Senja Milik Rebecca

Senja Milik Rebecca
eps 11. Sendu


__ADS_3

Rubik tiba dirumahnya.


Jduakk


Ia menutup pintu utama dengan keras.


Angga dan Wilson yang sedang asik menoton tv di ruang tamu terkejut bukan main.


"Waduh my bidadari kenapa tuh." Bisik Wilson di dekat telinga Angga.


"Abis gelut kali."


"Ngadi ngadi lo."


"Lha terus kok nangis?" tanya Angga.


"YA MANA GUE TAU, KENAPA GA LO TANYA DIA AJA TADI." Teriak Wilson kesal kepada temannya itu.


Rubik menaiki anak tangga menuju kamarnya dengan air mata yang terus saja mengalir tak mau berhenti, ia membuka pintu kamarnya lalu dengan segera menutupnya.


Rubik menangis tanpa suara dengan membungkus dirinya dengan selimut tebal, sakit dan lega yang ia rasakan.


Andai saja kekasihnya itu tidak berselingkuh dengan sahabatnya dulu, mungkin saja Rubik masih punya teman untuk berbagi keluh kesahnya seperti dulu.


Namun siapa juga yang bisa menebak takdir, semua sudah terjadi begitu adanya.


"Hikss sakit banget hati gue." Tangis Rubik di balik selimut tebal nya.


***


"Mamahh!" sapa papa Alex yang sedang berdiri tepat di samping mobil nya, laki-laki paruh baya itu sedang menunggu sang istri untuk pulang bersama.


"Eh papa, sudah lama nunggu?" balas mama Debora dengan jaket putih yang ia gunakan.


"Lumayan sih ma, tadi di kantor agak senggang soalnya."


"Lho kok nggak masuk aja nunggu di kantor mama."


"Nunggu disini juga ngakpapa kok, ma." Jawab pak Alex dengan mengelus kepala istrinya yang tampak sudah lelah itu.


"Yah maafin mama ya pa, jadi nunggu lama deh."


"Apasih yang enggak buat mama." Pak Alex mencium kening istrinya lalu membukakan pintu mobil untuk sang nyonya.


"Silahkan masuk istriku tercinta." Goda pak Alex sambil membungkukkan badan mempersilahkan mama Debora masuk.

__ADS_1


"Makasih ya pa."


Mama Debora masuk ke dalam mobil lalu di susul dengan papa Alex, mereka pulang menuju rumah yang jarak nya lumayan jauh itu.


"Mama capek ya?" pak Alex memecah keheningan dalam mobil.


"Nggak terlalu sih pa, tapi ya lumayan." Jawab mama Debora.


"Papa laper, mau mampir ke restaurant dulu atau langsung pulang ma?"


"Langsung pulang aja, pa. Kasian anak-anak pasti udah nunggu." Jawab mama Debora sambil memejamkan mata karena lelah, pak Alex menuruti keinginan istri tercintanya itu.


25 menit berlalu mereka tiba di rumah besar miliknya, dengan segera pak Bram yang sudah menunggu kepulangan tuan dan nyonya-nya membukakan pagar besi hitam dan megah itu.


"Selamat malam, tuan." Sapa pak Bram dengan membungkukkan badannya.


"Malam, pak." Mama Debora membalas sapaan pak Bram juga dengan sedikit anggukan.


Bu Sri yang sudah tau jam kepulangan bosnya itu sudah menunggunya di depan pintu.


Bu Sri selalu membukakan pintu ketika ia mendengar suara mobil milik tuannya masuk garasi.


"Jaketnya saya bawakan, nyonya." Bu Sri menawarkan diri untuk membawakan barang barang yang di bawa oleh kedua bosnya, mama Debora tersenyum ramah kepada perempuan yang hampir sudah tua itu.


"Terimakasih mbok sri," kata mama Debora.


"Ya Tuhan mama kangen banget, nak." Ucapnya sambil memeluk Wilson dan Angga yang saat ini sedang berdiri tepat di depannya.


Setelah mereka cukup berpelukan, Wilson dan Angga mencium tangan mama Debora dan pak Alex, meskipun mereka adalah orang tua temannya, Wilson dan Angga sudah di anggap anak oleh mereka.


Mereka selalu menyambut mereka dengan hangat seperti keluarga sendiri, itu sebabnya Miko selalu betah disini.


"Sudah lama disini, nak?" tanya mama Debora kepada duo sejoli itu.


"He he he baru tadi sore sih tante." Jawab Wilson tersipu, andai saja mama Debora ini masih seumuran dengannya, pasti sudah ia sikat lebih dulu daripada pak Alex.


"Em anu tante, mau minta izin nginep disini sehari aja." Kata Angga.


"Loh kok cuma sehari? Seminggu aja ngakpapa, nak." Balas mama Debora.


"Ha ha ha iya disini aja sama Yosia." Sahut pak Alex dengan tawanya.


"Eh iya aduh jadi enak." Canda Wilson.


"Yaudah nak kalian ke atas ya, tolong panggil Yos sama kak Rebecca buat makan malam." Kata mama Debora.

__ADS_1


"Iya, kita makan malam bareng-bareng, cepet panggil." Sahut pak Alex yang langsung mendapat anggukan dari duo sejoli itu.


Wilson dan Angga bergegas menuju kamar Yos, sedangkan pak Alex dan mama Debora menuju kamarnya untuk membersihkan diri sebelum makan malam.


"Heloo everybodyy!" teriak Wilson sambil masuk ke dalam kamar Yos, seluruh manusia di dalam kamar Yos terkejut dibuatnya.


"Anu gaes nyokap lo baru dateng terus nyuruh kita buat makan malam." Sahut Angga.


"Wahh mami udah datengg rupanya." Miko segera membersihkan tubuhnya karena dari tadi ia hanya rebahan saja.


Wilson mendekati Yos sedang asik bermain game di ponselnya, "Kakak lo kenapa Yos?" Bisik Wilson.


Angga yang mendengar bisikan Wison langsung ikut menimbrung, "Iya kenapa tuh?"


"Emang kenapa?" tanya Yos yang pandangannya tetap fokus pada ponselnya.


"Itu tadi dari luar buka pintu kenceng banget buset."


"Mana kata Angga abis gelut lagi." Jawab Wilson.


"HAH!" Yos kaget bukan main, ia menghadapkan tubuhnya ke arah duo sejoli itu lalu mulai menginterogasi mereka.


"Lo tau dari mana?"


"Itu kejadiannya jam berapa?"


"Lo tau nggak dia pergi sama siapa?"


Banyak pertanyaan Yosia yang penasaran namun tak ada jawaban yang pasti dari duo sejoli itu.


"YA MANA GUE TAU BGST, INI GUE DISINI JUGA MAU TANYA SAMA LO!" Wilson geram bukan main.


"Tau tuh, ini kita nanya malah balik nanya. Waras loe?" sahut Angga tak kalah geram.


Yos menutup game dalam ponsel nya lalu menghampiri kamar kakaknya, Wilson dan Angga ternyata juga mengekori Yosia dari belakang.


Saat ini Yosia dan duo sejoli sudah di depan pintu kamar Rubik, Yosia mengetuk pintu namun tak ada balasan apapun.


"Hey Rubik ku yang manis, yuk makan!" ajak Yosia di balik pintu kamar Rubik, namun tidak ada suara apapun dari dalam kamar.


Yosia tetap setia mengetuk pintu kamar Rubik, disisi lain laki laki itu cemas karena mendapat laporan yang kurang mengenakkan dari duo sejoli barusan.


"Kak Rebeca! Yuk makan." Suara Wilson yang sengaja dibuat imut olehnya.


Na'as tetap tidak ada jawaban.

__ADS_1


Pyyarrrr


__ADS_2