Seorang CEO Dingin

Seorang CEO Dingin
BAB 26


__ADS_3

Jam pulang kerja pun tiba.


Tuan Jendra berjalan menuju parkiran, dimana di sana sudah ada Rifki yang menunggu nya.


Dan Zafira pun dengan langkah gontai nya berjalan dengan sangat santai sambil mengikat rambut nya yang sebelum nya terurai panjang.


Senyuman Zafira membuat diri nya semakin cantik saat menyapa orang-orang yang ia temui saat berjalan keluar dari gedung perkantoran itu.


Zafira tidak menyadari bahwa dari tadi ada sepasang mata yang sedang memperhatikan nya, tatapan mata itu berbinar terang sangat mengagumi apa yang sedang ia lihat.


Namun seketika tatapan mata itu berubah menjadi sorotan mata yang buas, seperti sudah siap memakan mangsa nya.


Ternyata Zafira kini sedang di tarik dan di paksa oleh Seno untuk mengikuti nya secara paksa.


Sementara Rifki sudah menunggu Tuan nya di dalam mobil.


"Kenapa Tuan Jendra begitu lama ? apa dia masih ada pekerjaan ? " Ucap Rifki.

__ADS_1


Tuan Jendra tak menunggu lama mengerjai Safira yang di tarik paksa oleh Seno.


Namun saat Tuan Jendra ingin mnegejar Zafira, Tuan Jendra terhadang oleh salah satu stap nya untuk menanyakan sesuatu hal yang penting, sehingga Tuan Jendra kalah cepat dari Seno.


Saat urusan dengan Stap nya itu selesai, Tuan Jendra langsung melihat dan mengekar Zafira. Namun sayang ia hanya melihat kendaraan Seno yang sudah pergi.


"Sial, mau kemana dia membawa Zafira. " Ucap Tuan Jendra langsung lari ke arah mobil nya, dan menyuruh Rifki untuk mengejar kendaraan Seno.


"Kenapa Tuan ? kenapa anda terburu-buru seperti itu ? " Tanya Rifki.


Rifki melihat wajah Tuan Jendra penuh dengan amarah, tapi Rifki tidak tahu pada siapa ia marah, dan siapa yang sudah membuat ia marah seperti itu.


"Sungguh Tuan saya tidak mengerti, tapi tenang lah Tuan semua akan baik-baik saja. " Ujar Rifki menenangkan Tuan nya.


"Saya kalah cepat Rif, entah kemana dia akan membawa nya ! " Jawab Tuan Jendra.


"Maksud nya apa ? siapa yang di bawa dan siapa yang membawa. " Ucap Rifki dalam hati nya semakin tak mengerti.

__ADS_1


Rifki memperhatikan Tuan nya, entah kenapa Rifki melihat raut wajah itu tersirat sebuah ke khawatiran atas ketakutan nya, Rifki merasa aneh karna tidak pernah melihat Tuan nya seperti ini sebelum nya.


Rifki tak berani bertanya lebih banyak lagi, karna jika ia bertanya hanya jawaban berupa teka teki lah yang akan ia dapat.


Rifki memilih untuk lebih fokus pada kemudi nya, agar kendaraan yang di maksud oleh Tuan nya tidak hilang dan ia harus berhasil menghentikan nya.


"Awas saja jika bajingan itu melukai dia, tidak akan aku ampuni. " Dengus Tuan Jendra memukul paha nya sendiri.


"Ya ampun kenapa dia. " Gumam Rifki.


Rifki tidak berhasil menghentikan mobil itu, namun Rifki berhasil mengetahui kemana mobil itu masuk dan berhenti.


"Sebuah hotel Tuan. " Ucap Rifki setelah mengetahui mobil itu berhenti.


"Apa hotel ? jangan-jangan bajingan itu ingin menjalan kan keinginan bejat nya, seperti apa yang dia katakan siang tadi. Rifki kita harus cepat masuk dan cegah orang itu. " Ucap Tuan Jendra terburu-buru dan langsung keluar dari dalam mobil.


"Baik Tuan. " Jawab Rifki tegas dan cepat.

__ADS_1


__ADS_2