
Ke esokkan pagi•
•
Rania dan tuan Amar berlari kecil di taman sambil mengobrol ringan, walau pun Rania lebih banyak diam namun tak membuat tuan Amar menyerah untuk mendekati Rania..
Sebagai catatan•
Bahwa sebenarnya tuan Amar sudah memiliki istri, namun tidak memiliki seorang anak di karnakan tuan Amar mandul. Dia dan sang istri tidak mempunyai masalah apapun. dan terlihat harmonis di usia mereka yang sudah berkepala empat.
Namun yang namanya lelaki, mereka memiliki puberitas ke dua yang membuat benih benih cinta datang tak terduga dan mungkin bisa di bilang terlarang..
Begitu pun dengan Tuan Amar yang mempunyai rasa untuk Rania, di pertemuan pertama mereka sewaktu di pesawat membuat tuan Amar selalu memikirkan Rania bahkan pikiran gila selalu hinggap jika dia ingin memiliki Rania di sisinya.
•
•
Hoaaaammm.. Rania beberapa kali menguap dengan keadaan mata yang begitu ngantuk. Sungguh ingin sekali Rania tidur dengan nyenyak, namun Rania tidak bisa karna dirinya selalu di hinggapi mimpi prihal yang sama. Membuat Rania takut untuk memejamkan matanya kembali..
''Kamu mengantuk?'' tanya tuan Amar
''Haaah, saya hanya kurang tidur pak semalam.'' jawab Rania sopan.
''Kamu mempunyai masalah?''
__ADS_1
Rania diam, ia tidak mungkin membicarakan masalah yang sudah dia alami pada orang yang belum sepenuhnya Rania kenal. ''Tidak ada Pak, hanya saja saya suka mimpi buruk saja.''
''Boleh aku meminta sesuatu?''
''Apa?''
''Bisa tidak jangan panggil Pak?''
Rania berhenti dan langsung menoleh pada tuan Amar. ''Jika aku tidak memanggil anda pak, lalu aku harus memanggil anda apa?''
''Panggil Om lebih akrab sepertinya di bandingkan Pak.'' Tuan Amar menjawab sambil tersenyum pada Rania dan menatapnya, hingga Rania tak bisa melepasakan tatapan penuh damba untuknya hinggaaa___
GUBRAAAKK. Rania langsung tersangdung dan jatuh, ''Awww.'' ringis Rania saat tubuhnya tengkurap.
''Astaga, Rania kamu baik baik saja.'' Tuan Amar terkejut dan langsung menolong Rania untuk berdiri. Memapah Rania untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari arah mereka.
Tuan Amar berlutut melihat keadaan kaki Rania. ''Ya tuhan, lihatlah lutut mu berdarah Ran.''
''Apa nya yang luka kecil? ini bisa membekas di kulit putih mu.'' panik tuan Amar sambil meniup luka Rania.
Rania yang melihat Tuan Amar menghawatirkan luka kecilnya, ia merasa hangat dan nyaman hingga Rania menarik sudut bibirnya walau hanya sedikit. Entah mengapa saat tuan Amar meniup lukanya, Rania merasakan rasa yang aneh saat hembusan nafas tuan Amar seakan mengalir seperti serangan listrik pada tubuh Rania, hingga Rania menahan nafasnya. ''Ada apa dengan jantungku?''
''Ah, tunggu di sini, aku mau mengambil kotak obat di dalam mobil, eh tidak aku punya asisten yang akan mengambilkan nya.'' Tuan Amar pun menelpon Biyan untuk membawa obat sesegera mungkin.
Hanya butuh waktu 5 menit untuk Biyan datang membawa obat, lalu memberikan obat itu pada tuanya.
''Sini biar aku bersihkan.''
__ADS_1
''Aku bisa sendiri Pak.
''Biar aku yang membersihkan nya.''
''Tapi..''
''Sudah diamlah.''
Rania pun pasrah saat Tuan Amar membersihkan luka di lututnya dengan penuh kelembutan, sambil terus memperhatikan Tuan Amar dengan tatapan sulit di artikan oleh siapapun yang melihatnya. Dalam lubuk hati Rania paling dalam, dia begitu senang karna ini kali pertama Rania di perhatikan dan di khawatirkan oleh seseorang..
''Aku tau jika aku sudah tidak muda dan tampan, tapi mengapa kau menatapku seakan ingin memakan ku?'' Goda tuan Amar, membuat Rania tersadar dari lamuan nya.
Sedangkan Tuan Amar merasa lucu ketika melihat mata Rania membulat. ''Kau sangat lucu dan Cantik.'' puji tuan Amar membuat Rania tersipu malu.
''Ayo kita pulang.''
Rania tidak menjawab namun ia mengangguk, tak lama Rania terkejut ketika tubuhnya mengapung. ''Om, aku masih bisa berjalan.''
''Tidak apa, aku masih kuat menggendong mu.''
''Tapiiii..''
''Sssttt jangan banyak bergerak, nanti kamu jatuh dari pangkuanku.'' ucap tuan Amar membuat Rania berhenti bergerak..
Deg.. Deg.. Deg.. jantung Tuan Amar berdetak kencang ketika Rania mengalungkan kedua tangan kecil pada lehernya.. ''Oh Tuhan jantungku.'' gumam tuan Amar, seperti abg baru mengenal cinta..
•
__ADS_1
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...