Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"
SLR. Niat mengubah takdir


__ADS_3

Ibu Danang menyeret Rania keluar dari dalam rumah dan mendorong keluar pintu hingga tersungkur.. ''Pergi kamu dari sini! mantu gak guna.'' Ibu Danang berteriak lalu pergi ke dalam, sedangkan para tetangga hanya melihat Rania dari jauh karna takut untuk menolongnya..


Mereka bukan tidak kasihan terhadap Rania, tapi mereka tidak mau berurusan dengan juragan tanah yang terkenal suka merampas paksa tanah warga. Untuk itu mereka hanya bisa bungkam, saat mereka menyaksikan Rania yang selalu di tindas tanpa ampun..


Sreeeet... ''Ini, bawa semua baju yang tidak berharga dan cepat pergi dari sini..'' usir ibu Danang sambil melemparkan tumpukan baju dan tas kedepan Rania dengan kasar..


Sedangkan Rania dengan segera memungut baju miliknya, karna di dalam salah satu saku celana terdapat uang yang dia kumpulkan selama menikah dengan Danang.


Sementara Danang masih shock dan mematung dengan apa yang dia ucapkan. Danang menyadari jika dia sudah menceraikan Rania tanpa sadar dan tersulut emosi..


Rania dengan cepat memasukkan baju bajunya dan lari terbirit birit sebelum Danang menyadari semua dan sadar dari lamunannya.. Rania akan pergi sejauh mungkin dari kampung ini, karna Rania memiliki uang yang cukup banyak di dalam sakunya..


Walau pun Danang kasar dan suka semena mena terhadap Rania, Tapi Danang selalu memberikan uang lebih pada Rania termasuk ayah mertuanya. Bahkan tak jarang Rania selalu menemukan uang di saku celana Danang yang tidak sedikit dan untungnya Danang tidak pernah menanyakan uang di saku celananya..


''Stop, stooop, berhentiiiii.'' Rania menyetop tukang ojeg lalu meminta di antarkan ke terminal dengan cepat.. Karna cepat atau lambat, Danang pasti akan mencarinya dan membawa dia ke rumah yang sudah Rania anggap neraka..


Kehidupan ini bagaikan sebuah misteri, yang tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi hari esok. Sama halnya dengan Rania, dia tidak akan pernah tau kejadian apa yang akan menimpa dirinya hari ini, esok, atau lusa...


Kini Rania sedang duduk di salah satu kursi Eleup(Mini Bus) menuju kota Jakarta, ia berharap bisa secepatnya pergi ke Arab dan menjalani hidup yang damai sesuai yang Rania inginkan.


Walau sejatinya Rania sendiri bingung dan tidak tau jalan, namun Rania percaya dengan sang maha pencipta jika dirinya akan baik baik saja.


Walau sudah banyak rasa kecewa yang Rania rasakan, karna selalu mengeluh jika Tuhan selalu pilih kasih terhadapnya, karna tidak pernah sedikit pun memberikan kebahagiaan untuk dirinya. Tapi Rania menerima dengan ikhlas dan sabar..




Semenjak Rania masuk kedalam Eleup(Mini Bus) ada seorang wanita yang memperhatikan Rania dengan kerutan di keningnya..


Lalu tak lama, wanita itu menghampiri Rania dan duduk di sebelahnya.. ''Kau mau kemana nak?'' tanya wanita kirasan umur 39thn.


''Mau ke jakarta bu.'' jawab Rania dengan sopan.


''Sama siapa, sendirian?'' Tanya ibu Murni, yang langsung di angguki oleh Rania..

__ADS_1


''Ibu mau kemana?''


''Ibu mau nengokin anak Ibu yang lagi di asrama, karna hari ini penerbangannya pergi ke Qatar.''


Rania tersenyum bahagia, karna Rania di beri jalan untuk pergi ke sana.. Rania pun menceritakan bahwa dia juga ingin pergi ke Arab, namun dia tidak tau bagaimana caranya..


Alhasil.


Seorang wanita berumur 39thn yang bernama Murni, yang baru Rania kenal membawanya menuju kota Jakarta dan mendaftarkan Rania ke Agen penyalur Tki. Rania bersyukur karna dalam kesulitannya, masih ada orang yang sudi menolongnya secara percuma..


Butuh waktu 4jam dari kampung Rania menuju kota jakarta. Kini di sinilah Rania menunggu, dia sudah mendaftar dan di terima dengan baik. Rania hanya harus melakukan tes Madical, dan mengisi beberapa berkas yang di perlukan untuk biodatanya..


Jakarta Barat, tahun 2007, tanggal 19, bulan Desember. PT. Adidaya Makmur•


Disinilah awal mula Rania akan mengubah takdirnya menjadi lebih baik, menjadi wanita mandiri dan bisa berdiri dengan kakinya sendiri. Namun itu hanya niat dan rencana bagi Rania, karna sebagai manusia biasa kita tidak akan pernah tau takdir apa yang di rencanakan oleh sang maha pencipta untuknya..





Indra dan Danang tengah mencari keberadaan Rania secara berpencar, namun mereka berdua tidak ada yang menemukan Rania di mana pun.


Indra sebagai orang satu satunya yang menya'yangi Rania sangat khawatir dengan keadaan sang adik, sedangkan Danang merutuki kebodohannya karna terbawa oleh nafsu dan emosi hingga tanpa sadar sudah menalak Rania.


Dia sudah susah payah mendapatkan gadis kecil itu untuk menjadi istrinya, tapi karna kebodohannya Danang harus kehilangan Rania untuk selamanya..


''Brengsek!'' BRAAAAKKK


Umpat Danang menendang motornya beberapa kali, merutuki kebodohannya. Lalu Danang merogoh saku mengambil ponselnya untuk menghubungi antek anteknya untuk mencari keberadaan Rania..


Sementara di kediaman Ainun dan Harun, mereka tengah menunggu di dalam rumah tanpa mau mencari keberadaan anak yang sudah mereka besarkan..


''Aduh pak! si Rania itu kemana sih? kenapa dia tidak pulang ke sini merepotkan saja.'' gerutu Ainun.

__ADS_1


''Rania tidak akan pergi kemana-mana Mah, menangnya dia mau pergi kemana? orang dia tidak punya tempat tinggal.''


''Iya sih pak! tapi Mamah masih khawatir jika Rania tidak pulang, kan kita belum balik modal! terlebih si Rania belum sepenuhnya morotin nak Danang''


''Mamah tenang saja Rania pasti akan pulang cepat atau lambat, dia itu anak penurut dan penakut. Dia pasti pulang kok.'' jawab Harun dengan enteng, menenangkan sang istri.


''Pokonya kalau Rania pulang kesini, kita harus meminta uang sama nak Danang lebih banyak lagi.'' Tutur Ainun yang di angguki oleh Harun..


Kedua orang itu malah asik memikirkan pundi uang, tanpa memikirkan bagaimana keadaan Rania dan apa yang terjadi pada anak malang itu hingga pergi dari rumah..




PT. Adidaya Makmur•


Disilah Rania berada, duduk di kantin asrama bersama ibu Murni menunggu hasil Medical keluar.. Dari arah Rania, dia melihat sekeliling bangunan yang penuh dengan calon devisa yang akan berangkat ke berbagai negara. Bukan puluhan, tapi ratusan orang ada di bangunan tiga lantai bercat putih hijau..


''Nanti jika Rania udah Fit medical, Rania akan tinggal di sana dan mendapatkan bimbingan kurun waktu 2 sampai 3 bulan.'' Ibu Murni menerangkan.


Rania mengangguk senang. ''Jadi kita dapat bimbingan terlebih dahulu bu?


''Iyaaa kata anak ibu nanti di ajarin semuanya disana, nanti di ajarin berbahasa, di ajarin bagaimana mengurus rumah dan lain sebagainya..


Tak berapa lama, pak satpam menghampiri Rania dan ibu Yuyun untuk masuk ke ruangannya pak Faruk karna beliau sudah menunggu..


Ibu Yuyun dan Rania lalu mengikuti satpam masuk kedalam ruangan pak Faruk selaku maneger di perusahaan penyalur tenaga kerja..


Rania sangat gugup, ia takut jika tidak di terima...



...••••...


...JANGAN LUPA....

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...


__ADS_2