
“Maafkan aku Sofi aku
hanya menganggapmu sebagai adikku.” Seketika jantung Sofi seakan ingin
terlepas, napasnya tiba-tiba terasa sesak.
“Tapi kemari itu apa?”
Sofi menatap Aktara dengan binggung, baru saja kemarin laki-laki itu
menciumnya, mengatakan bahwa ia sangat mencintainya, dan mengatakan ingin
menikahinya, memperlakukanya penuh kasih kasang.
“Kemarin itu kesalahan.”
jawab Aktara datar, Sofi mengangguk cepat ia mencobah menguatkan diri, walau
sebenarnya dia sudah hancur sehancur-hancurnya.
“Maafkan Sofi kak.”
gumam gadis itu, kemudian berjalan menuju jalan raya. Air matanya terus menetes
membasahi pipi Sofi.
Aktara mengepal
tanganya, ia benar-benar menyesal melakuknanya, sebenarnya ia sangat mencintai gadis
itu, tapi
Aktara tidak punya pilihan, hanya ini satu-satunya cara untuk
membantu keluarga Sofi dan keluarganya, agar ayahnya segera keluar dari
penjara, dengan cara Aktara harus menikahi Melisa anak pemilik perusahaan
tempat ayah Sofi bekerja, ayah Melisa berjanji akan membebasakan Ayah Sofi dan
mengembalikan nama baiknya.
***
Flas Back on
Melisa melangkah bersama
Lucas menenui Anisa dan Aktara di rumahnya
“Kami datang untuk
memninta pertanggung jawaban Aktara karena telah menghamili anak saya.” ucap
Lucas datar, Anisa mendadak merasakan pusing setelah mendengarkan itu semua.
Aktara yang baru keluar
dari kamarnya, segera menghampiri Anisa, “Pergi kalian!” Aktara benar-benar murkah
sekarang, apa sebenarnya yang diinginkan Melisa dan Lucas yang tiba-tiba datang
__ADS_1
menemui ibunya.
“Ta, apa benar kamu
menghamili Melisa?” Anisa berbisik lemah,
“Tidak Ma, mereka semua
berbohong.” ucap Aktara mantap.
Lukas yang mendengar
itu semua murka, ia hendak memukul Aktara tapi laki-laki itu segera menghindar
dan waktu Aktara ingin membalas Anisa dengan cepat memeluk anaknya dari
belakang.
“Aku akan melakukan
apapun Tara, asal kamu mau menikah dengan ku” Melisa memohon.
“Apapun?” gumam Aktara
kesal, Melisa mengangguk mantap.
“Aku akan mencabut
semua tuntutan atas om Abraham, om Median dan membantu perusahaanmu.” janji Melisa,
Anisa menatap gadis itu.
“Kamu bisa membebaskan
Aktara bisa melihat mata Anisa yang
menginginkan kebebasan suaminya itu. Bhkan Anisa terus memanggil manggil nama
Abraham setiap saat sejak suaminya itu di penjara.
Flas Back of
***
“Sofi, ada apa dek?”
Diori mengetuk pintu kamar gadis itu, ia sangat khawatir melihat wajah Sofi
yang sangat kacau saat pulang, andai saja kaki Diori telah sembuh ia sudah
mendobrak pintu kamar itu. Walau Diori telah belajar menggunakan tongkat tapi karena
rasa nyeri yang teramat pada kakinya, dokter menyarankan agar Diori tetap di
kursi rodanya.
"Dek, buka jangan buat kakak khawatir,"
masih tidak ada respon di dari dalam.
“Dek kakak mohon buka
__ADS_1
dek!” Teriak Diori, Sofi akhirnya membuka pintu itu, matanya terlihat bengkak,
Diori segera melajukan kursih rodanya menuju tempat tidur Sofi.
“Mau cerita,” bisik
Diori pada adiknyaa, Sofi mengeleng “Ingat sofi kita sudara, apapun masalahnya
aku akan selalu ada untuk kamu, kakak tahu kakak selalu mengekang kamu karena
kakak terlalu sayang sama kamu, tapi nanti jika kamu mendapatkan orang yang
bisa menyanyangi kamu lebih dari kakak maka kakak akan melepaskan adik kakak
ini.” Diori berusap sambil memegang tangan Sofi.
“Jangan pernah lepaskan
Sofi kak.” liri Sofi.
“Ada apa? Apa Tata
menyakiti kamu?” seketika tangis Sofi pecah ia memeluk kakanya erat, pertama
kali ia merasa jatuh cinta tetapi cintanya hanya menganggapnya adik.
“Maafkan kakak dek
harusnya kakak jagain kamu.” bisik Diori pada adiknya lembut. ‘Kakak tahu Tata melakukan itu
semua untuk
papa dan keluarganya.’
***
Aktar memukul tembok
sampai tanganya berdarah, membuat Abraham merasa khawatir “Tata apa yang kamu
lakukan, kamu tidak harus menyakiti diri kamu!” Abraham berteriak
“Aku sudah nyakiti Sofi
p.a”
“Kamu ngelakuin itu
untuk bantu keluarganya, jika kamu memang tidak ingin kehilangan Sofi, kamu
boleh menolak semua itu” Abraham menjelaskan
“Aku hanya ingin Sofi
berkumpul dengan keluarganya, selama ini aku uda nyakitin dia pa, Tata cuma
ingin Sofi bahagia.” lirih Aktara.
Abraham hanya bisa
mengeleng melihat kondisi anaknya, Aktara terlalu mencintai Sofi ia akan
__ADS_1
melakukan apa saja untuk kebahagian Sofi.