Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"
SLR. Tuan Amar ingin menyusul


__ADS_3

Rania menatap datar pada beberapa poto yang dia pegang, lalu memasukkan poto itu kedalam amplop berwarna coklat lengkap dengan alamat hotel yang Rania tempati.


Rania keluar dari kamarnya menuju tempat tinggal sang ibu menggunakan taxi. Butuh waktu sekitar 20mnt, taxi yang membawa Rania sampai di sebrang rumah Dawiyah.


''Pak, bisa tolong antarkan amplop ini ke Scurity sana ... dan bilang ada titipan dari seseorang untuk ibu Dawiyah.''


''Baik Nona.''


Supir taxi itu mengbil amplop, lalu keluar dari mobilnya menuju gerbang menemui Scurity yang menjaga gerbang.


Rania memperhatikan supir taxi itu memberikan amplop dan menunjuk dirinya yang berada di dalam mobil, lalu supir taxi itu melangkah pergi setelah memberikan amplop ini..


Rania yakin jika sang ibu akan menghampirinya cepat atau lambat, sebenarnya Rania tidak mau melakukan hal ini ... karna bagaimana pun Dawiyah adalah ibu kandungnya, tapi hati Rania tidak bisa berbaik hati lagi setelah melihat sang ibu hidup dengan damai di rumah yang mewah.


Rania pergi setelah semua selesai, ia akan menunggu sang ibu di kamar Hotel nya.


Tingg ... pesan masuk di ponsel Rania, dan pesan itu adalah Tuan Amar.


[Kamu di mana Ran?]


[Tidak di mana mana] Jawab Rania.


[Tapi kenapa tidak ada di kamar mu? Aku beberapa kali mengetuk pintu kamar mu Ran.]


[Oh, sebenarnya aku ada di Malaysia untuk menyelesaikan beberapa hal.]


Tak ada balasan lagi dari Tuan Amar, yang mana membuat Rania mengerutkan keningnya namun Rania tidak terlalu peduli.

__ADS_1


Sementara di kediaman Dawiyah•


Scurity itu memberikan amplop yang di titipkan padanya, Dawiyah menerima itu dengan bingung.


''Siapa yang mengirimnya.''


''Kurang tau Nyonya, hanya saja ... supir taxi itu berbicara ala kadarnya saja karna dia pun di suruh oleh seseorang.''


''Baiklah, kau boleh pergi.'' Usir Dawiyah.


Dawiyah membolak balikan amplop itu, lalu membukanya dengan perlahan ... ketika Dawiyah membuka amplop itu, alangkah terkejutnya Dawiyah melihat beberapa poto kebersamaan sang suami dengan wanita muda yang cantik.


''Bang ...'' Teriak Dawiyah menggema di seluruh penjuru kediaman, membuat semua orang terkejut mendengar teriakkan Dawiyah.


''Ade ape na ribut ribut nih ...''


''Kau itu cakap ape? Nie perempuan baru awak kenal, die nak minta tolong awak karne die tersesat je.''


''Alasan! bilang saja kamu itu sudah gatel iya kan!''


''Sudahlah, percuma menjelaskan semuanya padamu.'' Pak Ismail pergi membawa poto itu ke ruang kerjanya.


Sedangkan Dawiyah berteriak histeris, mencaci maki suaminya dan Rania.


''Siapa? siapa diaaaaa .... Arrghh.''


Praaangg ...

__ADS_1


Dawiyah membanting hiasan lemari, lalu melihat secarik kertas yang bertuliskan alamat. Dawiyah melihat itu lalu pergi..


''Awas saja kamu yaa ...''




Sedangkan di sisi lain•


''Mas kau mau pergi kemana?'' tanya Anya, pada sang suami yang tengah memasukkan barang miliknya kedalam koper.


''Aku ada urusan mendadak Anya, selama beberapa hari kedepan mungkin.'' Jawab Tuan Amar pada istrinya.


"Kenapa mendadak sekali.''


''Sebenarnya sudah jauh hari, cuma Biyan lupa untuk mengabariku.'' Alasan Tuan Amar, menyahkan Biyan sang asisten yang tidak tau apa-apa.


Tuan Amar akan menyusul Rania ke Malaysia, dia rindu berdekatan dengan gadis pendiam itu...


''Baiklah, hati hati di jalan.'' Jawab Anya, yang tidak curiga sama sekali dengan suaminya yang pergi mendadak.



...••••...


...Jangan lupa dukungannya ...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...


__ADS_2