Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"
SLR. Musim berlalu


__ADS_3

Hari berhari minggu telah di lalui, begitu pun dengan bulan dan tahun pun sudah berganti.. Musim berlalu tanpa harapan seringnya waktu melewati hati penuh luka dan memar, musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin di lalui begitu saja.


Semenjak Rania mendekam di dalam penjara, Rania menjadi pribadi yang dingin, pendiam dan tidak mempercayai siapapun. Hatinya mengeras tak tersentuh, bahkan selama 6thn dalam penjara membuat sebagian tahanan lain takut dengan kepribadian Rania yang tidak mudah di gertak dan tidak segan segan membalas perlakukan kasar terhadapnya..


Rania pun sekarang menjauhi sang maha pencipta, karna Rania sudah terlalu kecewa dan merasa bahwa Tuhan berlaku tidak adil pada kehidupan nya. Rania benar-benar sudah kehilang arah dan tidak selembut dan sesabar dulu..


•••••


Bulan Agustus, tanggal 2, hari Jum'at, tahun 2013•


Enam tahun telah di lalui dengan ikhlas dan sabar, Rania yang dulu berumur empat belas tahun, kini Rania sudah memasuki usia dua puluh tahun.. Rania menjadi lebih dewasa, parasnya yang dulu cantik kini lebih cantik walau Rania menghabiskan enam tahun lamanya di dalam penjara.


Hari ini, hari dimana Rania sudah bisa menghirup udara bebas di luar, dan kini Rania sudah rapih memakai baju baru yang di berikan oleh Sipir penjara..


Setelah selesai, kini Rani duduk berhadapan dengan kepala Sipir. ''Ini adalah paspor beserta dokumen mu Rania, dan ini tiket mu untuk pulang ke Indonesia. Semoga keluar dari sini kamu menjadi pribadi yang lebih baik, dan yaaaa ini ada titipan dari mantan majikan mu dulu.''


Rania hanya sekilas melihat, ia diam tak mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya. Menatap kotak persegi empat di tangan Sipir penjara..


''Kemarin tuan Khamid kemari dan menitipkan ini untuk mu.'' Kepala Sipir menyodorkan satu kotak ber'ukuran sedang pada Rania..


Rania mengambil kotak itu dan memasukkan nya kedalam tas ransel miliknya, lalu Rania melangkah pergi dari tempat yang sudah mengurung dirinya selama enam tahun lamanya..


Ketika di luar, trik matahari sudah di atas kepala. membuat Rania melangkah ke dalam bis yang akan membawanya ke bandara..




Rania masuk kedalam pesawat yang akan membawanya pulang ke Negara kelahirannya Indonesia..


Ketika Rania masuk kedalam pesawat, banyak pasang mata yang melihat dan berbisik-bisik memuji Rania karna cantik dan tinggi..


Namun dari sudut pandang Rania berbeda, Rania berpikir jika dia sedang di tertawakan oleh semua orang yang ada di dalam pesawat. Tak mau ambil pusing, Rania duduk di kursinya dan melihat keluar jendela lalu tak lama Rania mencoba memejamkan matanya sejenak dan berharap jika ini bukan mimpi belaka..


Ketika Rania baru saja akan memejamkan matanya, seorang pria duduk di sebelah Rania sambil menggerutu..


Dari gaya berpakaian nya sangat rapih dan berkelas, dia pun terlihat bugar dan segar walau kisaran umur 40thn.


''Dasar Asisten kurang ajar! berani-berani nya dia memesankan tiket ekonomi untukku!'' pria itu terus menggerutu dan mencaci maki Asistennya, yang mana membuat Rania membuka matanya dan menoleh ke arah pria yang ada di sebelahnya..


Deg.. Deg.. Pandangan mereka bertemu satu sama lain, jantung pria itu bergetar bahkan terdiam saat netra matanya bertemu dengan bola mata Rania yang teduh. Namun berbeda dengan Rania, ia menanggapinya dengan rasa biasa saja.

__ADS_1


''Apa aku membangunkan mu?'' tanya pria di sebelah Rania.


Rania tak menjawab dan membuang muka ke arah jendela, Rania belum bisa dan masih nggan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ada rasa takut tersendiri saat Rania berbicara dengan orang baru, terlebih seorang pria yang harus Rania hindari..







8 jam 45 menit. Akhirnya pesawat yang membawa Rania telah sampai di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta..


Setelah keluar dari dalam pesawat dan memeriksa semuanya, Rania melangkah ke arah toilet untuk mencuci muka. Tanpa Rania sadari jika Tuan Amar sedari tadi mengikuti kemana Rania melangkah..


Tuan Amar begitu penasaran dengan gadis pendiam yang tidak mengatakan sepatah katapun di dalam pesawat, walau ia terus mengajaknya berinteraksi namun wajahnya hanya datar dan tidak ada senyuman du wajahnya.. Dan itu membuat tuan Amar sangat tertarik pada Rania walau mereka baru bertemu, seperti ada getaran baru yang dia rasakan terhadap gadis cantik itu..


''Mengapa aku begitu tertarik dengan gadis kecil itu?'' gumam tuan Amar dalam hati..


''Tuan.'' Sang asisten menepuk pundak tuan Amar..


''Ouhh maaf Tuan, memangnya anda sedang apa?'' tanya Biyan.


''Menguntit. Eh, maksudkuuu aku mau pergi ke toilet. Tapi kau itu lama sekali membuat aku bosan.''


''Kalau begitu saya tunggu Tuan.''


''Tidak usah, aku sudah tidak mood untuk masuk kedalam toilet.''


Sedangkan di dalam toilet, Rania membuka tas ransel miliknya dan mengambil kotak yang berukuran sedang lalu membukanya..


Namun ketika kotak itu di buka, alangkah terkejutnya Rania saat netra matanya melihat tumpukan dolar yang sangat banyak.. ''Uang apa ini?'' Rania memeriksa dan nelihat ada kertas putih lalu membaca kertas itu..


Dear Rania..


Tolong maafkan semua kesalahan yang sudah aku perbuat kepadamu. Enam tahun yang lalu aku sudah di butakan oleh hawa nafsuku, dan membuat mu harus mendekam di dalam penjara yang cukup lama..


Mohon untuk berbesar hati mau memaafkan aku Ran, *a*ku ingin sekali menemui mu dan mengatakan maaf secara langsung tapi aku malu dan cukup sadar diri bahwa kau pasti tidak akan pernah memaafkan aku..

__ADS_1


Di dalam kotak ada sejumlah uang untuk mu kedepannya untuk menata hidup mu yang baru, Aku tau jika uang itu mungkin tidak akan cukup mengganti semua penderitaan yang telah kau lalui selama ini..


Aku mohon sekali lagi maafkan aku dan simpan uang itu, dan pergunakan lah uang ini untuk melanjutkan hidup mu. Kau berhak bahagia Rania..


*Khamid*



Huummpptt.. Rania mendengus dan meremas kertas yang dia pegang, ingin sekali Rania membuang uang itu. Namun Rania juga membutuhkan nya karna Rania tidak memiliki uang sepeserpun dalam sakunya..


Alhasil Rania memasukkan semua uang itu, dan membuang kotak kedalam sampah.. Walau pun uang ini tidak bisa mengganti rasa pedih yang dia rasa selama di penjara, tapi ini sangat berguna untuk memulai hidup barunya..


asetelah selesai. Rania keluar dari dalam toilet dan berjalan untuk menukar uang Dolar ke rupiah yang sudah di sediakan oleh pihak bandara sebelum keluar..


''Tuan, anda mengikuti gadis itu?''


''Diamlah, dan segera siapkan mobil! jangan banyak bicara atau kau aku pecat.''


''Baik Tuan..''




Sedangkan di sisi lain•


Selama enam tahun itu juga, Indra tidak pantang menyerah mencari sang adik yang sudah hilang selama 6thn lamanya..


Seperti sekarang yang dia lakukan, berkeliling kota Jakarta dan menempelkan kertas kehilangan yang sudah Indra tempelkan poto Rania sewaktu kecil..


Indra sang Kakak sudah tumbuh dewasa dan tampan. Indra kini tinggal di kota Jakarta, marantau dan bekerja menjadi Office Boy di salah satu perusahaan ternama di Jakarta..


Indra sengaja tinggal dan bekerja di kota Jakarta, karna dulu dia mendapatkan informasi jika Rania menaiki bus dari Sukabumi ke Jakarta..


Namun sampai enam tahun lamanya, Indra belum mendapatkan titik terang keberadaan sang adik. Indra duduk di bangku taman menatap kertas yang dia pegang.


''Dimana kamu Ran. Apa kamu baik-baik saja? Aa, berharap kamu melihat kertas ini dan mau menghubungi Aa.''



...••••...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...


__ADS_2