Seorang CEO Dingin

Seorang CEO Dingin
BAB 23


__ADS_3

"Apa iya aku salah ? " Tanya Zafira pada diri nya sendiri.


"Maaf Tuan saya tidak sengaja, ta-tadi. " Zafira mencoba meminta maaf atas kesalahan nya.


Telunjuk Tuan Jendra menunjuk dengan kuat nya ke arah wajah Zafira, namun saat itu juga kepala nya berdenyut kencang dan ia merasa kesakitan.


"Aaaaaaaaa .... " Ringis Tuan Jendra memegang kepala nya.


Zafira hanya melihat dan bingung kenapa Tuan Jendra kesakitan seperti itu.


"Aaaaaaaaahhhhh " Teriak Tuan Jendra memegang kuat kepala nya.


Zafira masih diam, namun diam nya itu mengandung banyak pertanyaan.


"Apa Tuan Jendra benar-benar kesakitan ? " Ucap kecil Zafira.


"Tuan, kenapa ? " Tanya Zafira.


Tuan Jendra tidak menjawab pertanyaan Zafira ia hanya meringis kesakitan.


"Aduh seperti nya benar dia kesakitan. " Ujar Zafira untuk pertanyaan dalam benak nya itu.

__ADS_1


"Sebentar Tuan, barangkali saya bisa bantu Tuan. " Ucap Zafira.


Zafira sangat ragu dan sungkan saat hendak membantu Tuan Jendra, Zafira berniat untuk memijat kecil kepala Tuan Jendra dengan harapan dapat meringankan rasa sakit di bagian kepala Tuan Jendra.


"Ma-maaf Tuan. " Ucap Zafira terbata-bata di iringi gerakan tangan yang masih ragu untuk memegangi kepala Tuan Jendra.


Sementara Tuan Jendra hanya pasrah karna sudah merasa sakit dan pusing.


"Apa yang akan kami lakukan ? " Tanya Tuan Jendra.


Zafira hendak menjawab namun ia tidak ada kesempatan untuk menjawab.


"Jika tidak bisa, sebaik nya jangan. Nanti malah tambah sakit kepala saya. " Sambung Tuan Jendra ketus dan meringis kesakitan.


Pijatan demi pijatan Zafira lakukan dari kening sampai leher belakang Tuan Jendra.


Tidak ada respon dari Tuan Jendra, yang Zafira lihat Tuan Jendra hanya memejamkan mata nya saat Zafira terus memijat kepala nya.


"Pijatan ini selalu saya dapatkan dari Ibu saya, jika saya merasa sakit di bagian kepala. " Ucap Zafira.


Namun kali ini Tuan Jendra yang tidak merespon.

__ADS_1


Beberapa saat Zafira terus memijat kening Tuan Jendra, hingga Zafira melihat nafas Tuan Jendra semakin tenang dan teratur.


"Dia tidur ? " Tanya Zafira di dalam hati nya pada diri nya sendiri.


Zafira menyunggingkan senyuman di sudut bibir nya, sambil menggelengkan kepala nya.


Zafira hendak keluar dari ruangan itu secara perlahan, karna tidak ingin mengganggu Tuan Jendra.


Tak lupa, Zafira membawa kembali gelas berisi air yang tadi nya ia kira teh manis hangat, rupa-rupa nya itu bukan lah teh manis hangat tapi teh asin hangat.


Ia tak kuat menahan tawa saat mengingat ekspresi wajah Tuan Jendra saat meminum teh manis palsu itu, padahal sungguh Zafira tak sengaja melakukan nya.


Saat diri nya berhasil keluar dari ruangan itu, Zafira di sambut oleh sekertaris Tuan Jendra.


"Loh kenapa kamu bawa teh itu ? bukan nya tadi Tuan Jendra sudah memesan nya. " Tanya datar Sekertaris itu.


Zafira menatap gelas berisi air itu.


"Oh ini Bu ? Tuan Jendra tidak menyukai nya dan ia meminta untuk di buat kan kembali teh manis hangat, karna ini terasa sangat A ... eh maksud saya terasa sangat manis, dan beliau tidak menyukainya. " Jawab lembut Zafira.


"baik lah, ya sudah sanah buat kan lagi teh manis hangat nya. Jangan sampai kamu di pecat gara-gara kelamaan membuat teh manis hangat itu. Paham ? " Timpal tegas sekertaris itu.

__ADS_1


Zafira tak ingin berdebat terlalu lama lagi, ia buru-buru pergi dari hadapan sekertaris itu.


__ADS_2