
Di sebuah bangunan kosong, terdengar suara orang sedang memukul bersamaan dengan tangisan seseorang yang meminta untuk berhenti melakukan kekerasan terhadap saudara nya..
Bugh.. Bugh.. Bugh..
Danang mengamuk dan mencaci maki Indra lalu memukul bahkan tak segan Danang menendang tubuh Indra sangat kejam, bahkan Indra yang sudah terkapar lemah masih saja di keroyok tanpa ampun..
Sekeras dan sekejam apapun, namun Indra masih bisa memohon pada Danang untuk melepaskan adiknya dan membatalkan niatnya untuk menikahi Rania..
Rania berteriak histeris saat ia melihat sang kakak terus saja di pukuli tiada henti oleh Danang dan antek anteknya, Lalu Rania berlari ke arah Danang.. ''Aku mohon jangan! tolong jangan pukul kakak ku, aku mohonnnn.'' ucap Rania langsung berlutut di kaki Danang dan memohon untuk melepaskan kakaknya. Rania juga berjanji akan menikah dengan Danang saat ini juga jika Danang mau melepaskan sang Kakak.
Danang yang mendengar janji Rania, Danang pun memberi isyarat pada orang suruhannya untuk berhenti memukuli Indra. Lalu Danang berjongkok men'sejajarkan posisinya dengan Rania hingga Danang bisa menatap mata teduh nan cantik milik Rania.
''Sungguh? kau mau menikah denganku dan tidak mau kabur lagi?''
Rania langsung mengaguk dengan cepat, tapi Danang malah menjambak rambut Rania hingga meringis kesakitan.. '' Aahhkk sakit.''
''Kita akan menikah besok pagi, jangan pernah berani kabur dari pernikahan! jika tidak. Kakak mu yang akan menjadi korban dan seluruh keluarga mu akan masuk kedalam penjara! kamu mengerti?''
''Iy_iyaa.'' Rania mengangguk patuh, lalu Danang menghempaskan kepala Rania dengan kasar dan pergi meninggalkan dua orang yang tersakiti..
Danang menghempaskan kepala Rania dengan kasar, lalu pergi meninggalkan dua orang yang tersakiti baik itu dari segi fisik mau pun batin.
Setelah Rania melihat Danang pergi, Rania langsung menolong kakaknya yang sudah tak sadarkan diri. ''Ya Tuhan A'indra hisk..''
Sungguh hati Rania sakit jika melihat orang yang dia sayang luka seperti ini, jika saja Rania tau akan seperti ini jadinya, Rania tidak akan pernah ikut kabur dengan sang kakak dan lebih memilih diam di rumah..
Hissskk,, Hissskk,, Hissskk.. '' A'Indra..'' Rania meneteskan air matanya saat ia melihat wajah tampan sang Kakak sudah tidak berbentuk. wajahnya memar kebiruan dengan darah terus mengalir dari hidung. ''A'Indra maafkan Rania, gara-gara Rania Aa jadi seperti ini.'' Dengan perlahan Rania mengusap darah yang nerceceran di bibir sang kakak..
__ADS_1
Indra perlahan membuka mata, dan melihat jika Rania sedang menangisi dirinya. Indra pun dengan perlahan mengulurkan tangannya untuk menghapus airmata di pipi Rania. ''Ja_Jangan menagis, Jangan menyalahkan dirimu atas peristiwa ini.'' Indra tersenyum, sambil terus menghapus airmata Rania yang semakin deras..
''Ayo kita pulang A, luka Aa sangat parah.''Rania membantu Indra untuk berdiri, dan membopong tubuh Indra untuk membawanya pulang.
Dalam hati Rania merasakan takut yang luar biasa, dia takut jika sang ibu akan memarahi dan menghukum darinya karna membuat anak kesayangannya terluka. Terlebih dia akan kabur dari rumah, sudah di pastikan jika Rania akan terkena amukan oleh Ainun dan Harun..
Dan benar saja apa yang di pikirkan oleh Rania, jika Ainun dan Harun menghukum nya dengan beberapa tamparan di pipi bahkan mengunci Rania di dalam kamar tanpa makan dan minum sampai besok.
•
•
Di sisi lain di negara Malaysia•
Berbeda dengan kehidupan sang anak, sang Ibu Dawiyah tengah menikmati kehidupan mewah dan glamornya. Apapun yang dia inginkan hanya tinggal meminta pada suami yang sangat mencintainya, seperti saat ini di ruang kerja sang suami Dawiyah sedang merayu suaminya untuk membelikan dia perhiasan yang dia mau dengan harga fantastis..
Suami Dawiyah yang bernama Ismail menggeram saat birahinya sudah di pucuk ubun. ''Argh sayang, tentu sajaaa'' desah Ismail yang memang tidak bisa menolak keinginan Dawiyah..
Dawiyah mengecup leher Ismail dan membuat beberapa tanda di leher suaminya, hingga kedua sejoli itu bergelut dengan kabut gairah yang menggelora, menghisap dan mencicipi satu sama lain mencurahkan segala dahaga yang lapar..
Mereka terus berpacu dengan keringat, mecari kepuasan duniawi yang sangat di inginkan oleh insan manusia, hingga Ismail yang sudah tidak tahan lalu mengeluarkan geraman panjang dari mulut begitu pun Dawiyah yang sudah mendapatkan pelepasannya secara bersamaan di ruang kerja.
Rasa lemas saat semua lahar membuncah memenuhi rahim Dawiyah, hingga mereka saling berpelukan tanpa sehelai benang pun ada di tubuh mereka..
Dawiyah tersenyum puas, ia tak perduli jika caranya meminta seperti seorang pelacur, karna Dawiyah akan melakukan segala cara agar posisinya bertahan seperti ini.. Dawiyah sudah muak hidup dengan kekurangan uang, di hina bahkan di cemo'oh oleh orang lain ia sudan tidak mau mengalaminya lagi..
Tidak menampik, jika Dawiyah sesekali suka teringat dengan ke empat anaknya, namun saat Dawiyah ingat jika hidupnya menderita karna mereka. Dawiyah pun membuang jauh jauh rasa ke ibuanya dan lebih menyayangi kedua anak tirinya, agar uang selalu mengalir dalam rekening miliknya..
__ADS_1
Kejam?
Dawiyah mencoba untuk kejam, karna Dawiyah menyadari jika cinta saja tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhannya.
Ada kala rasa trauma yang mendalam membuat seseorang bisa kejam, namun tanpa di sadari jika rasa trauma yang di alami bisa berdampak buruk bagi orang lain di sekitarnya.
•
•
Ke esokkan paginya •
Keluarga Harun tengah bersiap-siap menyambut kedatangan pengantin pria datang, untuk melangsungkan pernikahan yang di laksanakan secara mendadak dan tertutup.
Ainun juga sangat senang karna Rania sudah tidak menolak lagi saat di rias oleh penata rias kampung. Kini Rania memakai kebaya berwarna putih sederhana dengan polesan make up seadanya, karna pernikahan antara Rania dan Danang hanya pernikahan siri karna tidak bisa di catatat di Kua karna Rania masih di bawah umur untuk menikah..
Tidak ada perlawanan dari Rania walau dalam hatinya menjerit dan menangis, Rania ingin sekali meminta tolong namun tiada satu orang pun bisa menolong Rania. Di saat inilah peran kedua orangtua di butuhkan, apa lagi sosok seorang ayah yang notaben nya bertanggung jawab terhadap putri kandungnya.
Sosok ayah yang seharusnya melindungi, menjaga, mengasihi bahkan seharusnya menjadi cinta pertama untuk anak perempuannya tidak pernah Rania dapatkan.
Rania harus di tampar pada kenyataan bahwa kedua orang tuanya tidak menginginkan dirinya, dan menganggap bahwa kehadiran Rania di dunia ini hanyalah sosok pengganggu dan pembawa sial di kehidupan mereka..
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...
...jangan lupa dukungannya yaa ziyeng...
__ADS_1