
Ketika kita berusaha untuk menjadi lebih baik, maka yakinlah masa depan yang cerah akan menanti kita di depan sana. Walau kita pernah mengalami penderitaan yang sangat teramat dalam ... tapi jika kita mencoba untuk mengikhlaskan semuanya, maka yakin lah hidup dan hati kita akan tenang.
Walau sejatinya memiliki hati yang trauma, bisa di ibaratkan selamat dari kecelakaan mobil namun cacat seumur hidup. Itulah yang di rasakan Rania selama hidupnya.
•
•
Rania terbangun dari tidurnya, merentangkan kedua tanganya ke atas hingga otot-ototnya berbunyi. Rania menoleh untuk melihat jam, rupanya masih pagi.
Rania pun berdiri dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya ... Setelah beberapa saat kemudian, Rania mengganti baju dan turun ke lantai bawah untuk membuat sarapan.
TINGGG ... TOONGGG.
Rania mendengar bel berbunyi, ia pun melangkah untuk membuka pintu..
Ceklek.
Rania membuka pintu dan melihat seorang wanita paruh baya berdiri dengan senyuman di wajahnya. Sedangkan Anya diam melihat Rania dari ujung rambut ke ujung kaki dan dan tersenyum ramah..
''Apa kau Rania?'' tanya Anya memastikan jika dia masuk ke kamar yang benar.
''Ahhk, saya Rania.'' jawab Rania dengan sopan.
''Perkenalkan nama saya Anya, istri dari Amarendra.''
DEG.
Rania sesaat terkejut namun dia bisa mengendalikan rasa terkejutnya dan langsung tersenyum, mempersilahkan Nyonya Anya masuk.
''Silahkan Tante, masuk,''
Anya mengangguk. ''Baiklah.'' Anya masuk kedalam apartemen milik Rania dan mengedarkan pandangan nya ke setiap penjuru ruangan. Apartemen ini bersih dan luas, namun Anya merasa heran mengapa tidak ada poto suaminya jika memang mereka memiliki hubungan.
__ADS_1
''Silahkan duduk Tante.''
''Oh baiklah."
''Rania buat minuman dulu.'' Rania pergi ke arah dapur untuk membuatkan minuman.
Anya memperhatikan setiap gerakan yang Rania lakukan, dia berpikir jika wanita di depan nya ini sangat sopan dan tidak menonjolkan bahwa dia memiliki hubungan dengan suaminya.
Anya berpikir di dalam benaknya ... jika Rania memiliki hubungan yang spesial bersama sang suami, maka Rania tidak akan mengajaknya masuk.
''Di minum Tante.''
''Terima kasih, Rania.''
Anya meminum kopi yang di buat Rania, dan tersenyum ketika kopi itu sangat pas dan enak di lidahnya.
''Tante, bagaimana kabar Om Amar? Ummm ... maaf Tante, aku lancang memanggil Om Amar.''
''Om Amar bagi Rania, sudah Rania anggap sebagai Papah Rania sendiri.'' Ujar Rania yang mencoba untuk menyelamatkan diri walau sebenarnya mereka memiliki hubungan, namun Rania tidak mau hubungan mereka di ketahui oleh Anya ... karna itu akan membuat Anya sakit hati.
Senyum Anya semakin merkah ketika Rania mengatakan dengan gamblang hubungan antara Rania dan suaminya yang ternya tidak memiliki hubungan yang dalam.
''Rania, suami saya sebenarnya berada di rumah sakit dan sudah sedari kemarin dia di rawat di rumah sakit.''
"Ah ya Tuhan.'' Rania terkejut.
''Dia terkena serangan jantung dan kondisinya semakin parah.''
Rania menutup mulutnya karna terkejut. ''Lalu bagaimana kabarnya sekarang?''
''Saya kemari untuk membawa mu melihatnya, itu pun jika kamu berkenan Rania.''
''Tentu saja Tante, aku pasti ikut.''
__ADS_1
''Baiklah, ayo.''
Rania mengangguk dan berlari ke lantai atas, untuk mengambil tas dan yang lainnya. Setelah selesai ... mereka berdua pun pergi dari Apartemen menuju rumah sakit.
•
•
Di kantor•
Rama berada di kantor milik keluarganya, namun ada yang aneh dengan jabatan yang Rama dapat. Dia bukan duduk di kursi ceo atau pun duduk di kursi Direktur, apa lagi duduk dikursi Manager. Rama menjadi karyawan biasa di kantor milik Ayah nya sendiri.
Ada beberapa orang yang tau siapa itu Rama, ada juga yang tidak tau siapa Rama. Karna bagi Rama, dia akan mengerjakan segala sesuatu dari bawah dengan perlahan untuk naik ke atas.
Dreeeetttt. Dreeeeettt. 📲
📞[Hallo ada apa? Lapor Bos. Calon pacar Bos pergi dengan seorang wanita paruh baya dengan tergesa-gesa..
📞[Kemana mereka pergi?]
📞[Saya kurang tau Bos, apa perlu saya ikuti mereka.]
📞[Tentu saja bodoh! Kamu harus ikuti calon istriku kemana pun dia pergi dan menjaganya dari jauh.]
📞[Baik Bos]
Rama pun mematikan poselnya, lalu menghubungi Rania yang tidak kunjung menjawab telpon darinya, membuat Rama khawatir lalu pergi dari kantor menyusul Rania..
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1