Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"
SLR. Berada di Negara lain.


__ADS_3

Rania dan yang lainnya kini telah menunggu di luar bandara, mereka menunggu jemputan dari kantor agensi yang akan menampung mereka sebelum majikan mereka menebus..


Mereka semua yang datang dan beradu nasib di negara padang pasir yang jauh dari negara, keluarga, dan kerabatnya, dan berharap ekonomi mereka akan membaik jika mereka bekerja di sini..


Mereka semua mengandalkan nasib mereka, yang entah itu akan bernasib baik, atau malah sebaliknya? begitu pun Rania dan semua teman-temannya hanya bisa pasrah pada sang maha pencipta dan meyakini jika mereka akan baik-baik saja..


Di perjalanan menuju kantor, Rania melihat ke luar jendela mobil. Di luar sangat terlihat dengan jelas bagaimana padang pasir yang membentang dengan trik matahari yang luarbiasa panasnya, dan untuk pertama kalinya juga Rania melihat dengan jelas rupa Unta seperti apa..


Ada pun perumahan dan toko berjarak sangat berjauhan satu sama lain.. Membuat Rania berpikir, jika dia kabur dari rumah sang majikan. Mungkin dia akan mati di padang pasir karna dehidrasi..


•••••


Butuh waktu sekitar satu jam dari bandara ke kantor agensi. Namun tanpa di duga Rania sudah ada yang menunggu, siapa lagi jika buka majikannya yang sudah menanti kedatangan Rania..


Segala sesuatu sudah terselesaikan, hanya menunggu Rania datang untuk ikut bersama majikan barunya.. ketika Rania bertemu dengan majikannya, Rania mencuri pandang dan ingin melihat dengan jelas wajah sang majikan. Dan saat Rania melihat rupa majikannya, ternyata sangatlah tampan! dengan postur tubuh tinggi besar, dengan visual yang sangat sempurna, dengan hidung mancung berkulit sawo matang.


Tak ada yang keluar dari mulut Rania saat menatap majikannya, Rania begitu kagum akan ketampanan yang di miliki sang majikan. Bahkan Rasa kekaguman akan ketampanan yang Rania miliki, akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri jika Rania tidak bisa membentengi diri, hati, dan pikirannya..


Deg.. Pandangan mereka bertemu satu sama lain, lalu Rania segera menunduk karna malu sudah kepergok memandangi wajah majikannya..


''Rania Hah?'' Itu lah satu kata yang pertama kali di ucapkan ketika Tuan Khamid melihat pembantu yang akan bekerja di rumahnya.. Entah pandangan apa yang di tunjukkan oleh Tuan Khamid pada Rania, namun berharaplah jika semua akan baik baik saja..


''Cepat kemasi barang-barang mu, dan masuk kedalam mobil majikan mu.'' suruh seseorang pada Rania dalam bahasa arab.


Rania yang belum paham betul dengan apa yang di ucapkan oleh orang itu, namun Rania paham ketika Tuan Khamid menyuruhnya dengan gerakkan tangan yang mudah di pahami..








__ADS_1


Baba Khamid memikirkan mobilnya di garasi, di rumah miliknya yang cukup besar nan luas bernuansa Arab..


''Ayo turun.'' Tuan Khamid melihat Rania dari kaca kecil yang menempel di depan.


Rania mengangguk lalu turun menenteng tas kecil miliknya, dan mengikuti Tuan Khamid kedalam rumah..


''Asalamualaikum.''


''Walaikum'salam.''


''Ey hunak?(dimana kamu?'' teriak Tuan Khamid


''Ana hinak.(Aku disini)'' Teriak madam Zena dari ruang keluarga, yang sedang menonton serial tv India Utaraan.


Sekedar catatan •


Madam Zena sudah berumur 45thn. Lalu Tuan Khamid berumur 37thn bekerja sebagai direktur di perusahaan MUNDO.. Pernikahan mereka sudah berjalan 7thn namun belum di karuniai seorang anak di dalam rumah tangga mereka..



Tuan Khamid dan Rania yang mengekor di belakangnya melangkah ke ruang tamu dan memperkenalkan Rania yang akan membantu pekerjaan Nina (pembantu lama).


Sang Madam melihat ke arah Rania, memindainya dari atas sampai bawah dan ada rasa tak suka karna Rania yang berkulit putih mulus berwajah cantik bekerja di rumahnya.


''Mengapa dia sangat kurus dan kecil? berapa umurnya?''


''Dia baru berumur 19thn. Mungkin badannya kurang asupan makanan hingga dia bisa sekuris itu.'' jawab Tuan Khamid


Sedangkan yang di bicarakan hanya terdiam menunduk, karna Rania belum paham apa yang sedang di bicarakan oleh kedua majikannya karna bahasa arab yang di gunakan begitu cepat.


''Ninaaaa.'' teriak madam Zena memanggil pembantunya lamanya yang bernama Nina..


''Naam (Yaa) madam.''


''Bawa dia ke kamar untuk istirahat, dan beri tahu dia apa saja pekerjaannya.''


''Zeen(baik)''


Nina mengangguk dan membawa Rania ke kamarnya. Nina pun menjelaskan apa saja yang harus Nina kerjakan selama bekerja disini, dan jika butuh sesuatu tinggal bilang saja padanya..

__ADS_1


Rania mengangguk patuh..


''Ya sudah cepat istirahat, nanti aku bangunkan untuk membantu aku masak makan malam.'' ketus Nina.


''Baik terimakasih mbak.''


''Hemm.. Dan Yaa, itu lemari mu dan itu ranjang mu.'' ucap Nina yang benar-benar ketus saat berbicara pada Rania, lalu ia pun pergi meninggalkan Rania sendirian.


Nina adalah pembantu yang sudah bekerja lama pada Tuan Khamid dan madam Zena. Kurang lebih Nina sudah bekerja selama 3tahun, untuk itu dia sedikit angkuh saat ada Rania karna dia tidak mau tergantikan oleh siapapun..


Rania menghela nafasnya, lalu melihat sudut ruangan yang akan menjadi kamarnya.. Rania melihat dua buah lemari, dua buah ranjang yang hanya cukup untuk satu orang..


Dan di sebelah sudut kiri, Rania melihat tempat untuk menyetrika dengan baju di keranjang yang sudah menumpuk minta di selesaikan..





Di sisi lain•


''Kenapa dia sangat cantik! apa kamu sengaja memilihnya untuk menggantikan diriku?'' Protes Nina pada Tuan Khamid sambil melipat kedua tangannya di dada.


''Heiii sayang, siapa yang akan menggantikan mu. Aku mempekerjakan dia agar bisa membantu mu dalam urusan rumah, agar kamu tidak terlalu capek.'' ucap Tuan Khamid berbisik.


''Benarkah? apa Madam tidak curiga?'' Nina tersenyum senang karna tidak sia-sia dia menjadi simpanan majikannya selama tiga tahun ini..


''Heh, wanita tua itu selalu menurut kepadaku. Jangan hiraukan dia, lebih baik ayo kita bermain beberapa menit sebelum aku naik ke atas dan tidur dengan wanita tua yang membosankan itu.


''Tapiii, sebelum itu mana ponsel yang aku minta?'' Nina mengedahkan tangannya, menagih janji pada Tuan Khamid yang akan membelikan dirinya ponsel keluaran terbaru..


''Umm ponselnya berada di mobil, nanti akan aku ambil setelah kau memuaskan diriku.


Nina tersenyum, lalu mereka berdua pun melakukan adegan suami istri yang tidak seharusnya mereka lakukan antara majikan dan pembantu.. Bahkan mereka melakukannya di atas tangga menuju lantai atas, dimana sang istri sah sudah menunggu di kamar..


Sungguh tidak bermoral memang, namun apa yang ingin di katakan jika kedua orang itu saling membutuhkan. Pihak pertama membutuhkan kepuasan se*sual, yang tidak pernah dia dapatkan dari istrinya yang sudah tidak menarik dimata Tuan Khamid..


Sedangkan di pihak ke dua, membutuhkan uang dan barang-barang mewah untuk kepuasan tersendiri.. Jadi tidak ada paksaan antara mereka berdua.

__ADS_1


...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...


__ADS_2