Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"
SRL. Hari pertama bekerja.


__ADS_3

Motivasi terbaik tentu datang dari diri sendiri. Untuk mencapai apa yang kamu inginkan, orang lain dapat mempengaruhi dan mendorongmu, tetapi kamulah yang harus membuat pilihan dan mengambil tindakan. Ketika kamu memiliki motivasi diri, kamu bangun sedikit lebih awal, bekerja lebih keras, memiliki tekad dan ketekunan. percayalah, kebahagiaan akan datang pada waktunya..


...••••••...


Kriiiinggg.... Kringggg...


Jam beker berbunyi sangat nyaring, membangunkan kedua insan manusia yang tengah terlelap tidur. Rania yang sadar langsung mematikan jam itu dan melihat jam pukul 4 : 30. Rania bangun lalu turun dari ranjang, sedangkan Nina tidur kembali karna dia merasa jika sudah ada Rania yang akan membersihkan pekerjaan rumah..


Setelah beberapa saat Rania membersihkan diri dikamar mandi, Rania membangunkan Nina karna dia belum tau apa saja pekerjaannya.. ''Mbak, bangun Mbak, Rania harus mengerjakan apa.?'' Rania menoel bahu Nina dengan pelan.


''Heuh, kan kemarin sudah di ajari! masa kamu lupa! belum pikun kan kamu?'' sentak Nina membuat Rania mundur satu langkah.


''Ta__Tapi mbak.''


''Jangan tapi tapian! sana pergi dan bawa itu catatan pekerjaan dan lihat apa saja yang harus kamu kerjakan! ish mengganggu saja.'' Nina menyentak, menyelimuti tubuhnya dengan selimut membuat Rania tak berani lagi untuk bertanya.


Rania menghela nafasnya lalu melangkah keluar dari kamar, membawa catatan pekerjaannya. ''Disini tertulis jika aku harus menyapu dan mengepel ruang tamu terlebih dahulu, hmmm baiklah Rania semangat.'' gumam Rania menyemangati dirinya sendiri, walau dia tidak tau apa yang harus di lakukan terlebih dahulu.


Namun jika persoalan mengerjakan rumah, Rania sudah ahlinya dan tidak perlu di ragukan lagi..


¹/4 jam.. ¹/2 jam.. hingga satu jam lamanya, akhirnya Rania menyelesaikan pekerjaan rumah yang lumayan luas. Mulai dari mengelap kaca di dinding, mengelap meja tv dan lain sebagainya. Barulah Rania menyapu memakai vakum dan mengepel lantai..


Sedangkan Nina baru saja keluar dari kamarnya, dan melangkah ke arah dapur untuk membuat sarapan.. Hidup menjadi selingkuhan majikannya sendiri membuat Nina senang, bukan hanya materi yang Nina dapatkan tapi kemewahan juga dia dapat..


Ketika Rania yang sudah selesai mengerjakan semuanya, ia melangkah ke arah dapur dan tidak sengaja melihat Nina memasukkan air dari botol berwarna putih namun terlihat kotor kedalam panci yang akan membuat teh..

__ADS_1


Rania mengerutkan keningnya merasa curiga, namun Rania tidak mau berburuk sangka, dan menghampiri Nina untuk membantu membuat sarapan..


''Mbak sudah bangun? bikin sarapan apa?''


''Astaga! kamu ngagetin aja sih.'' ketus Nina menyembunyikan botol yang dia pegang. ''Si__ sini kamu, liatin aku bikin sarapan dan catet di buku apa saja bahan bahannya.'' Nina sedikit gugup.


''Baik mbak.'' Rania dengan telaten melihat Nina membuat gemart dan teh susu beserta gahwa (kopi).


Walau Rania berpikir tidak adil, karna Rania sejak tadi bekerja sendirian. Namun Rania tidak mau banyak bicara karna Rania tidak mau membuat masalah di hari pertama dia bekerja..


Setelah selesai, Rania dan Nina membawa sarapan ke ruang tv. Yang mana ruang makan tidak pernah di pakai karna memang orab arab lebih suka lesehan, walau tidak semua orang mungkin hanya beberapa saja..


Di ruang Tv sudah ada kedua majikannya menunggu sarapan mereka datang. ''Selamat pagi Madam, selamat pagi Tuan.'' sapa Nina, namun saat menyapa Tuan Khamid mata Nina sedikit nakal dan itu di saksikan oleh Rania..


''Sudah madam.''


''Bagus, pergilah kalian sarapan juga..''


Nina mengangguk dan pergi bersama Rania di belakang nya. Sesampainya di dapur, Rania dan Nina sarapan di satu meja yang sama..


''Rania, besok jika kamu mulai bekerja. Kamu harus isi perut kamu dulu, jangan sampai kamu kerja dengan perut kosong! Karna aku tidak mau di repotkan oleh mu. Buat teh manis dulu, atau suapkan roti barang sedikit saja.''


''Baik mbak, terima kasih..''


''Dengar yaaa, bagian masak dan mencuci baju sama setrika adalah pekerjaan ku. Pekerjaan mu hanya membereskan dan menyapu semua isi dan luar rumah.''

__ADS_1


Rania mengangguk dan melanjutkan sarapannya..






Di sisi lain•


Indra tidak menyerah mencari keberadaan sang adik, yang belum ada kabar berita sampainya saat ini.. Indra sangat bingung kemana Rania pergi, mengapa Rania tidak mengabarinya terlebih dahulu jika ingin pergi..


Bahkan Indra sudah melaporkan hilangnya Rania ke pihak yang berwajib. Namun sayangnya respon dari kepolisian tidak ada jawaban bahkan di acuhkan, karna tidak ada uang jalan yang di berikan oleh Indra..


Miris memang, namun itulah yang terjadi di kehidupan nyata.. Yang berseragam seolah-olah tuli mendadak dan tidak mau perduli dengan rakyat kecil yang seharusnya mereka ayomi..


Sementara Danang sudah tidak perduli lagi dengan Rania, dia malah sudah menikah lagi dengan gadis lain pilihan sang ibu..



...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...

__ADS_1


__ADS_2