu yang tidak memiliki apa - apa, bahkan rasanya sangat tidak pantas untukku saat itu berjalan, tersenyum dan bergandengan tangan dengan Alana.


"Reel, lo kenapa? Dari tadi pagi diem aja. Karna Alana? Lo takut Alana yang gue maksud tadi adalah Alana wanita yang lo tinggalin dulu?" Tanya Dion langsung tau apa yang aku pikirkan. Memang hanya Dion dan Edwin yang tahu tentang masalalu ku, aku menceritakan semuanya kepada mereka karna bagiku merekalah yang saat ini terdekat dengan ku dan kami bertiga hampir memiliki kisah yang sama.


"Apa menurut lo, suatu saat nanti gue ketemu Alana. Apa dia benci gue? Apa gue pantes berdiri di depan dia?".


"Menurut gue lo pantes untuk di benci Reel, tapi semisal lo di hadepin situasi dimana lo akan ketemu Alana. Satu, lo jangan pergi lagi. Lo pernah bilang kan kalau lo akan cari Alana, lo gak peduli sama Papanya, lo akan tetep ada di samping Alana. Lo percaya takdir kan? Kalo emang Alana takdir lo, pasti ada jalan untuk kalian berdua". Ucap Dion membuat ku sedikit memiliki harapan.


Benar kata Dion, seharusnya dari dulu aku tidak meninggalkannya dan tetap berada disampingnnya.


* Flasback on


8 tahun lalu

__ADS_1


Saat pulang latihan basket, didepan gerbang sekolah Pak Surya, tepat nya Papa Alana sedang menunggu ku. Aku tau beliau adalah Papa Alana karna aku sering melihatnya saat mengantar Alana pulang.


"Kamu Dareel Aldari?" Tatapan tajam dan raut tidak suka itu terpampang jelas di wajahnya saat menyebut nama ku.


"Benar pak, saya Dareel." Tangan ku ter ulur untuk bersalaman, namun beliau menghindar. Aku tetap tersenyum, pikir ku mungkin ini hal yang biasa terjadi saat seorang Ayah bertemu dengan Kekasih putrinya.


Ya benar, aku dan Alana sudah berpacaran sejak setahun lalu. Dia merupakan adik kelas ku, kami terpaut usia satu tahun.


"Ikut denganku, ada yang ingin ku bicarakan," ucap Pak Surya padaku.


Saat ini aku berada di mobil mewah milik Pak Surya, aku merasa tidak nyaman namun aku juga berusaha agar terlihat baik - baik saja.


"Dengar, saya tau kamu dekat dengan Alana. Tapi apa kamu sadar siapa kamu dan siapa Alana?" Pertanyaan yang membuatku terkesiap beberapa detik. Belum sempat aku menjawab, beliau sudah berbicara lagi.


"Kamu adalah anak angkat dari Arnold Agler seorang Pejudi yang menjadi buronan polisi, dia adalah pamanmu. Dan apa kamu tau berita yang tersebar luas tentang perselingkuhan ku?" Terang Pak Surya, membuat ku terkejut. Lalu, apa hubungannya antara paman ku yang seorang buronan dengan kasus perselingkuhan papa Alana.


"Baiklah, sekarang aku akan menawarkan negosiasi padamu. Dari kecil pamanmu lah yang merawat dan membesarkan mu, sekarang dia bersembunyi dan menjadi seorang buronan. Aku akan membantumu dan paman mu itu agar kalian bisa terbebas dari incaran polisi dan bisa tinggal dengan layak" Penjelasan Pak surya lagi - lagi membuat ku curiga, apa yang di maksud orang ini. Apa dia akan mengancam ku, atau.. entahlah.


"Lalu tentang perselingkuhan ku, Kamu sangat mencintai Alana kan? Kamu pasti tidak mau membuat hidup Alana menderita." Memang benar, kasus perselingkuhan Pak Surya sudah tidak asing lagi di telinga ku. Seluruh penjuru sekolah mengetahui itu, bahkan semua guru pun tau. Karna Papa Alana salah satu donatur di sekolah kami.


"Apa maksud anda berbicara seperti itu?" Aku masih tidak mengerti dengan keadaan ini.


"Saya tidak akan menyakiti Alana dan bundanya bila kamu meninggalkan dia. Pergilah ke luar negeri bersama paman tidak berguna mu itu, tinggalkan Alana. Jika kamu tidak meninggalkan Alana dan tidak meninggalkan negara ini, maka saya akan menceraikan bunda Alana dan mengusir mereka berdua dari rumah saya. Itu akan membuat Alana hancur, kamu paham maksud saya?" Sungguh, apa yang ada didepan ku ini benar - benar seorang ayah. Kenapa dia melakukan ini, kenapa dia akan menghancurkan keluarganya sendiri.


"Apa yang anda katakan, Alana.. dia, dia sangat menyayangi anda. Dan bundanya, dia istri anda. Apa karna anda tidak suka kepada saya, lalu anda membuat hidup keluarga anda hancur?" Aku tidak habis pikir apa yang dia katakan, sungguh dia bukan seperti seorang ayah.


"Tidak hanya padamu, tapi pada semua keluargamu, aku membenci kalian semua. Dekat dengan Alana, sama saja aku merendahkan status sosial dan keluarga ku. Dan jika kamu tidak meninggalkannya, tidak hanya Alana dan bundanya yang akan ku hancurkan tapi keluarga satu - satunya yang kamu punya, paman mu, aku akan menghancurkannya juga. Dengar, aku tidak pernah bermain - main dengan ucapanku. Tinggalkan Alana dan hiduplah di luar negeri atau tetap bersama Alana tapi kau akan melihat kehancuran dan tersiksanya dia".


Flasback off


Lamunan ku buyar saat aku dan Dion sampai di sebuah mall, tujuan kami. Entah mengapa hari ini aku sangat merindukan Alana, delapan tahun dan setiap harinya aku selalu merindukannya tapi ini berbeda. Aku merasa bahwa kami ada di lingkungan yang sama.


...******...


...TBC...


Vote and comen please 😊

__ADS_1


Thank you all 🥰


__ADS_2