
Setelah Zafira lihat jam dingding di rumah nya, Zafira tahu jika itu saat nya ia untuk segera pergi bekerja, Zafira pamit pada Ibu yang sangat ia cintai.
Seorang Ibu mendoakan kepergian anak nya saat hendak mencari nafkah untuk diri nya.
"Hati-hati Nak ! " Teriak Ibu Zafira pada Zafira yang sudah hendak berangkat.
Zafira hanya tersenyum, dan melambaikan tangan nya.
"Maaf kan Ibu Nak ! jika saja mendiang ayah mu masih ada, mungkin saat ini kamu tidak akan pernah jadi tulang punggung keluarga. " Ucap Ibu Zafira.
Walaupun Zafira awal nya berasal dari keluarga berada, dan akhir nya kini ia menjadi tulang punggung keluarga dengan hidup dengan kesederhanaan tak membuat diri nya mengeluh sedikit pun.
Saat diri nya sedang dalam perjalanan, Zafira melihat Rifki sedang bediri di depan kendaraan yang selalu ia bawa bersama Tuan Jendra.
Zafira menepikan sejenak kendaraan nya.
"Pak Rifki ? " Sapa Zafira.
Sementara Tuan Jendra berada di dalam mobil dan memperhatikan Zafira yang baru saja datang.
"Eh Za .. ! " Jawab Rifki terus melihat keadaan Ban mobil nya yang bocor.
"Ada yang bisa saya bantu Pak ? " Tanya Zafira.
"Ah tidak Za, saya lagi nunggu Montir nya ! tapi ko lama ya ? " Ujar Rifki terus memperhatikan sekitar.
Rifki tidak membawa Ban serep pada saat itu.
"Kalau begitu saya permisi Pak, saya duluan saya takut telat ! " Ucap Zafira berpamitan pada Rifki.
"Eh sebentar Za ! " Ujar Rifki langsung berjalan ke arah Tuan Jendra yang sedang duduk santai di dalam mobil.
"Tuan ? " Sapa Rifki pada Tuan nya.
"Ya, ada apa Ki ? " Jawab Tuan Jendra santai.
__ADS_1
"Tuan, kaya nya ini ada masalah di dalam mesin nya dan saya pun sudah telpon montir, entah kenapa montir pun belum datang juga ! " Jelas Rifki pada Tuan nya.
"Lalu ? " Tanya Tuan Jendra datar.
"Emm ... ma-maaf Tuan, bagaimana kalau tuan bareng sama Zafira saja ? " Ujar Rifki ragu.
Sontak lah Tuan Jendra menatap Rifki tajam.
"Apa kamu sudah gila ? masih ada kan Taxi online, akal kamu tuh di taroh dimana sih Ki ? kamu tau kan saya siapa ? " Cerca Tuan Jendra tak paham dengan apa yang ada di dalam pikiran Rifki.
"Saya sudah melakukan nya Tuan, tapi dari tadi saya belum juga mendapatkan Taxi nya ! Mungkin Karna jalanan utama nya macet Tuan. " Ujar Rifki berdalih agar Tuan Jendra percaya pada nya.
"Tapi saya hanya menyarankan Tuan, karna saya tidak mau Tuan telat di Metting pagi ini. " Sambung Rifki.
Sejenak Tuan Jendra berpikir dan beberapa kali melihat jam di tangan nya lalu berdecak kesal.
"Ya sudah-sudah, saya ikuti saran kamu kali ini. " Jawab Tuan Jendra sangat kesal, menyambar tas kerja nya.
Dalam hati Rifki tertawa terbahak.
Zafira menatap wajah Rifki dengan sejuta pertanyaan di atas keraguan nya.
Rifki menganggukan kepala nya, memberi tanda agar Zafira mau membantu Tuan Jendra untuk segera sampai di perusahaan nya.
Dengan ragu Zafira pun memberikan kunci motor nya pada Tuan Jendra.
"Rifki ! kamu serius tidak ada Taxi online, ojeg, becak atau apa lah itu ! " Teriak kesal Tuan Jendra.
"Saya sudah mengusahakan nya Tuan, seperti yang Tuan lihat, di sini sepi Tuan ! " Jawab Rifki tak kuat menahan rasa ingin tertawa nya saat melihat ekspresi wajah Tuan Jendra.
"Tuan biar saya saja yang membawa kendaraan nya ! " Ucap Zafira sopan walaupun di hati nya menyimpan segudang kebencian dan kekecewaan pada Tuan Jendra.
"Kamu itu niat mau bantu saya ? apa mau mempermalukan saya, Hah ? " Bentak Tuan Jendra sungguh tidak berprikemanusiaan.
Walaupun Tuan Jendra bersikap keras pada Zafira, tapi saat itu Zafira tidak merasakan sakit di hati nya, malah dia ingin tertawa terbahak-bahak sama seperti Rifki.
__ADS_1
"Kalau begitu, biar saya bawa tas nya Tuan ! " Zafira menawarkan untuk membantu Tuan Jendra.
"Nah itu lebih baik, tapi awas jangan sampai ada yang Hilang ! jika ada yang Hilang gajih kamu setahun pun belum tentu bisa mengganti nya, paham ? " hardik Tuan Jendra serius pada Zafira.
Zafira mengangguk paham, kini tas hitam milik Tuan Jendra sudah ada di tangan Zafira, dengan sangat hati-hati Zafira memegang nya.
"Buset ni tas benar-benar berharga kah ? tas begini, di emperan toko pun ada, belum tentu ada yang beli di kasih pun belum tentu ada yang mau. " Gerutu Zafira dalam hati nya geram akan ke sombongan Tuan Jendra.
Tuan Jendra dengan percaya diri berjalan ke arak kendaraan Zafira, Tuan Jendra menatap ragu seperti tidak yakin bahwa dia akan bisa mengendalikan nya.
"Ayo naik ! " Ajak Tuan Jendra pada Zafira tanpa melihat wajah nya.
Tapi Zafira sungguh ragu, hingga diri nya enggan melangkahkan kaki walau hanya selangkah saja.
"Tu-tuan, maaf bukan saya ingin menolak ! Tuan pakai saja kendaraan nya, biar saya menunggu angkutan umum saja. " Jawab Zafira sangat sungkan jika harus berboncengan dengan Tuan Jendra.
"Baik lah . " Ujar Tuan Jendra.
"Tapi Tuan, bagaimana bisa ? Apa kata orang nanti, Tuan terlihat datang memakai kendaraan Zafira, sementara Zafira tidak bersama dengan Tuan. " Ucap Rifki segera menghentikan Tuan Jendra yang hendak pergi menggunakan motor Zafira.
"Benar juga kamu ! " Sambung Tuan Jendra.
"Sudah ayo, naik ! kalau kamu diam saja, berapa lama lagi waktu yang akan terbuang karna harus membujuk mu, hah ? " Perintah Tuan Jendra pada Zafira.
Karna Zafira merasa Tuan Jendra benar-benar serius dengan perkataan nya, Zafira pun naik dan siap berangkat bersama dengan Tuan Jendra.
"Hati-hati Tuan ! " Ujar Zafira hanya menginginkan saja dan tidak berniat merendahkan Tuan Jendra
"Apa maksud kamu ? kamu meragukan keraguan saya saat mengendarai kendaraan dua ini, Hah ? Saya bisa mengendalikan lebih dari 10 perusahaan, apalagi ini hanya kendaraan roda dua saja. " Jawab Tuan Jendra merasa tersinggung.
"Maaf Tuan, maksud saya bukan seperti itu. " Sambung Zafira sangat merasa geram, ingin rasa nya ia menumpahkan ke kekesalan nya saat itu juga, namun ia sadar siapa Tuan Jendra sebenar nya.
Dalam perjalanan Tuan Jendra sangat berhati-hati saat berkendara.
Dalam kaca Spion, Tuan Jendra melihat wajah Zafira yang sedang sibuk memperhatikan jalanan.
__ADS_1
"Wajah yang sangat polos, tapi sayang Prilaku nya jauh dari kata polos. " Tuan Jendra menilai wajah Zafira yang ia lihat di kaca spion itu.