Seorang CEO Dingin

Seorang CEO Dingin
BAB 7


__ADS_3

"Tuan, sungguh sedikitpun saya tidak ingin semua ini terjadi pada diri saya, sungguh walaupun saya Hanya seorang bawahan dan anda atasan saya, saya tidak bangga dengan semua ini, tidak ada untung nya sama sekali bagi saya. Jangan berpikir saya akan memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan uang anda Tuan, tidak sedikitpun terbesit di pikiran saya untuk itu, dan satu lagi tanpa di minta saya sudah lebih dulu ingin melupakan kejadian itu, karna itu adalah sebuah mimpi buruk bagi saya. Terima kasih atas penjelasan nya. " Ujar Zafira meninggalkan kedua laki-laki itu tanpa mendengar kata-kata yang menhina nya lebih banyak lagi.


"Dasar Laki-laki sombong, dia pikir semua bisa di beli dengan uang. "Zafira meninggalkan cafe itu dan pulang kembali ke rumah nya.


Zafira menggunakan angkutan umum, tak perduli apa kata orang setelah melihat wajah nya, Pasti orang berpikir jika diri nya korban dari kekerasan rumah tangga.


Sesampai nya di rumah, Zafira membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur Kesayangan nya.


Zafira mengingat setiap perlakuan yang dia dapat dari Tuan Rajendra. Sial nya Tuan Rajendra berhasil menjajaki kedua benda kembar milik Zafira.


Zafira langsung membuang pikiran kotor itu, "Jangan pertemukan aku dengan Laki-laki itu lagi Tuhan. "


Dan Tuan Rajendra masih duduk santai di cafe itu bersama dengan Rifki.


Rifki melihat tidak ada rasa kasihan sedikitpun di wajah Tuan Rajendra, namun Rifki tak mau mempertanyakan nya.


"Jangan katakan apapun Rif, bagi saya Karir itu nomor satu. " ujar Tuan Rajendra.


"Tidak Tuan. " Jawab Rifki berbeda dengan ucapan dalam hati nya.


Tuan Rajendra terdiam sejenak dalam lamunan nya. " Baru kali ini gue menyentuh perempuan dan melukai wajah nya, Sial ... tapi gak papa lah, toh gue lakuin itu karna tidak sadar. " Batin Tua n Rajendra.


"Kita pulang Rif. " Ajak Tuan Rajendra, lelah dan ingin segera beristirahat.


"Baik Tuan, silahkan. " Jawab Rifki sigap.


Zafira tidak boleh berlarut dalam keterpurukan, beruntun Zafira tidak kehilangan kesucian nya.


Tapi tetap saja jika Zafira mengingat saat Tuan Ranjendra menyentuh bagian Tubuh nya, membuat nya geram dan takut.


Karna itu kali pertama ada laki-laki yang menyentuh nya.


Ke esokan hari nya, Zafira harus masuk bekerja karna rekan di satu sift nya ada yang tidak masuk.


Teman yang perduli pada Zafira mempertanyakan perihal wajah nya, lagi-lagi Zafira menyangkal kejadian yang sebenar nya.


Zafira mengatakan jika dia terjatuh dan wajah nya tersungkur lebih dulu.

__ADS_1


Zafira selalu berdoa jika dia tidak mau mengantar apapun keruangan Tuan Rajendra, apapun alasan nya Zafira tidak akan mau.


Saat Zafira mengantar minuman ke ruangan lain, Zafira tidak menyangka jika diri nya akan berpapasan dengan Laki-laki yang sebelum nya tidak ingin dia lihat.


Dari kejauhan Zafira melihat Tuan Rajendra sedang memainkan Handphone nya, sementara Zafira berjalan perlahan membawa nampan kosong dan menundukan pandangan nya.


Zafira terus saja berjalan tanpa melihat siapapun, namun kali itu Tuan Rajendra yang melihat Zafira akan berpapasan dengan nya.


Tuan Rajendra menegakkan tubuh nya, sapaan demi sapaan dia dapatkan dari karyawan nya yang lain, namun tidak akan dengan Zafira, melihat Tuan Rajendra pun Zafira tidak mau.


Saat berpapasan Tuan Rajendra melihat Zafira tidak menoleh sama sekali. Tuan Rajendra berpikir.


Jika apa yang di katakan oleh Zafira akan ia lakukan, dan bukan hanya sekedar alibi saja.


Kini kedua nya sudah berpapasan tanpa saling menegur satu dengan yang lain.


Entah kenapa Tuan Rajendra semakin tidak tenang tetap saja memikirkan karir nya, dan takut jika Zafira membeberkan kejadian malam itu.


Sesampai nya di ruangan, Tuan Rajendra ingin sekali membuka rekaman Cctv yang ada di setiap sudut ruangan nya.


Namun karna rasa ingin tahu nya lebih besar. Tuan Rajendra menekan tombol enter itu.


Terlihat di jam tersebut Tuan Rajendra sedang bercanda ria dengan para sahabat nya, namun tak lama kemudian semua sahabat nya pergi dan meninggalkan nya.


Tiba lah wanita yang memakai seragam O.B yaitu Zafira, Tuan Rajendra semakin melihat dengan sangat serius.


Saat Zafira membantu diri nya untuk ke kamar mandi, Tuan Rajendra langsung membuka rekaman Cctv yang ada di kamar mandi nya.


Adegan yang sungguh kasar, tak sadar saat itu Tuan Rajendra sudah meremas habis benda kembar milik Zafira, membuat nya sangat malu.


Namun ada perasaan suka melihat nya, ya wajah Tuan Rajendra kan seorang laki-laki normal.


Tuan Rajendra segera menghapus file rekaman itu, namun memori dalam ingatan nya tidak dapat ia hapus tetap ia ingat.


Hari itu Tuan Rajendra semakin tak konsen saat bekerja, pikiran terus pada Zafira.


Entah karna itu merasa bersalah atau bagaimana, Tuan Rajendra hanya berusaha menepis setiap pikiran nya.

__ADS_1


Dari dulu sampai sekarang, Tuan Rajendra memang sangat menjaga sekali reputasi nya, sehingga berdekatan dengan wanita pun ia anggap sebagai perusak reputasi.


Karna Tuan Rajendra tidak ingin di manfaatkan apalagi dengan jalan perasaan, itu sangat di hindari oleh Tuan Rajendra.


"Apa aku paksa pecat aja ya wanita ini. " Ucap kecil Tuan Rajendra.


Tapi Tuan Rajendra teringat akan kata-kata Rifki, jika wanita ini sampai sakit hati bisa saja dia membongkar segala nya.


"Ahh ... tapi bagaimana cara nya agar aku bisa hidup tenang tanpa bayangan itu. " Ucap kesal Tuan Rajendra.


"Oh ya ... aku pindahkan saja ke cabang lain. " Ide Tuan Rajendra yang kemudian ia tepis kembali.


"Tapi kalau dia tidak bekerja di sini, tidak akan ada yang bisa mengawasi nya. " Tepis Tuan Rajendra yang semakin pusing dan sakit kepala.


Sementara Zafira, terlihat tenang saja di hadapan semua orang, walaupun hati nya merasa geram kala melihat Tuan Rajendra.


Zafira di hampiri oleh salah satu teman nya. " Za ... muka kamu ko seperti orang yang sudah berkelahi, dan malam itu kamu kemana ko sudah gak ada aja. "


"Hah ... oh malam itu ya ! aku buru-buru pulang karna Ibu menelpon ku. Sampai aku terjatuh, jadi ya begini hasil nya. " Jawab Zafira sebisa mungkin.


"Oh ... ya sudah aku kerja lagi ya. " Sambung teman Zafira.


Zafira menganggukan kepala nya dan tersenyum.


Saat Zafira sedang beristirahat Zafira di hampiri oleh teman laki-laki nya.


Teman yang pikiran nya kotor dan jelek. Panggil saja dia Seno.


"Za lagi apa ? " Tanya Seno duduk di samping Zafira.


Karna Seno duduk sangat mepet pada Zafira, Zafira menggeser kan tubuh nya agar menjauh dari Seno.


"Eh Sen, lagi istirahat aja. " Jawab Zafira.


"Gue perhatikan gue sangat menyayangkan loh, wajah semulus kamu memar-memar seperti itu. " Ujar Seno melihat Zafira dengan nakal nya.


Zafira tersenyum dingin. " Nama nya juga kecelakaan Sen, mana ada yang tahu. "

__ADS_1


__ADS_2