
Di sepanjang jalan, Rama terus saja mengoceh dan mengajak nya ke suatu tempat. Tapi Rania sedari tadi hanya diam dengan rasa malas untuk meladeni.
"Apa kamu tidak bisa diam?" tanya Rania yang sudah jengkel dengan ajakan Rama.
"Aku tidak akan diam, sebelum kamu setuju ikut jalan denganku.''
''Nggak tidak bisa! Aku banyak urusan!" Cetus Rania yang benar-benar merasa jengkel. "Nyahlah dari hadapan ku."
''Eitt, tunggu! Ayo lah Rania ... kau pasti suka."
Rania menghentikan langkah nya lalu menoleh kebelakang, memandang Rama yang sedari tidak berhenti mengoceh dan mengajaknya ke sesuatu tempat.
Rania menghembuskan nafas sambil memejamkan kedua matanya, ia tau tidak akan mudah berhadapan dengan seorang pria tengil seperti Rama.
Setelah banyak pertimbangan, akhirnya Rania mengalah dan mengangguk untuk ikut dengan pria tengil di depan nya. Yang mana membuat Rama senang bukan kepalang.
Rama pun meminta Rania menunggu, karna ia akan mengambil mobilnya terlebih dahulu. Rania hanya mengangguk dan menunggu, padahal jika di pikir-pikir Rania bisa meninggalkan Rama dan pergi begitu saja.
Namun sepertinya, otak Rania tidak sampai ke sana hingga Rania dengan patuh menunggu Rama kembali.
•
•
•
Beberapa menit kemudian. Rama dan Rania sudah berada di depan bangunan rumah sederhana yang bertuliskan ''Yayasan kasih bunda.''
Rania melihat panti asuhan di depan nya merasa heran, mengapa Rama membawanya kesini. "Untuk apa kita ke sini?" tanya Rania pada akhirnya.
''Kita akan bermain dengan anak-anak, aku juga ada janji dengan Maulia untuk mengajaknya bermain jika aku libur kerja."
__ADS_1
Ingin sekali Rania menjitak kepala Rama saat ini juga, tapi Rania tahan sebisa mungkin. "Jika kau ingin bermain, kenapa kau mengajak ku? bisa 'kan pergi sendiri. Gitu aja repot!'' gerutu Rania.
''Hehe he hehe ... Ayolah Ran, kau tau ji--''
Rama tidak bisa melanjutkan perkataan nya saat Rania berkata.
''Sudah jangan bicara! Kepala ku terasa pusing jika kau terus-terusan mengoceh." Ketus Rania. Dengan segera ia keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan kencang.
Braaakk!!
''Astagfirullah ...'' Rama mengelus dadanya karna terkejut. ''Galak amat calon bini.''
Sedangkan Rania mengedarkan pandangan matanya ke setiap penjuru panti asuhan, dimana ada banyak anak-anak yang sedang bermain dengan gembira..
Rania juga melihat ada anak yang sedang bermain ayunan dan pasir, membuat Rania ikut menyunggingkan bibirnya melihat anak-anak itu tertawa lepas tanpa beban.
''Jika seandainya aku di titipkan di sini ... apa hidupku akan jauh lebih baik?'' tanya Rania dalam hati, mengenang masa kecil yang kurang kasih sayang.
Rama dan Rania masuk kedalam dan di sambut dengan gembira oleh anak-anak panti asuhan dan semua pengurus nya..
Rania berdiri di belakang melihat Rama yang begitu ramah pada anak-anak.
''Kakak, Rama ... Kakak Rama ...'' Teriak seseorang dari arah belakang.
Rania menoleh ke arah gadis kecil kisaran umur 5thn yang berteriak memanggil nama Rama.
''Haiii gadis kecilku, apa kabar mu hari ini hmm ...'' Rama memangku Maulia dan menciumi pipi gadis kecil itu dengan gemas.
Rania hanya diam memperhatikan interaksi Rama dengan anak kecil itu. Mereka begitu dekat bahkan terlihat akrab satu sama lain.
•
__ADS_1
•
•
•
Di sisi lain•
Seorang wanita kisaran umur kepala empat sedang memandangi pria yang sedang terkapar lemah di brangkar rumah sakit.
Hatinya sakit melihat pria yang dia sayangi tak berdaya, terlebih beberapa kali memanggil nama wanita lain selain dirinya di saat dia tak sadarkan diri.
Tuan Amar sedari kemarin di rawat di rumah sakit, dan itu alasan mengapa Tuan Amar tidak mengabari Rania.
Ceklek..
Pintu terbuka, bersamaan dengan datangnya asisten Biyan masuk. ''Nyoya.''
''Bagaimana Biyan?''
''Nona Rania tidak ada di Apartemen nya Nyonya.''
''Hmm, kapan dia akan kembali?''
''Saya kurang tahu Nyonya, tapi saya akan kabari nyonya jika dia sudah ada di apartemen."
Anya menghembuskan nafas beratnya, dia tidak tau ada hubungan apa sang suami dengan gadis yang bernama Rania. Hingga membuat sang suami terus memanggil nama itu, hingga Anya ingin sekali bertemu dengan Rania.
•
...••••...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...