Seorang CEO Dingin

Seorang CEO Dingin
BAB 31


__ADS_3

Setelah beberapa lama, akhir nya Zafira menggerakan salah satu anggota tubuh nya.


Seorang Ibu yang merasa khawatir pada Anak nya, kini Ibu itu senang saat Anak nya mulai tersadar.


"Nak. " Ucap Ibu Zafira.


Zafira sontak kaget, dan langsung melihat ke samping. Zafira lega Karna bisa melihat Ibu nya.


"Ibuuuuuuu .... " Teriak kecil Zafira di iringi tangis yang begitu dalam atas ketakutan nya.


"Tenang lah Nak, Ibu di sini. " Seorang Ibu terus mencoba menenangkan anak nya, walaupun sebenarnya ia pun sangat terpukul saat melihat kondisi anak nya.


Zafira mengangguk kan kepala nya, dan meminta Ibu nya untuk tidak jauh-jauh dari nya.


Dan Ibu Zafira tidak berani bertanya banyak terlebih dahulu pada Zafira, karna ia tahu Zafira sedang ada dalam ke adaan tidak Baik-baik saja.


Setelah Zafira tersadar, Ibu nya mencoba mengalihkan pikiran Zafira agar tidak terfokus pada kejadian yang sudah menimpa nya.


Ibu Zafira menyuapi Zafira, mengelus tangan Zafira sampai ia yakin Anak nya akan baik-baik saja.


Sampai pada akhir nya Zafira sudah mulai bisa berbicara dengan tenang.


"Bu maafkan Za ya Bu ? Za sudah membuat beban pikiran Ibu bertambah. Tapi sungguh Bu aku tidak tahu siapa yang sudah menyelamatkan aku dan membawa ku kerumah sakit mewah itu.


Ibu Zafira tersenyum " Sudah lah Nak, jangan terlalu di pikirkan. Yang jelas dia orang baik dan kamu pasti akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan kamu itu nanti nya. "


Zafira menganggukan kepala nya, seraya membuka mulut nya perlahan karna kini ia sedang di suapi buah jeruk oleh Ibu nya.


Zafira dan Ibu nya beristirahat dalam ruangan itu sementara Tuan Jendra dan Rifki memutuskan untuk pulang ke istana nya.


Tuan Jendra berusaha memejam kan mata nya, namun usaha nya kali ini sia-sia saja. Saat ia memejamkan mata nya bayangan wajah Zafira yang di penuhi lebam itu terlintas di benak nya.


"Aaarrrggghhhh ... kenapa wanita itu terus yang ada di dalam benak ku, tidak tidak ... aku tidak boleh jatuh cinta pada nya. " Ucap kesal Tuan Jendra pada diri nya sendiri.


"Tapi bisa saja, aku selalu memikirkan nya karna rasa bersalah, ya ... aku mengakui kesalahan ku ini, karna bajingan itu tahu tentang kejadian waktu itu jadi bajingan itu mengira Zafira adalah wanita gampangan seperti yang di pikirkan. Ya ... benar ini hanya rasa bersalah saja. " Tuan Jendra menyangkal akan rasa yang kini ada dalam hati nya.

__ADS_1


Kamar nya kini menjadi saksi, tentang ke khawatiran nya pada Zafira.


Pagi pun datang ....


Rifki yang sudah siap berangkat mendampingi Tuan nya merasa heran, karna sudah hampir jam 8 pagi ia belum melihat Tuan nya itu turun dari kamar nya.


Rifki berniat untuk melihat ke kamar Tuan nya, Rifki di berikan akses untuk di perbolehkan mengetuk pintu kamar Tuan Jendra.


Karna selain keluarga nya tidak boleh ada yang berani mengganggu ketenangan Tuan Jendra saat berada di dalam kamar.


Namun saat Rifki menaiki anak tangga menuju kamar Tuan nya, tangan Rifki di tarik keras oleh seseorang yang membawa nya masuk ke dalam ruangan.


Sontak Rifki kaget, ternyata yang manarik nya adalah seorang gadis cantik berseragam SMA tak lain tak bukan dia adalah pujaan hati Rifki Kinara priharja, adik kesayangan Tuan Rajendra priharja.


Karna Kinara menarik tangan Rifki sangat keras, Rifki tak bisa menahan tubuh nya yang hampir jatuh mengenai tubuh mungil Kinara.


Beruntung lah mereka jatuh di atas tempat tidur.


Kinara tersenyum bahagia karna dia kini merasa dekat dengan sang pujaan hati, begitu pun dengan Rifki pandangan mereka terkunci satu sama lain.


Tubuh Rifki menindih tubuh kecil Kinara.


Seketika Rifki terperanjat dari posisi nya tadi saat menindih tubuh mungil Kinara.


"Jangan begini, kalau kakak mu melihat nya bagaimana ? " Ucap Rifki sambil merapihkan jas nya kembali.


"Iya Maaf, lagian aku kangen. " Jawab Kinara polos.


"Iya ... iya ... ya sudah sekarang sarapan dulu nanti aku antar ke sekolah. " Ujar Rifki hendak keluar dari dalam ruangan itu.


Lagi-lagi Kinara menarik lengan Rifki.


"Apa lagi ? " Ucap lembut Rifki.


Kinara tidak menjawab nya, Rifki melihat Kinara merajuk kesal.

__ADS_1


Rifki tahu apa yang harus dia lakukan.


Rifki melihat sekitar dan memastikan tidak ada yang melihat nya.


Rifki menarik pinggang mungil Kinara untuk mendekat pada nya, setelah itu Rifki memegang lembut kedua pipi Kinara dengan telapak tangan nya.


Lalu dengan lembut Rifki mencium kening Kinara secara perlahan.


"Aku mencintai mu. " Ucap Rifki tulus dari lubuk hati nya.


Seketika wajah Kinara tidak nampak kesal lagi.


"Aku juga. " Jawab Kinara memeluk erat tubuh Rifki.


Sejenak mereka merasakan pelukan itu sejenak.


"Ya sudah, aku mau ke kamar kakak mu dulu, karna jam segini dia belum juga keluar. " Ujar Rifki.


"Baik lah. " Ucap Kinara melepaskan kekasih nya itu dengan senyuman mereka di bibir nya.


Rifki keluar dari ruangan itu tanpa ada satu pun yang melihat nya. Rifki menaiki anak tangga lalu mengetuk pintu kamar Tuan Jendra.


"Masuk ! " Sahut Tuan Jendra dari dalam.


"Maaf Tuan, saya sudah lancang. Ini sudah siang kenapa Tuan belum bersiap untuk ke kantor ? apa Tuan sakit ? " Tanya Rifki tegap.


Tuan Jendra masih menenggelamkan wajah nya di atas bantal ke sayangan nya itu.


"Hari ini saya malas untuk ke kantor, badan saya sedikit tidak enak, urus saja semua nya. " Jawab Tuan Jendra enggan memperlihatkan wajah nya pada Rifki.


"Baik lah Tuan, saya akan melaksanakan apa yang Tuan perintahkan. Namun sebelum saya ke kantor saya akan mengantarkan terlebih dahulu Non Kinara. " Ujar Rifki.


"Ya baik lah. " Jawab serak Tuan Jendra.


Rifki hendak keluar namun langkah nya di hentikan oleh Tuan Jendra.

__ADS_1


"Pasti kan adik kesayangan ku itu Baik-baik saja, jika ada yang berani mendekati nya atau bahkan memacari nya cepat hubungi diri ku dan Saya akan memberikan pelajaran pada orang yang berani mendekati adik ku itu. " Ucap Tuan Jendra berhasil membuat jantung Rifki berdegup kencang.


"Ba-baik Tuan. " Jawab Rifki gugup dan langsung keluar dari kamar Tuan Jendra.


__ADS_2