Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"
SLR. Bertemu Mantan


__ADS_3

Desa Seputeh 4, Perumahan Taman Desa Seputeh, Kuala lumpur Malaysia•



Di sebuah rumah mewah, terdapat sepasang suami istri yang tengah adu mulut. Entah prihal apa yang membuat keduanya bertengkar hebat, yang pasti itu awal dari hancurnya kebahagiaan yang sudah di bina selama 20thn lebih.


Suami Dawiyah tengah menceramahi sang istri, karna telah lalai menjaga anaknya hingga menyebabkan putrinya lumpuh karna kecelakaan..


''Kenapa awak salahkan saye? Ini adalah bencane yang tidak diperkirekan.(Kenapa kamu menyalahkan aku? ini sebuah musibah yang tidak di sangka.)


''Saye tahu ini adalah bencane! tetapi kamu sebagai ibu sepatutnye boleh melarang anakmu memandu kereta seorang diri. (Saya tau jika ini musibah! tapi seharusnya kamu sebagai ibu bisa melarang anakmu untuk mengendarai mobil sendirian.)''


''Ahhh sudahlah, berbicara denganmu percuma!'' teriak Dawiyah pergi meninggalkan sang suami..


''Dawiyah ... Dawiyah ...'' Teriaknya namun tak di dengar oleh Dawiyah. ''Die sudah tak menghormati saye sebagai suami rupanye.'' Geramnya.






Di sisi lain•


Di sebuah Kafe terbuka, lagu melow di putar dan terdengar shadu di telinga. Rania dan Indra sedang duduk menikmati makanannya sambil bercerita..


Sedangkan Tuan Amar mau tidak mau harus pulang, karna sang istri mencarinya ... Ia pun dengan berat hati meninggalkan Rania di Kafe dengan Indra, namun sebelum pulang. Tuan Amar menyempatkan diri datang ke toko bunga, membelikan satu ikat bunga yang cocok dengan Rania lalu mengirimnya ke tempat di mana Rania tinggal.


Sedangkan Indra memaksa Rania menceritakan kemana dia pergi selama 6thn ini, Rania pun menjawab bahwa dia pergi menjadi tkw dan bertemu dengan majikan yang baik sehingga dia betah tinggal di Arab..


Rania tidak menceritakan pengalaman pahitnya pada Indra. Ia tidak mau membuat Indra khawatir..


''Ini sudah sore A, Rania harus pulang.''

__ADS_1


''Biar Aa yang antar, sekalian Aa pengen tau tempat tinggal mu.''


''Baiklah, ayo.''


Rania dan A'indra keluar dari Kafe, namun baru saja keluar dari pintu Kafe, Rania di kejutkan saat netra matanya melihat mantan suami yang dulu pernah menoreh luka dalam hatinya sedang menjadi tukang parkir.


''Ada apa Ran?''


Rania tak menjawab, namun Rania menunjuk ke arah Danang dengan dagunya.


Indra mengikuti arah di mana Rania menunjuk, lalu tersenyum saat Indra melihat ke arah Danang. ''Ouh, jangan takut Ran. Sekarang dia dan keluarganya miskin dan tidak punya apa-apa, yaa ... begitulah karma Ran. Mereka di tipu oleh menantu baru mereka.''


Rania mengangguk, ''Baiklah, ayo kita pergi.''


Awalnya Indra dan Rania ingin acuh dan tidak mau bertegur sapa, namun sialnya Danang menyapa Indra bahkan menghampiri Indra dan Rania yang sedang menunggu taxi.


''Eh, Ndra ... sombong banget nggak negur.''


Indra menatap Danang, sedangkan Rania buang mukanya ke arah lain. Ia tidak mau bertatap muka dengan orang yang sudah membuat hatinya hancur.


''Iya nih, susah banget cari kerja di Jakarta.'' keluh Dannag, yang seakan tidak tau malu.


''Emang susah cari kerja di Jakarta, apa lagi cuma lulusan Sd. Ya ... kalau nggak jadi tukang parkir, jadi pengamen.'' ledek Indra.


''Iya karna itu aku nyapa kamu, siapa tau di tempat kamu kerja lagi butuh karyawan baru gitu ... Aku capek Ndra jadi tukang parkir, panas dan duitnya nggak seberapa'' Curhat Danang yang benar-benar tidak tau malu.


''Nggak ada, lagian mana mau di perusahaan tempat aku kerja nerima orang yang lulusan Sd.'' Jawab Indra masih mode meledeknya.


''Ouh iyaa, ini siapa Ndra? pacar kamu yaa ... bening bener Ndra.'' Danang benar-benar tidak mengenali Rania, pria hidung bilang seperti Danang mungkin lupa pernah menikahi gadis berusia 14thn.


''Tidak perlu tau, kami pamit.'' Indra dengan terburu-buru menyeret Rania pergi dari hadapan Danang, lalu masuk kedalam angkot. Indra tidak mau Danang mengenali Rania dan membuat hidup adiknya susah lagi.


Sedangkan sepeninggalan Indra. Danang terdiam mengingat wanita yang di samping Indra, wajah itu seperti tidak asing baginya ... namun Danang tidak mengingatnya.


__ADS_1



Sesampainya di depan Kos'kosan•


''Ini kossan mu Ran?'' tanya Indra, yang melihat kos'kossan Rania yang mewah.


Rania mengangguk. ''Iya A, mau masuk dulu?'' tawar Rania.


''Gak usah Ran, ini sudah sore, Aa pulang aja. Umm ... besok aja Aa main.''


''Besok Rania mau pergi ke Singapur A.'' Bohong Rania, padahal besok ia akan pergi ke Malaysia.


''Singapur ... mau apa?''


''Ada kerjaan, paling lama seminggu.''


''Ya udah, hati-hati yaaa ... nanti kabari Aa aja, jangan bikin Aa khawatir lagi.''


Rania mengangguk lalu melangkah masuk kedalam, menaiki tangga menuju kamarnya. Indra pun segera pergi setelah memastikan sang adik masuk dengan selamat.


''Punya siapa ini? Rania berjongkok dan mengambil rangkaian bunga mawar putih yang dia suka, lalu mengendusnya.


Rania melihat kanan kiri, lalu membaca kertas yang menempel dan ternyata dari tuan Amar. Rania lalu membawa bunga itu masuk kedalam kamarnya..


Rania menutup pintu, menyalakan lampu dan menaruh tas serta bunga itu di meja ... Rania melihat dirinya di cermin, perlahan dia membuka kancing kemeja yang dia pakai satu persatu hingga kemeja itu jatuh ke lantai..


Nampaklah tubuh bagian atas Rania yang polos, Rania menggerakkan jari jemarinya untuk menyentuh bekas luka yang sangat dalam..


Rania pun berbalik melihat punggungnya dari balik cermin, melihat ada banyak bekas luka yang dia dapat selama dia berada di dalam penjara..


Sudah lebih dari 5thn lamanya, tapi luka bekas yang di terima Rania belum menghilang ... membuat sekelebat bayangan memperlihatkan bagaimana Rania mendapatkan luka sayatan di pundak dan punggungnya, akibat di aniaya oleh tahanan lain.


...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...

__ADS_1


__ADS_2