
Malam hari•
Rania melihat buku rekeningnya, melihat uang yang di berikan oleh tuan Khamid padanya. Uang yang sangat banyak hingga Rania bingung angka nol nya ada berapa..
Tadi siang. Rania meminta bantuan pada tuan Amar untuk mengantarkan ia ke bank menukarkan uang yang dia miliki, dan menyimpannya di bank. Rania tidak menyangka jika uang yang di berikan mantan majikannya dulu sangat banyak, hingga tuan Amar menanyakan dari mana Rania memiliki uang sebanyak itu..
Rania yang sudah tidak asing lagi dengan tuan Amar mengatakan jika ia baru saja pulang dari negara Oman dan bekerja menjadi tkw. Rania merahasiakan jika dia pernah di penjara selama 6thn di negara Oman karna Rania tidak mau di kasihani atau tuan Amar akan menjauhinya karna dia mantan narapidana..
''Besok aku akan pulang kampung, melihat orang-orang yang sudah menyakiti ku dulu.'' gumam Rania sambil naik ke atas ranjang, lalu membaringkan tubuhnya untuk menghadapi hari esok.
Rania sudah bertekad akan membalaskan dendam, karna dulu selalu di manfaatkan oleh orang-orang tak berguna seperti Ainun dan Harun..
•
•
•
Di sisi lain•
Tuan Amar berada di dalam mobil, bersiul dan sesekali tersenyum mengingat tingkah Rania yang menggemaskan. Hingga tanpa sadar mobil yang ia kendarai sudah sampai di halaman rumah mewah miliknya.
__ADS_1
Pria matang itu masuk kedalam rumah di sambut oleh salah satu Art di rumah. ''Tuan, anda sudah pulang?'' tanya sang Art.
''Hemm, mana Anya?'' tanya tuan Amar
''Nyonya ada di kamar Tuan.''
''Baiklah.''
Tuan Amar berjalan ke lantai atas menuju kamarnya, di bukanya pintu kamar yang sudah redup. Namun tuan Amar sangat terkejut melihat istrinya tengah duduk berpose seksi menyambut kedatangannya..
Anya menggunakan ligerie transparan, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang membuat tuan Amar terheran. Karna selama dua puluh lima tahun mereka menikah, istrinya ini tidak pernah menggunakan baju seperti itu..
''Mas.'' Panggil Anya..
Tangan Anya terlentur memeluk tuan Amar dari belakang, membenamkan wajahnya di pundak sang suami. Anya sadar jika selama ini kurang memperhatikan suaminya dalam urusan ranjang, untuk itu Anya merasa bersalah karna sudah dua minggu mengabaikan sang suami..
''Aku menginginkan mu.'' Bisik Anya sensual, tangan nakalnya memegang area sensitif milik suaminya dan mengelus dengan perlahan. Memancing birahi sang suami agar mau menyentuhnya dan memanjakan dia di atas ranjang..
''Aku ingin membersihkan tubuhku dulu.'' Tuan Amar mengelak, entah mengapa di begitu risih melihat istrinya seperti itu.
''Jangan dulu mandi mas, nanti juga mandi lagi.'' Anya mencium pipi tuan Amar. Entah mengapa Anya begitu agresif membuat api gairah tuan Amar menyala dan semakin berkobar.
__ADS_1
Tuan Amar pun membalikkan badannya lalu mencium istrinya dengan menggebu, sentuhan hangat dan lembut mengawali kegiatan mereka. lalu kedua insan itu melangkah ke atas peraduan tanpa melepasakan pergulatan bibir mereka.
Tuan Amar yang sudah lihai, terus bermain pada inti kenikmatan yang membuat Anya menggeliat nikmat menekan kepala sang suami...
''Ahh mas, pelan-pelan.'' rengek Anya pada tuan Amar yang sedang menggagahinya..
''Tak bisa, aku menginginkan seperti ini. bukankah seorang wanita selalu menyukai pria yang tangguh dan liar di atas ranjang?'' erang tuan Amar, terus menghentakkan pinggulnya..
''Tapi lututku sakit.'' keluh Anya, yang sebenarnya menyuruh tuan Amar untuk segera menyelesaikan pergulatan mereka.
Dengan berat hati, tuan Amar yang masih menginginkan kegiatan ini harus mengeluarkan para kecebong nya lalu dia ambruk di sisi ranjang. Mengeluh dalam hati, kenapa sang istri tidak pernah menikmati permainannya..
Tak banyak bicara, tuan Amar pun melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat keringat pergulatan di peraduan.. Di dalam guyuran air hangat tuan Amar terdiam dan berfikir sejenak, bukan seperti ini yang dia inginkan. Ia menginginkan desah penuh nikmat keluar dari dari mulut sang istri, bukan keluhan untuk menghentikan kegiatan mereka..
Tak menampik, walau ia sudah berkepala empat! tapi masalah ranjang dia masih kuat dan menginginkan fantasi yang menggairahkan di atas peraduan. Namun istrinya tidak pernah memberikan itu padanya selama ini.
''Rania.'' gumam tuan Amar di sela guyuran air, mengingat gadis pendiam yang selalu hadir di ingatannya.. ''Bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan gadis itu.''
•
...•••...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...