
Gadis itu telah terbangun dari tidurnya dan telah mempersiapkan diri, sebenarnya ia tidak bisa tidur nyenyak tadi malam karena hari ini adalah hari pertamanya sebagai mahasiswa. Ia baru saja lulus dari SMA dan mengikuti tes masuk perguruan tinggi, memang sangat sulit tapi ia menjadi salah satu orang yang beruntung dan di terima di sana.
“Sofi, ayo cepat!” ucap Diori sambil melangkah menujuh mobilnya. Laki-laki tinggi dengan rambut dan mata berwarna coklat, berhidung mancung dengan garis rahang yang tegas, bibir merah serta sebuah lesung pipi di sebelah kanan, kulitnya yang tidak terlalu putih dan tidak terlalu gelap membuat banyak wanita menoleh dua kali saat melihatnya.
__ADS_1
”Iya, kak Dio tunggu!” jawab gadis yang berumur tiga tahun lebih muda darinya, Sofi berlari sambil membawa tasnya.
“Hari ini, jangan terlambat kau harus ikut ospek.” Diori menjelaskan sambil menjalankan mobilnya, Sofi hanya mengangguk dua kali menangapi ucapan kakaknya itu.
__ADS_1
“Ingat apa kata kakak semalam?” Diori menatap wajah adiknya yang terlihat polos itu, Sofi mengangguk cepat, ia takut Diori akan marah.
Hanya perlu waktu tiga puluh menit mereka sudah tiba di salah satu kampus negeri terkemuka. “Ikutlah ke barisan.” Diori menunjuk barisan siswi dan siswa yang berdiri di lapangan.
__ADS_1