Senja Milik Rebecca

Senja Milik Rebecca
eps 25. Senda yang Banyak Gurau-nya


__ADS_3

"Yossss Yosiaa!!!" Panggil Angga dan Wilson yang saat ini sedang berdiri di depan pintu rumah Yosia.


Tidak lama mereka berdiri disana Miko datang membukakan pintu, "Buset masih jam berapa ini gaes," katanya.


"Tau nih, dia aja jemput gue jam 4 an." Angga menoleh ke arah Wilson.


"Cielah daripada telat mending dateng paling awal."


"Iya awal sih awal john, tapi ini masih jam 4, bisa tekor kita nunggu 1 jam."


"Daripada telat gue bilang."


"Masalah beginian aja gercep lo, giliran masuk sekolah telat mulu," sahut Miko.


Wilson dan Angga masuk ke dalam rumah Yosia tanpa disuruh lalu di buntuti oleh Miko di belakangnya.


Mereka naik menuju kamar Yosia, Yosia yang baru saja selesai mandi kaget mendapati Wilson dan Angga yang sedang berbaring di atas kasurnya.


"Lhaa kamprett dari komplek mana nih." godanya.


"Tau nih para bujangan semangat bener," sahut Miko.


"Emang gini, kalo mau baik sama orang jangan setengah setengah, kita janjian jam 5 gue dateng jam 4," kata Wilson penuh percaya diri.


"Angga juga tumben nggak molor?" tanya Miko kepada Angga yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Gue ngikut dia aja," Angga menunjuk ke arah Wilson "kasian ya kakak lo, daripada sama si curut Dixon itu mending juga sama gue, nggak bakal gue sakitin asli." tambahnya.


"Ha ha ha lo coba deh John." Tawa Yosia pecah mendengar harapan Angga.


"Emang ngapapa, yos?" tanya Angga polos.


"Ya gapapa, emangnya kenapa? Toh kakak gue ngga akan mau."

__ADS_1


"Sial*an!"


Wilson membuka suara dan menepuk pelan pundak Angga.


"Langit itu harus dipandangi sebagai langit, mana boleh ingin memeluknya."


"Ngeri ngeri sedap."


"Noh mampus kena ulti."


"He he he menusuk," Angga memegangi dadanya paling kiri dengan senyum miris.


Dirinya sadar jika yang di katakan Wilson adalah benar adanya. Siapa juga yang mampu memeluk langit? Sungguh aku tak mampu.


Memang benar jika sesuatu yang indah hanya bisa dipandangi dari jauh saja.


Heyy khayalanmu yang biasa biasa saja, kalau kalau realita tak sesuai ekspektasimu, sakitmu nanti tak akan terlalu.


Yosia yang baru selesai mandi tadi hanya menggunakan boxer hitam tanpa baju, dadanya yang bidang ia biarkan terbuka. Jika di rumah, Yosia memang sering tidak memakai baju, sukar katanya.


"Busettt ngeri johnn." Miko tertawa mendengar ajakan Wilson yang sok iya itu.


"Ah iya tuan rumahnya gimana sih kok ngga di suguhin makanan."


Yosia duduk di sofa kamarnya, tangannya sibuk menari nari diatas ponsel mencari nama seseorang yang bisa ia hubungi.


"Tau tuh siapa sih tuan rumahnya," lanjut Angga.


"Oouuu tenang tenang, lo semua kalo laper tinggal turun aja, ambil semua makanan yang ada di kulkas, jangan sungkan sungkan anggep aja ini rumah sendiri oke" Kata Wilson panjang lebar.


Yosia mendengar ocehan Wilson hanya tersenyum simpul, dirinya paham betul bahwa ini semua adalah sebuah kode.


"Halo mbok tolong buatin nasi goreng 5 porsi."

__ADS_1


"Baik tuan."


"Kalo sudah tolong anter ke kamar ya mbok, minumnya air putih aja."


"Baik tuan."


Yosia menutup panggilannya, "Tenang tenang, tuan rumah yang ganteng baik hati dan tidak sombong ini sudah meng-otw-kan nasi goreng untuk para tamu yang tak tahu diri ini."


"Kok air putih sih yos, dirumah lo nggak ada teh atau apa gitu?"


"Masa iya nasi goreng sama air putih, nggak klop mereka."


"Betull! kasih teh anget beuhhh sedap."


"Busettt lo kira rumah gue warteg."


Miko tertawa mendengar ocehan Angga dan Wilson, mereka memang sering begitu, selalu ada ada saja.


"John gue mandi dulu ya" gedor pintu gue kalo nanti nasi gorengnya udah mateng." Miko masuk ke dalam kamar mandi dengan handuk di bahu kanannya.


Saking seringnya Miko menginap ia sudah punya handuk pribadi, jangankan handuk, setengah boxer miliknya saja sudah ia angkut di bawa ke rumah Yosia. Untuk dunia perkaosan ia tidak perlu repot repot, cukup memakai punya Yosia saja sudah tidak akan ada habisnya. Toh Yosia jarang memakainya, Yaaa meskipun harus perang dulu sebelum ia pakai.


Kamar mandi di penuhi suara Miko yang sedang bernyanyi. Entah apa yang di nyanyikannya samar samar tidak jelas karena balapan dengan bunyi air kran.


"Busettt suaranya ngga ngalor ngga ngidul," kata Angga sambil tertawa mendengar nyanyian Miko, Wilson yang saat ini sedang fokus membaca buku saja juga tertawa mendengarnya.


"Miko kalo nyanyi makin kesini makin kesana."


"Ha ha ha jangan kaget dia emang gitu orangnya." Balas Yosia.


Yosia sudah biasa jika mendengar nyanyian Miko dari dalam kamar mandi yang tak jelas kemana arahnya itu, "Biarin aja udah biarin." Tambahnya lagi.


20 menit berlalu hanya mendengar nyanyian Miko dengan Backsound suara air kran.

__ADS_1


tok tok tok


Seorang mengetuk pintu kamar Yosia.


__ADS_2