Senja Milik Rebecca

Senja Milik Rebecca
eps 5. Menawan


__ADS_3

Sementara itu di lain ruang dan waktu.


"Maaf pak, 10 menit lagi Bapak ada rapat dadakan dengan Pak Candra di ruang meeting." Ucap seseorang berbadan ramping dan seksi.


"Oh ya terimakasih, tolong nanti ingatkan lagi."


"Baik pak." Kata Bu Maria dengan membungkukan badan lalu segera pergi.


Bu Maria adalah Sekretaris pribadi Pak Alex, bisa dibilang Pak Alex akan selalu membutuhkan Bu Maria untuk bisnisnya.


Bu Maria yang selalu mengingatkan jadwal dan apapun yang akan di lakukan Pak Alex selanjutnya.


Dimata Pak Alex tidak ada yang lebih dari sebatas rekan kerja, laki-laki paruh baya itu mengakui bahwa memang ia membutuhkan Bu Maria sebagai partner kerjanya, hal itu karena ia seorang yang pelupa. Bahkan sudah akut pelupanya.


Dengan jas merah yang rapi tanpa ada lecet sedikitpun laki laki paruh baya itu berjalan keluar menuju ruang meetingnya.


Ia berjalan dengan di buntuti Sekretaris pribadinya, Bu Maria. Mereka sedang berjalan menuju tujuan yang sama yaitu ruang meeting.


Tidak seperti biasanya ruang kantor yang lumayan sepi jarang karyawan yang mondar mandir di sana, mungkin ini hari mereka giat bekerja.


"Maaf pak," Bu Maria menghentikan langkah Pak Alex, tiba-tiba ia berdiri tepat di hadapan Pak Alex lalu meraih dasi bosnya itu yang sedikit miring.


Mereka berhadapan satu sama lain, jarak keduanya dekat hampir tidak ada sekat.


Pak Alex hanya diam menuruti, sesekali ia melirik Bu Maria yang sedang fokus dengan dasi miliknya.


"Terimakasih." Kata Pak Alex lalu segera melanjutkan langkahnya.


"Ya pak sama-sama, sudah menjadi kewajiban saya." Jawab Bu Maria dengan menyelipkan anak rambutnya ke telinga.


Tiba mereka di ruang meeting.


Rapat sedang berlangsung seperti yang di harapkan.


1 jam berlalu begitu cepat.


"Baik pak, terimakasih atas kerja samanya." Ucap seorang pemuda tampan berambut hitam pekat sambil berjabat tangan dengan Pak Alex.

__ADS_1


"Ya, sama-sama Pak Candra semoga bisnis ini berjalan dengan lancar." Jawab Pak Alex.


Keduanya bersama sama membungkukkan badan untuk menghormati satu dengan yang lain lalu meninggalkan ruang meeting.


"Terimakasih Pak, hati-hati di jalan." Tambah Bu Maria kepada Pak Candra sebelum meninggalkan ruang meeting yang segera di balas senyum dan anggukan.


Pemuda yang sukses dalam bisnis dan tampan adalah Pak Candra, perusahan mana yang tidak tahu dan tidak pernah bekerja sama dengan perusahan penerbit buku Jaya Abadi milik Pak Candra ini, semua hampir pernah bekerja sama denganya. Di tambah lagi karena ia memang pemuda yang pandai mengelola bisnis.


Sudah tampan, sukses pula. Wanita mana yang tak menggila.


Disisi lain sekolah SMA Harapan Bangsa sedang hening, kelas 11 ips 3 sedang mengadakan ulangan harian yang diadakan secara dadakan.


Mereka sedang berperang dengan isi kepalanya masing-masing, tidak ada yang tahu isi hati Pak Irawan yang kadang mengajar atau tiba-tiba mengadakan ulangan harian dadakan.


"Sianyingg susah banget kampret." Gerutu Yos yang sepertinya sudah tak sanggup melihat banyaknya angka yang berbaris di depannya.


Satu lembar jawaban milik Yos masih kosong belum terisi jawaban apapun, dia tidak tahu harus mengisinya dengan jawaban apa.


"Yos lo pasti bisa!" ucap Yos kepada diri sendiri, dengan pensil ditangannya ia mulai memilih nomor berapa yang akan ia kerjakan lebih dulu.


"Okehh! nomor satu susahh, lewati dulu, nomor dua juga susah, skip. Kita liat nomor 3, hm."


"Lah ini matematika ngapain bawa bawa-nebula segala, mana f x f x apaan ga ngerti euuu." Ucap Yos menyerah.


"Ini Papa gimana sih, harusnya bakat ngitung diwariskan ke gue biar ga repot repot kaya sekarang, mana lembar jawaban belum keisi."


Sudah di pucuk binggung, Yos tidak tahu harus menjawab apa.


Tidak mau ambil pusing, ia membereskan mejanya yang sedikit berantakan lalu menata selembar kertas soal dan jawabannya menjadi satu dan di letakkan di ujung mejanya.


Yos meletakkan kedua tanganya di atas meja untuk menjadi bantal ia tidur.


Disebelah kanan meja Yos ada Wilson yang sedang serius dengan soal matematikanya.


"Hahaha si kampret sosoan ngitung, padahal ngerti rumus juga kaga." Kata Yos sambil menghadap ke arah wilson dengan kepala tiduran diatas meja.


Yos memejamkan mata tidak memikirkan soal yang tidak karuan jawabannya itu, siapa sangka jika ia malah tertidur.

__ADS_1


25 menit berlalu dengan hening.


"5 menit lagi!" teriak seorang guru berambut sedikit putih di depan kelas yang membangunkan Yos dari tidur siangnya.


Yos terkejut bukan main, sudah tinggal 5 menit lagi tapi lembar jawaban miliknya masih kosong plong.


"Waduh waduh waduhh kacauuu." Ucapnya.


"Ah bodoamat gue tulis lagi aja soalnya, kan penting ke isi." Tidak ragu Yos menulis ulang soal ke dalam lembar jawaban miliknya.


Pak Irawan berdiri di depan kelas dengan pengaris kayu di tanganya. "Waktu selesai, tolong kumpulkan!"


"YASH SELESAI!" dengan senyum yang percaya diri Yos mengumpulkan lembar jawabannya.


"Wah gila susah banget coy," kata Wilson sambil memasukkan buku ke dalam tas miliknya.


"Susahnya emang pake banget, mana tadi gue kode kode Yos dia nggak denger lagi." Sahut Miko yang tampak kesal karena diabaikan.


"Lah mana gue tau kimak, orang gue dari tadi tidur," jawab Yos enteng.


"Sianying sempet sempetnya tidur emang lo udah jawab?"


"Udah! gue tulis ulang aja soalnya." Balas Yos sambil menenteng tas miliknya.


"Keren nih panutan!" sahut Wilson bangga kepada sahabatnya itu, sudah tidak mengejutkan lagi jika Yos begitu, memang tidak suka ribet anaknya.


Satu persatu murid keluar dari kelasnya, lorong sekolah mulai sesak di penuhi mereka yang terburu buru untuk pulang.


Begitu juga dengan Yos dan kawan-kawan yang sedang berjalan menyusuri anak tangga, geng empat sekawan itu yang selalu menjadi pusat perhatian baik murid maupun guru.


Empat sekawan yang menawan di mata sesama murid, terutama kaum hawa. Terlebih lagi ada Wilson yang tampan sedikit ke bule bulean, Angga si humoris yang kebangetan, dan Miko sipaling tebar pesona.


Dan empat sekawan versi bandel di mata guru.


Gimana enggak kalau Wilson dan Angga adalah pasangan klop yang sering terlambat datang ke sekolah, saking seringnya terlambat pak satpam sudah hapal sama baunya.


Datang terlambat, pulang minta cepat.

__ADS_1


"Yos nanti jangan lupa ya!"


__ADS_2