
"Brengsek lo! disebelah mana sekarang lo gue samperin!"
"Arah jam 12."
"Maneh te bodoh pisan eu, gue mana tau lo ada di sebelah mana, enak banget itu mulut arah jam 12 aja."
"Hahaha becanda, sayang. Aku ada di gazebo blok 4c sebelah tempat sampah."
"Najis lo pake aku aku segala." Angga langsung mematikan ponselnya lalu berganti untuk menghubungi Yosia.
"Miko udah tau belum?" tanya Yosia di seberang telepon.
"Belum kayanya, coba lu telpon."
Yosia juga silih berganti untuk menghubungi teman-temannya, kali ini Miko yang ia hubungi.
Kali ini ketiganya berjalan mengendap-ngendap untuk menuju lokasi Wilson berada.
Sudah seperti intel yang menyamar mereka hampir tiba di dekat Ocha. Sudah bisa dilihat Wilson yang sedang duduk terlungkup di bawah tempat sampah besar supaya auranya tidak nampak oleh pasangan dua yang sedang berkhianat itu.
Wilson mengangkat tanganya memberi isyarat kepada Yosia kalau ia akan menuju ke tempat Yosia di balik gazebo bersama para member yang lainnya.
__ADS_1
Yosia dan Miko berada di balik Gazebo, disamping Ocha & Dixon sedang duduk. Sementara Angga berada di balik pohon mangga besar di samping Yosia & Miko.
Tidak terlalu jelas apa yang di bicarakan dua penghianat Ocha & Dixon tapi, sepertinya mereka sedang membahas sesuatu yang menyenangkan. Bisa dilihat dari raut wajah Ocha yang tersenyum sumriah seperti tidak mempunya rasa bersalah.
Sering kali tangan Dixon meraih dan mengelus rambut Ocha. Bahkan Dixon yang merapikan anak rambut Ocha ketika terterpa angin.
Selayaknya dunia hanya milik berdua mereka tidak segan untuk bermesraan di khalayak umum, apa boleh buat jika sedang jatuh cinta?
Banyak manusia bukan jadi halangan untuk saling menggoda, dunia milik kita yang lainnya hanya sekedar ngontrak. Begitu kira-kira fikirnya.
Yosia sedikit terkejut, Ia masih belum bisa percaya apa yang terjadi di depannya. Ia masih mencoba berfikir positif meskipun susah untuk dilakukan.
Sering kali Ocha merobohkan kepalanya dengan manja di bahu Dixon, balasan dengan mengelus kepala Ocha tidak kalah mesra.
"Dasar wanita gila!"
Yosia merutuki Ocha yang membuatnya jijik dengan kelakuannya. Tanganya mengepal seakan siap meninju keduanya, namun Miko tidak berhenti untuk menahan emosi Yosia.
"Jhon telpon kakak lo sekarang."
"Gue nggak tega, lo aja!"
__ADS_1
Miko merogoh sakunya lalu menghubungi Rebecca.
Panggilan terhubung, "Hm."
Miko menarik nafas dalam-dalam lalu melancarkan aksinya.
"Ha- halo kak Rebec, anu tolongin di gebukin di taman!"
"Hah? Siapa?" jawab Ocha dengan panik.
"Yosia! Yosia di gebukin orang ini sampai hampir mampus dia." Yosia yang awalnya emosi dengan raut wajah yang tegang menoleh ke arah Miko dengan wajah datar, Ia menaikan satu alisnya mengisyaratkan, "Maksut lo apa?"
Miko menutup mulut Yosia supaya laki laki itu tidak bersuara.
"Kak Rebecca cepat kesini! Yosia udah gak sanggup katanya."
"Hah aduh- di taman sebelah mana?" tanya Rebecca sudah cemas tak karuan.
"blok 4c deket tempat sampah yang besar, ditunggu ya kak!"
**
__ADS_1
Panggilan di akhiri, Rebecca bergegas turun kebawah lalu memakai sepeda motor CRF milik Miko, Ia mengendari diatas rata rata. Meskipun hubungannya dengan Yosia sang adik tidak terlalu berjalan baik, namun Rebecca tetap menyayangi Yosia dengan caranya sendiri.
Siapa juga yang tahan jika saudara sedarahmu tertimpa musibah, apalagi seseorang meninjunya hingga mampus, bukankah kamu juga ingin membalas meninjunya?