
"Loh Nak ko bangun ! apa perlu sesuatu ? oh lapar ya ? ibu siap kan yah ? " Ucap Ibu Zafira dengan cepat mengarahkan kursi roda nya ke arah dapur.
Lamunan Zafira seketika buyar saat melihat Ibu nya begitu berusaha bergegas ke dalam dapur di rumah nya itu.
"Bu ... Bu ! sudah tidak usah, aku tidak lapar kok. " Cegah Zafira pada Ibu nya.
Zafira duduk di kursi yang sudah mulai usang karna termakan usia itu, dengan cepat Ibu nya menghampiri.
"Za .. apa ada yang menggangu pikiran mu ? " Tanya Ibu Zafira.
"Ah ... tidak Bu ! apa yang harus di pikirkan, Ibu terlihat Baik-baik saja ! maka untuk apa aku banyak pikiran. " Jawab Zafira, hanya mengingat bahwa Ibu itu adalah segala-galanya bagi diri Zafira.
"Ibu tau Za, hidup yang harus kamu lalui selama ini sangat lah berat, maaf kan Ibu Nak jadi beban hidup dan pikiran mu. " Gumam Ibu Zafira dalam hati nya, menatap setiap garis di wajah Zafira.
Zafira melihat justru Ibu nya lah yang sedang melamun memikirkan sesuatu.
"Hayoohh ... justru aku lihat Ibu yang sedang banyak pikiran ! ayo bilang padaku Bu, apa yang sedang Ibu pikirkan ? " Ujar Zafira Tersenyum menggoda Ibu nya.
"Enggak ko Za, Ibu hanya memikirkan betapa beruntungnya Ibu memiliki anak seperti diri mu, di luar sana mungkin ada orang yang tak seberuntung Ibu ! " Jawab Ibu Zafira.
__ADS_1
"Bu ... apa yang Ibu katakan ? justru aku yang beruntung memiliki Ibu yang cantik, kuat, dan sangat menyayangi ku. " Sambung Zafira mengelus punggung tangan Ibu nya.
"Aku berjanji Bu, aku tidak akan putus asa untuk membuat mu bahagia. " Gumam Zafira dalam hati nya.
Hari itu pun berlalu, pagi pun datang menyambut sejuk udara di pagi hari.
" Za ? " Suara panggilan dari balik pintu kamar Zafira terdengar.
Ibu Zafira mengira jika anak nya itu belum bangun, padahal Zafira sebetulnya dari semalam ia terus mempertimbangkan keinginan nya untuk keluar dari perusahaan Tuan Jendra.
Jangan kan tidur nyenyak, untuk memejamkan matanya saja Zafira langsung teringat wajah Seno yang selalu menakut-nakuti nya.
Tak memakan waktu lama Zafira langsung keluar dari kamar, dengan pakaian rapih berupa seragam kerja nya.
"Sarapan dulu sayang ! " Ucap Ibu Zafira lembut
"Iya Bu. " Jawab Zafira tak kalah lembut.
Sungguh kedua nya mempunyai hati yang lembut dan penyayang.
__ADS_1
Ibu Zafira adalah seorang Ibu yang selalu memperhatikan anak nya, selama hidup nya bersama dengan Zafira cukup membuat nya paham tentang gerak-gerik Putri nya itu.
Saat anak kesayangannya itu menikmati sarapan nya, ia memperhatikan wajah dari Putri nya itu.
Naluri seorang Ibu langsung mengatakan jika Putri nya sedang tidak baik-baik saja.
"Nak ! " Ucap Ibu Zafira menggenggam tangan kiri Zafira.
"Iya Bu ? " Jawab Zafira dengan senyuman Teduh nya.
"Ibu tau ada yang sedang kamu sembunyikan dari Ibu ! katakan lah, apa ini masalah pekerjaan mu ? jika iya, keluarlah Nak jangan paksakan diri untuk tetap bekerja di tempat itu. " Ujar Ibu Zafira berhasil membuat Zafira tersedak saat mengunyah makanan yang akan ia telan ke dalam rongga mulut nya.
"Emm ... ahh Ibu ini, sejak kapan Ibu menjadi paranormal ? itu cuma perasaan Ibu saja ko, aku baik-baik saja ! apalagi di tempat kerja, aku sangat menyukai pekerjaan ku saat ini Bu. " Jawab Zafira terus berusaha menutupi kegelisahan yang ada pada diri nya.
"Tapi Za .... " Sambung Ibu Zafira yang langsung di potong oleh Zafira untuk berpamitan untuk pergi bekerja.
"Ibu Baik-baik di rumah ya Bu ? aku akan segera Pulang ! istirahat lah, tidak usah melakukan apapun ! ok ? " Ucap Zafira langsung mengecup kening Ibu nya dan mencium punggung tangan Ibu nya.
"Maaf kan aku Bu ! aku berbohong pada Ibu. " Gumam Zafira dalam hati nya mengiringi langkah nya untuk keluar dari rumah nya dan bergegas pergi ke tempat kerja nya.
__ADS_1