Sepenggal Luka "Rania"

Sepenggal Luka "Rania"
SLR. Malaysia


__ADS_3

Kuala lumpur Malaysia•


Sebuah mobil taxi berhenti di depan rumah wewah, terlihat jika Rania tengah memandangi alamat yang tertera di kertas yang dia pegang.


''Apa ini rumahnya?'' tanya Rania pada supir taxi.


''Betul Cik, ini alamat yang sama di atas kertas.(Benar Nona, ini alamat sama yang ada di kertas itu)"


Rania diam lalu memandang kembali rumah mewah itu. ''Ck, rupanya dia hidup bahagia di atas penderitaan ku?'' Rania terkekeh meratapi nasibnya..


Sang ibu hidup senang, sedangkan dirinya harus berpijak pada kakinya sendiri. Dihina sejak kecil, bahkan harus merasakan dinginnya jeruji besi ... Rania tidak bisa menerima ini semua.


Tangannya mengepal kuat, tadinya dia ke sini hanya ingin bertemu dan melihat wajah ibunya saja dan mempertanyakan kenapa dia tega membuangnya, bahkan tidak satu kali pun melihat keadaannya.


Tapi ... kini rencananya berubah, sisi lain dari Rania muncul dan memberikan ide gila yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


''Apa aku harus melakukannya?'' tanya Rania sendiri dalam hati.


''Yaa ... buatlah kehancuran, berikan sedikit pelajaran pada ibu mu Rania ...'' bisik batin jahat menghasut Rania..


Rania bergeming ... namun tak berapa lama, Rania melihat seorang pria keluar dari dalam rumah dan masuk kedalam mobil. Pria itu sepertinya terburu-buru namun dengan keadaan kesal, membuat Rania penasaran.


''Pak, tolong ikuti mobil itu.''


''Baik, Cik.''


Mobil yang di ikuti Rania adalah mobil pak Ismail, yang tengah merasa kesal dengan sikap istrinya yang jauh berbeda dengan dulu. Sekarang Dawiyah tidak lagi memperdulikan kedua anaknya dengan baik, yang mana itu semua membuat pak Ismail marah.


Terlebih, hasrat biologis dirinya tidak pernah di cukup oleh Dawiyah ...

__ADS_1


Setelah cukup lama Rania mengikuti mobil pak Ismail, kini mobil pak Ismail berhenti di sebuah danau yang sepi ... sepertinya pak Ismail membutuhkan waktu sendiri dan membutuhkan ketenangan.


Rania turun dari taxi setelah ia membayar, namun ia menyuruh supir taxi itu melakukan sesuatu untuknya dan Rania membayar doble untuk itu.


''Cik, apa anda yakin?'' tanya supir taxi itu dengan heran.


''Lakukan saja.'' Ucap Rania dingin.


''Baiklah.'' Supir taksi itu mengangguk dan mengambil kamera yang di sodorkan oleh Rania.


Sedangkan Rania, dengan perlahan melangkah ke arah pak Ismail yang sedang bersender di sisi mobil.


''Permisi ...''


Pak Ismail yang menunduk, langsung mendongkakan kepalanya. ''Yaa ...''


''Saya ingin bertanya Tuan, apa dari sini ke Apple Hotel masih jauh?'' tanya Rania basa basi.


''Ahh, sepertinya begitu tuan.'' Rania menampilkan senyuman manisnya, yang mana membuat jiwa jiwa kesepian pak Ismail meronta.


Pak Ismail menjadi gugup di tatap Rania seperti itu, ia menjadi salah tingkah dan melupakan kesedihan dan amarahnya..


''Ma-mau saya antar?''


''Apa itu tidak merepotkan Tuan?''


''Ti-tidak, aku tidak sibuk kok ... mari saya antar.'' Pak Ismail terburu-buru membuka pintu mobilnya, Rania pun tersenyum dan masuk kedalam mobil.


''Terima kasih Tuan.''

__ADS_1


''No problem.''


Rania yang berada di mobil pak Ismail berpura-pura ramah, sedangkan supir taxi itu masih mengikuti mobil pak Ismail untuk mengambil poto Rania dan pak Ismail di depan hotel.


Entah apa rencana Rania, yang jelas rencana nya akan membuat Dawiyah dang ibu murka.


Kisaran waktu sepuluh menit, mobil pak Ismail sudah ada di depan hotel Apple ... Rania dengan mode ramahnya mengucapkan terima kasih sudah mau mengantarkannya sampai di tujuannya..


''Jadi kau dari Indonesia?''


Rania mengangguk, ''Iyaa ... saya ke sini untuk liburan saja Tuan.''


''Tempat mana saja yang sudah kau kunjungi?''


''Belum ada, karna saya baru kesini tadi pagi ... kalau begitu saya keluar dulu pak, dan terima kasih.'' Rania membuka pintu, namun ia sengaja meninggalkan dompetnya...


Setelah Rania keluar dari mobil, Rania berjalan tanpa menoleh kebelakang ... dan benar saja dugaannta jika pak Ismail memanggil dirinya lagi..


Rania menoleh kebelakang dan melihat jika pak Ismail turun dari mobil membawakan dompet miliknya.


''Rania ... kau meninggalkan ini.''


''Ahh, saya teledor sekali.'' Ucap Rania yang berpura-pura..


Sedangkan Supir taxi itu mengambil poto Rania dengan pak Ismail yang ada di depan hotel.



...••••...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...


...jangan lupa dukungannya.....


__ADS_2