Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"
SLR. Bersalah


__ADS_3

Penjara•


Sudah dua hari berlalu, Rania masih berada di dalam penjara dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Luka lebam di sekujur tubuh ia dapatkan akibat perlakukan kasar para oknum yang tidak memiliki hati nurani..


Sudah berapa kali dalam satu hari ini, Rania terus di siksa hanya untuk mengakui jika dia melakukan percobaan pembunuhan terhadap majikannya..


Namun Rania selalu bilang tidak! Yang membuat para polisi wanita geram terhadap Rania, mereka semua menyiksa nya tanpa ampun walau Rania sudah memohon untuk berhenti.



Pengadilan•


Kini, disini lah Rania berada, dia sedang duduk di kursi persidangan sendirian. Tidak ada pengacara, tidak ada yang membela dirinya di karnakan Rania datang dengan cara ilegal untuk bekerja disini. Maka orang-orang kantor agensi pun angkat tangan dan tidak bisa membantu.


Terlihat kursi di belakang Rania mulai penuh, madam Zena dan pengacaranya sudah duduk pada tempatnya begitu pun para Hakim dan anggota sudah duduk rapih di hadapan Rania..


•••••


''Berdasarkan keterangan terdakwa, yang di dukung oleh keterangan dan saksi mata. Bahwa sodari Rania sudah melakukan percobaan pembunuhan terhadap majikannya, maka pengadilan menetapkan dan memutuskan terdakwa sodari Rania binti fulan di vonis 6 tahun penjara.''


Tok.. Tok.. Tok.. Palu di ketuk tiga kali, menandakan keputusan majelis hakim sudah mutlak dan Rania sudah di tetapkan sebagai tersangka..


Rania langsung mendongkak kan kepalanya melihat Hakim dengan tatapan tak percaya saat Hakim menjatuhkan hukuman untuk nya.. Bukankah dia sudah menjelaskan jiga dirinya tidak sengaja? kenapa dirinya harus di penjara selama itu..


Rania berdiri dari duduknya, air matanya sudah berlinang tidak bisa di bandung lagi. Nestapa kalbu tidak bisa membohingi jika Rania takut untuk berada di balik jeruji besi..


Hisk.. Hiks.. Hiks..

__ADS_1


''Kenapa kalian melakukan ini semua padaku? apa salah ku... Kenapa kalian semua jahat? aku disini hanya korban sesungguh nya, aku tidak sengaja menusuk tuan Khamid karna dia akan memperkosa ku... Kenapa?'' Hu'umm mmm Rania menangis terduduk di lantai ruang persidangan, dia tidak mau pergi apa lagi harus di penjara yang memang bukan salahnya..


''Kenapa kalian menghukum ku dengan berat.'' Rania bahkan berlutut dan memohon pada Hakim, untuk mau mendengarkan penjelasannya. Namun Hakim dan yang lainnya pergi setelah menyelesaikan tugasnya..


Hancur sudah perasaan Rania, sungguh sakit hati yang Rania rasakan saat ini tidak bisa di ukur oleh apapun. Rania benar-benar kecewa dengan apapun yang terjadi dalam hidupnya..


''Aku tidak bersalah, Hisk.. Hisk.. aku mohon lepaskan akuuuu, bukankah majikan ku tidak meninggal?'' Rania berdiri dan berlari memegang tangan madam Zena..


''Madam aku mohon, anda sebenarnya mengetahui semuanyaaa kenapa anda melakukan ini semua terhadapku..''


''Karna aku membenci mu, membenci dirimu yang cantik yang membuat suamiku selalu menyebut nama mu di setiap kali berhubungan badan denganku.''


''Madam, aku mohon jangan madam..''


''Mendekam lah di penjara!''


Madam Zena pergi, begitu pun Nina yang melihat Rania tanpa belas kasih.. ''Cuih, rasakan!''


Tidak kah cukup selama ini yang Rania derita? sejak kecil hingga umur empat belas tahun Rania di jadikan sapi perah yang harus menghasilkan uang untuk keluarganya..


Tidak kah cukup di umurnya yang masih kecil di paksa menikah, di saat dirinya tidak tau apa itu arti dari sebuah ikatan pernikahan.


Tidakkah cukup penderitaan Rania, saat dia siksa dan di perlakukan kasar oleh mantan suami dan mertuanya? Dan itu semua Rania sudah rasakan dan mengalami di umur empat belas tahun..



__ADS_1




Beberapa hari kemudian, dan masih dalam penjara. Terlihat Rania sedang mengantri untuk mengambil jatah makanan di kantin..


Tubuhnya yang mungil terlihat sangat kurus, wajah Rania sangat tirus dengan lingkaran mata panda sangat terpampang nyata tekanan batin yang Rania rasakan.


Bagaimana tidak. Hidup di dalam jeruji besi tidaklah mudah, Rania selalu di perlakukan tidak adil oleh sesama tahanan wanita lain yang berbeda negara dengannya.


Namun ada juga yang berteman dengan Rania beberapa orang, dan memberikan semangat untuk Rania agar tetap hidup karna kebahagiaan menunggunya ketika dia keluar dari dalam penjara..


Sedangkan di rumah sakit, tuan Khamid sudah membaik dan hari ini dia keluar dari rumah sakit. Tuan Khamid sadar dengan apa yang dia lakukan, yang mana dia tidak bisa menolong Rania saat ini..


Tuan Khamid juga telah menceraikan madam Zena, lalu memulangkan Nina ke Indonesia karna tuan Khamid ingin hidup tenang tanpa ada seorang wanita dalam hidupnya..


Tidaklah mudah bercerai dengan Zena, namun tuan Khamid pun tidak bisa terus hidup dengan orang yang tidak dia cintai. Begitu pun dengan Nina, yang tidak terima jika dia di pulangkan ke Indonesia. Namun setelah bernegosiasi, akhirnya Nina pulang dengan uang pemberian tuan Khamid..


''Bagaimana keadaannya?''


''Tahanan yang bernama Rania baik-baik saja Tuan.'' jawab seseorang di ujung telpon sana..


''Bagus, terus awasi dia dan lindung dari apapun yang menimpa dirinya.'' ucap Tuan Khamid mengakhiri sambungan telpon nya..


Dia memang tidak bisa membuat Rania keluar dari penjara, tapi setidaknya dia bisa melindungi Rania yang tengah berada di dalam penjara..


__ADS_1


...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...


__ADS_2