
Singkat cerita Rifki berhasil membawa kekuatan Zafira ke rumah sakit, kekuatan berupa seorang Ibu yang selalu Zafira sayangi.
"Tante maaf saya membawa Tante ke sini, karna saya tahu Zafira pasti akan senang dan jauh lebih baik saat ia tahu Ibu nya ada di samping nya. " Ujar Rifki saat membantu Ibu Anita keluar dari dalam mobil.
"Justru Tante yang harus nya meminta Maaf, Tante dari tadi tidak bisa diam entah apa yang Tante harus laku kan, walaupun kamu mengatakan bahwa Zafira akan baik-baik saja, tapi tetap Tante tidak bisa tenang. Tante sangat bersyukur Karna kamu datang kembali dan membawa Tante pergi untuk menemui dan menemani Zafira. " Jawab Ibu Zafira lembut.
Rifki mendorong perlahan kusri roda yang sedang di duduki Ibu Zafira dengan sangat hati-hati.
Sesampai nya di ruangan, Ibu Zafira tidak sabar untuk segera mendekat pada Zafira yang sedang terbaring di atas Blankar rumah sakit.
"Ya ampun Nak, kenapa bisa sampai begini ? " Teriak pilu Ibu Zafira saat melihat wajah anak nya di penuhi dengan luka lebam.
Rifki dan Tuan Jendra salin menatap dan memberikan kode satu sama lain nya.
__ADS_1
"Emm ... Tante, Tante tenang dulu ya. Zafira Baik-baik saja kok. Tante bisa lihat nanti setelah Zafira tersadar. Kini Zafira masih dalam pengaruh obat bius, biarkan Zafira beristirahat dulu. " Rifki menenangkan Ibu Zafira dengan sangat hati-hati.
"Oh ya Bu, perkenalkan ini Tuan Jendra. Beliau pemilik perusahaan tempat anak Ibu bekerja, dan beliau yang sudah membawa Zafira ke rumah sakit tepat pada waktu nya. " Ujar Rifki memperkenalkan Ibu Zafira pada Tuan Jendra yang dari tadi hanya diam mematung saja.
Seketika Ibu Zafira menggerakan kursi roda yang sedang ia duduki dengan kedua tangan nya, menuju tempat berdiri nya Tuan Jendra.
Ibu Zafira memegang tangan Tuan Jendra dengan penuh rasa haru.
"Tuan, begitu besar hati mu mau menolong anak saya. Padahal anak saya hanya petugas bersih-bersih di perusahaan Tuan. Terima kasih Tuan, entah balasan apa yang harus saya berikan pada Anda Tuan. " Ucap sedih penuh haru dari seorang wanita paruh baya pada Tuan Mahesa yang mempunyai sifat angkuh, tegas dan tidak mau perduli pada apapun yang bukan urusan nya.
Tuan Jendra menatap Rifki.
"Tidak apa-apa Bu, sudah kewajiban saya. " Jawab dingin Tuan Jendra.
__ADS_1
Sikap Tuan Jendra menyadarkan Ibu Zafira, tentang jarak di antara diri nya dengan Tuan Jendra, hingga ia langsung melepaskan pegangan nya pada lengan tuan Jendra.
Rifki sangat menyayangkan sikap Tuan Jendra saat itu.
Ibu Zafira tidak menghiraukan sikap Bos besar itu, Ia mengalihkan pandangan nya pada Zafira dan mendekat pada Zafira.
"Nak, " Ucap Ibu Zafira mengusap lembut tangan Zafira dengan penuh ke khawatiran.
"Emm ... Tante saya tinggal sebentar ya, Tante Istirahat saja lagian Zafira juga sedang istirahat, apa perlu saya bantu agar Tante bisa berbaring di sofa itu ? " Ujar Rifki.
"Oh tidak usah Nak, terima kasih. biar Tante di sini saja. " Jawab Ibu Zafira tersenyum hangat pada Rifki.
"Baik lah, kami tinggal dulu ya Tan. Kalau ada apa-apa Tante bisa panggil saya lewat telpon itu, Disana ada tulisan nomor saya. Atau jika Tante ada perlu pada Dokter atau suster Tante bisa menekan tombol merah ini. " Jelas Rifki.
__ADS_1
Ruangan rawat Zafira memang kelas VIP, semua pasilitas ada di ruangan Zafira, Tuan Jendra membawa Zafira ke rumah sakit keluarga nya, dan Kamar yang di tempati Zafira adalah kamar khusus, jika ada salah satu keluarga Tuan Jendra sakit dan harus di rawat maka akan di tempatkan di kamar tersebut.