
Hari itu agenda meeting Tuan Jendra di batalkan, karna melihat Tuan Jendra tertidur lelap, sekertaris nya berinisiatif untuk membatalkan meeting tersebut.
Saat jam pulang kantor tiba, Tuan Jendra baru lah terbangun dari tidur nya, perlahan ia membuka mata nya untuk menyesuaikan dengan pancaran cahaya di ruangan nya.
"Aku tertidur rupa nya. " Ucap Tuan Jendra sambil menggeliatkan tubuh nya.
Tuan Jendra melihat segelas air di hadapan nya, saat ia hendak meminum nya Tuan Jendra ingat bahwa itu bukan lah teh manis tapi teh Asin.
Seketika Tuan Jendra memanggil Sintia sekertaris nya.
"Iya ada apa Tuan ? " Ucap Sintia.
"Tolong ganti air di dalam gelas ini dengan teh manis hangat. " Pinta Tuan Jendra masih menyesuaikan diri.
"Tapi Tuan. " Ucap Sintia, namun langsung mendapatkan tatapan keras dari Tuan Jendra.
Sintia ingin mengatakan bahwa teh hangat di dalam gelas itu masih baru, sementara Tuan Jendra tidak mengetahui jika Zafira sebenar nya sudah mengganti air di dalam gelas itu.
"Kamu tidak dengar ? apa susah nya jika saya meminta untuk mengganti air teh ini ? kami sudah capek bekerja pada saya, Hah ? " Ucap keras Tuan Jendra.
Sintia gelagapan saat mendapatkan ucapan keras dari Tuan Jendra.
"Ba-baik Tuan. " Ucap Sintia langsung pergi untuk meminta Teh manis sesuai permintaan Tuan Jendra.
__ADS_1
Saat Sintia melangkah Sintia melihat Zafira sedang berjalan sambil membawa nampan di tangan nya.
"Heh ... heh ... kamu ! " Seru Sintia pada Zafira.
Zafira menengok dan langsung menghampiri Sintia.
"Iya ada apa Bu ? " Ucap Zafira.
"Dengar Tuan besar di dalam sedang marah-marah, dan dia meminta air teh nya di ganti. Sekarang cepat kamu siapkan dan antar kan ke ruangan nya, Paham ? " Ucap Sintia sangat jelas pada Zafira.
Zafira seketika mengerutkan dahi nya.
"Loh Ibu Sintia kan tadi lihat saya sudah mengganti nya, kenapa se ..... " Ucap Zafira yang langsung di tepis oleh Sintia.
Sintia pun pergi dari hadapan Zafira, dan Zafira pergi ke ruangan Tuan Jendra.
"Tok ... tok ... tok .. " Zafira mengetuk pintu ruangan Tuan Jendra.
"Ya ... masuk ! " Jawab Tuan Jendra dari dalam.
Zafira membuka pintu ruangan itu.
"Permisi Tuan. " Ucap Zafira.
__ADS_1
"Kamu lagi, kamu lagi ! mana teh manis pesanan saya ? " Ujar Tuan Jendra melihat Zafira tidak membawa apa-apa.
"Ini orang bukan nya berterima kasih, malah Marah-marah, aneh ! " Ucap kecil Zafira yang bisa di lihat pergerakan bibir nya oleh Tuan Jendra.
"Jika mau mengatakan sesuatu katakan saja, jangan bisa nya cuma ngedumel aja. " Bentak Tuan Jendra.
"Tidak Tuan, tapi kenapa Tuan tidak mau meminum teh itu ? " Tanya Zafira berusaha tenang.
"Apa ? sekarang saya tanya kamu mau gak minun air teh ini ? " Tanya balik Tuan Jendra.
"Apa ? " Tanya Zafira tak percaya Tuan Jendra menawarkan teh itu pada nya.
"Ayo minum cepat ! " Bentak Tuan Jendra.
"Ta-tapi Tuan. " Zafira ragu untuk meminum nya.
"Ayo cepat, ingat jangan kamu muntahkan di ruangan saya ! atau tidak kamu akan tahu akibat nya. " Ancam Tuan Jendra.
Zafira berjalan mendekat ke arah meja Tuan Jendra, ia mengambil gelas yang berisi teh manis itu dengan perlahan.
Sesekali Zafira menatap mata Tuan Jendra.
"Coba saja ni orang bisa bersikap baik seperti saat dia memeluk ku tadi, mungkin aku tidak akan menyangkal saat orang-orang menilai nya sebagai orang baik, ber wibawa, tampan atau apa pun itu, tapi sayang di mataku dia hanya lah Laki-laki yang tidak mempunyai hati. " Gumam Zafira dalam hati nya.
__ADS_1
Sementara Tuan Jendra terus menatap Zafira untuk segera meminum air itu.