Seorang CEO Dingin

Seorang CEO Dingin
BAB 25


__ADS_3

Zafira mengangkat gelas itu hingga sampai dekat dengan mulut nya, ia melihat wajah Tuan Jendra sedang menyunggingkan senyuman di sudut bibir nya.


Zafira meminum satu tegukan, dan ia sengaja berlaku seperti sedang merasakan sesuatu yang aneh agar Tuan nya merasa puas sejenak.


"Bagai mana ? Ayo habiskan ? sekarang kami tahu kan kenapa saya minta kamu mengganti nya ? " Ucap Tuan Jendra merendahkan Zafira dan merasa menang.


"Iya Tuan. " Jawab Zafira.


"Dasar cewe, kalau di kasih tahu ngeyel, kalau sudah tahu rasa nya baru jawab iya Tuan, cepat ganti ! " Ujar Tuan Jendra.


Zafira mengangkat wajah nya dan tersenyum.

__ADS_1


"Maaf Tuan jika Tuan mengganggap Wanita seperti itu, Maaf Tuan. Tapi bagi saya Laki-laki lebih keras kepala di banding Wanita. " Ucap Zafira merasa berani namun ia berkata sangat tenang, karna bagaimana pun ia sedang berbicara dengan Bos besar.


"Maksud kamu ? kenapa kamu berkata seperti itu ? saya rasa kamu semakin berani sekarang ? apa saya perlu jelaskan posisi kami di perusahaan saya ini apa ? ohh ... saya paham, kamu seperti ini karna sikap saya tadi sama kamu ya, sikap saya berusaha meminta maaf dan menenangkan kamu ? jadi kamu merasa berani, iya ? " Dengus Tuan Jendra sambil berjalan menuju Zafira.


"Sungguh dangkal pikiran Laki-laki ini. " Ucap kecil Zafira.


"Apa ? " Teriak Tuan Jendra mendengar ucapan kecil Zafira namun ia tidak mendengar nya terlalu jelas.


"Sebaik nya kamu pergi, dan suruh O.B lain untuk mengantarkan Teh nya. " Pinta Tuan Jendra.


"Baik Tuan, tapi sebelum saya keluar dari ruangan ini. Saya ingin Tuan tahu, jika saya bersikap seperti ini bukan karna saya berani pada Tuan, saya hanya orang kecil sementara Tuan orang besar. Bagaimana orang kecil seperti saya berani pada orang yang sangat berpengaruh di tempat ini. dan saya tidak memperdulikan sikap Tuan pada saya tadi siang, karna saya bisa menenangkan diri saya sendiri tanpa harus di tenang kan oleh siapa pun, termasuk anda Tuan. Ini masalah saya sendiri, ini kebodohan saya sendiri jika saja ada orang yang mulai merasa diri nya bersalah dalam masalah saya ini, bagi saya itu sudah terlambat karna sebentar lagi bahkan sebagian orang sudah menganggap saya sebagai wanita murahan, dan mereka sudah merendahkan saya. Dan air teh ini rasa nya sangat enak bahkan saya berani menghabiskan nya jika saja Tuan mengijinkan nya. Saya permisi dan saya akan menyuruh pekerja lain untuk mengantarkan Teh nya. " Zafira mengatakan nya tanpa ragu dan langsung keluar dari ruangan Tuan Jendra.

__ADS_1


Sementara Tuan Jendra hanya terdiam tanpa berkedip sekali pun, saat pintu tertutup baru lah Tuan Jendra bergerak dan langsung menatap gelas yang berisi teh itu.


Tanpa ragu ia meminum air teh itu karna penasaran, lalu setelah ia meminum nya ia terdiam sejenak.


"Teh nya sudah tidak asin, rupa-rupa nya air teh tadi sudah ada yang menggantikan nya, tapi siapa ? kenapa saya tidak tahu, oh tidak ... saya kan tadi tertidur bisa saja wanita itu mengganti teh ini saat saya tertidur, sial ... saya dari tadi berbicara hal yang tidak benar, dan saya berusaha keras untuk itu. Ahh bodoh .... " Gerutu Tuan Jendra pada diri nya sendiri.


Iya terus saja meminum teh itu sampai habis.


"Sebentar ! saya menghabiskan teh ini, dan ini bekas wanita itu, Hahahaha ... kenapa saya ini, tapi ... walaupun bekas wanita itu rasa nya sangat enak. " Ucap Tuan Jendra tersenyum seorang diri sambil menatap gelas itu, di pinggir gelas itu masih terlihat bekas minum Zafira karna pewarna bibir masih menempel di pinggiran gelas itu.


Tentu saja Tuan Jendra merasa heran pada diri nya sendiri, karna Tuan Jendra tidak pernah meminum atau pun makan bekas orang lain, tapi tidak kali ini dia menikmati teh itu sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2