
Sesampai nya di ruangan Taun Jendra langsung bersiap untuk Metting, namun saat diri nya hendak berdiri entah kenapa ia terasa pusing.
Tuan Jendra langsung meminta air teh hangat pada Sekertaris nya, dengan sigap sekertaris nya berlari dan kebetulan Zafira lewat karna baru mengantarkan kopi hangat ke ruangan lain.
"Mba tolong buatkan teh manis hangat ya, dan antarkan ke ruangan Tuan Jendra. " Pinta sekertaris itu.
"Baik Bu. " Jawab Zafira sigap.
"Kenapa sekertaris Tuan Jendra sangat terburu-buru seperti itu ? dan kenapa harus aku yang membuat dan mengantarkan teh manis hangat itu. " Gumam Zafira malas membuatkan kan Teh hangat itu.
"Teh hangat nya sebentar lagi sampai Tuan, apa perlu saya batalkan pertemuan nya Tuan ? " Ujar Sekertaris Tuan Jendra.
Sintia adalah sekertaris Tuan Jendra dari dulu, dari mulai Tuan Jendra masih menjadi pengusaha kecil hingga besar, Sintia tidak pernah lalai pada pekerjaan nya. Oleh karena itu Tuan Jendra sangat mempercayai Sintia menjadi sekertaris nya.
Dan Zafira terus mencari alasan agar tidak mengantarkan teh hangat ke ruangan Tuan Jendra.
"Put ! ini teh hangat untuk Tuan Jendra, apa kamu bisa mengantar nya ? " Tanya Zafira pada salah satu rekan kerja yang ada dalam satu ruangan bersama diri nya.
"Aduh gimana ya Za, aku pun sudah ada pesanan yang harus di antar. Nih .. ada yang minta di buat kan kopi Za. " Jawab Putri menolak permintaan Zafira.
__ADS_1
"Oh ya sudah begini saja, aku yang antar kopi kamu yang antar Teh hangat ini, bagaimana ? " Bujuk Zafira pada Putri.
Putri terdiam sejenak.
"Za bukan nya aku tidak mau, aku suka gugup kalau antar ke ruangan Tuan besar ! maaf ya Za. " Ujar Putri terus terang.
"Oh begitu ya Put, ya sudah tidak apa-apa. " Sambung Zafira mencari teman nya yang lain namun tidak ia temukan.
Dan dengan terpaksa Zafira pun mengantarkan teh manis hangat itu.
"Sin ... tolong agendakan pertemuan nya setengah jam lagi, saya ingin beristirahat terlebih dahulu. " Pinta Tuan Jendra pada Sintia.
"Baik Tuan, saya akan menjadwalkan nya. " Jawab Sintia cepat.
"Bu, ini teh manis hangat nya. " Ucap Zafira semangat.
Sintia melirik ketus, " Kamu tidak lihat saya sedang Buru-buru, simpan di meja Tuan Jendra agar ia segera meminum nya. " Jawab ketus Sintia.
Zafira merasa tercekik, dan tidak menyangka Sintia bisa bersikap seperti itu pada nya.
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan Sintia, Zafira pun langsung mengetuk pintu ruangan Tuan Jendra dan tanpa lama ia di persilahkan masuk.
Dengan wajah tertunduk Zafira melangkah ke arah meja Tuan Jendra, dengan terkejut Tuan Jendra menatap Zafira saat masuk ke dalam ruangan nya.
Namun rasa sakit di kepala nya membuat ia tidak menghiraukan perasaan nya.
"Silahkan Tuan. " Ujar Zafira datar.
Setelah meletak kan gelas berisi air teh hangat itu, Zafira langsung membalikan badan dan ingin segera pergi dari hadapan Tuan Jendra.
Tuan Jendra menatap langkah Zafira, namun ia tidak ingin menghentikan nya yang ia inginkan hanya lah meneguk teh manis hangat itu agar ia tidak merasa lemas.
Namun saat ia meneguk teh hangat itu, Tuan Jendra memuntahkan nya.
Zafira seketika menoleh, ia segera mendekati Tuan Jendra yang sedang mengelap jas nya yang basah.
"Kenapa Tuan ? " Ujar Zafira, menatap wajah Tuan Jendra terkejutlag Zafira saat melihat wajah Tuan Jendra begitu pucat.
"Heh, kamu tuh kerja tidak becus ! yang kamu masukan Gula apa garam ? " Bentak keras Tuan Jendra.
__ADS_1
Terkejutlah Zafira dengan perkataan Tuan Jendra.
Dan Tuan Jendra pun kehilangan kontrol, sehingga ia membentak Zafira dengan keras nya.