Seorang CEO Dingin

Seorang CEO Dingin
BAB 27


__ADS_3

Tuan Jendra dengan cepat keluar tanpa di bukakan pintu oleh Rifki.


"Tunggu Tuan ! " Cegah Rifki, namun tidak di hiraukan oleh Tuan nya.


"Sial, kita tidak tahu di bawa ke kamar no berapa bajingan itu membawa Zafira. " Ucap kesal Tuan Jendra mengusap kasar wajah nya.


"Apa ? Zafira ? " Ucap kecil Rifki.


Rifki tak berani mempertanyakan lebih banyak lagi pada Tuan nya, namun Rifki bisa melihat ke khawatiran yang ada pada wajah Tuan nya.


Dan Rifki tahu kini Zafira sedang ada dalam bahaya. Rifki dengan cepat berlari ke arah meja resepsionis.


Dan menanyakan perihal keberadaan Zafira dan Seno di tempat itu, Namun naas Receptionis itu tidak memberitahukan karna itu bersifat pribadi.


Tuan Jendra jera sehingga ia naik darah dan membentak Receptionis itu.


"Cepat katakan, orang yang barusan saja datang memakan seragam warna merah kemana mereka ? apa kamu tidak melihat dia menarik seorang wanita dengan paksa ? kenapa kalian membiarkan nya ? " Bentak Tuan Jendra pada beberapa orang yang bertugas di meja Receptionis itu.


Saat melihat wajah Tuan Jendra, salah satu Receptionis hotel itu berbicara.


"Maaf Tuan, kami sudah menegor nya namun Laki-laki itu menjawab, itu urusan suami dan istri, sehingga kami tidak ada wewenang untuk itu. " Jawab salah satu Receptionis itu.


"Apa ? suami dan istri ? sekarang cepat katakan kamar nomor berapa dia membawa wanita itu ? kalau tidak kalian akan menerima konsekuensinya nya, karna saya akan menutup paksa hotel ini jika kalian tidak mengatakan nya. " Ancam Tuan Jendra serius dan membentak orang yang ada di sekitar nya.

__ADS_1


Rifki tak banyak berkata apa-apa dia hanya tidak percaya, dan tidak tahu apa yang sudah terjadi pada Tuan nya itu, Tuan yang selama ini dia kenal sebagai laki-laki yang dingin, tegas dan tidak perduli pada siapa pun jika itu bukan urusan nya sungguh dia tidak akan perduli.


Tapi kali ini Rifki melihat nya sangatlah berbeda, karna Rifki tahu Zafira bukan siapa-siapa bagi Tuan Jendra bahkan Zafira adalah wanita yabg sangat di benci dan selalu di cela oleh Tuan Jendra.


Tapi kini Rifki melihat kepedulian dan ke khawatiran yang cukup besar dalam diri Tuan Jendra untuk Zafira.


"Apa yang sudah terjadi ? apa yang sudah terjadi saat aku tak ada ? apa yang aku tidak tahu antara Tuan Jendra dan Zafira. " Batin Rifki terus saja bertanya.


"Rifki kamu mau diam saja menjadi patung, atau mau mambantu ku Hah ? " Bentak Tuan Jendra pada Asisten nya itu.


"I-iya Tuan. " Jawab Rifki kaget.


Tuan Jendra kini sudah mengantongi nomor kamar yang sudah di pesan oleh Seno.


"Tuan. " Teriak Rifki langsung mengikuti kemana Tuan nya melangkah.


Sampai nya di depan kamar itu, Tuan Jendra langsung mendobrak nya. Seketika pintu yang terkunci kuat itu terbuka dengan keras.


Seno yang sedikit lagi melancarkan aksi nya seketika terhalang oleh suara dobrakan pintu kamar nya yang sangat keras.


Rifki terkejut melihat nya.


"Bajingan. " Teriak Tuan Jendra di susul oleh Rifki.

__ADS_1


Tuan urus Zafira, biar saya yang memberi pelajaran bajingan itu.


Seno hampir saja berhasil melepaskan semua pakaian Zafira, namun Zafira beruntung Senonbaru melepaskan kancing baju nya saja.


Namun Tuan Jendra sangat geram saat melihat keadaan wajah Zafira yang di penuhi lebam di bagian wajah nya itu, mungkin itu akibat Zafira melawan sehingga Seno memukuli nya sehingga Zafira pun tidak sadar kan diri


Tuan Jendra sudah merapihkan kembali pakaian Zafira, lalu beralih pada Seno yang sedang di pukuli oleh Rifki.


Tuan Jendra menarik tubuh Seno, dan dengan buas memukuli nya.


"Buugg ... buuggg ... buggg ... " Tuan Jendra terus saja memukuli Seno tanpa ampun.


Rifki menghentikan Tuan nya itu, namun Tuan Jendra terus saja memukuli Seno dengan amarah yang sudah memuncak.


"Sudah Tuan, polisi sebentar lagi datang. " Cegah Rifki karna tidak mau jika Tuan nya terus memukuli Seno hingga ia tewas, karna itu akan berakibat buruk untuk Tuan nya.


Rifki berhasil menarik tubuh Tuan Jendra sementara Seno terkapar lemas di lantai kamar itu.


Tuan Jendra kembali pada Zafira.


"Kamu harus bertahan, saya sudah ada di sini, kamu sudah aman. Dan sekarang saya akan membawa mu ke rumah sakit, bertahan lah. " Ucap Tuan Jendra langsung mengangkat tubuh Zafira untuk segera di larikan ke rumah sakit.


Sementara Rifki mengurus Seno sampai polisi benar-benar menangkap nya.

__ADS_1


__ADS_2