Serigala Cinta Segitiga

Serigala Cinta Segitiga
Pertempuran


__ADS_3

...Selamat Membaca...


Tiba-tiba Aku tak lagi melihat Allysa. Barusan di depanku dia masih berlari menjauh dariku lewat semak-semak, tapi kini Allysa sudah menghilang. Tubuhku tiba-tiba menggigil, mana di kanan kiribtak ada Rumah pula, semua hanya sebuah kumpulan tanah kosong yang dipenuhi dengan semak-semak belukar yang konon bekas tanah kuburan yang dibeli pemerintah untuk dibangun sebuah komplek perumahan, namun tak pernah berjalan hingga sekarang.


Aku langsung ketakutan luar biasa, Allysa sudah tak lagi kelihatan. Tubuhku langsung gemetar, rasanya ingin cepat kabur dari sini, tapi tiba-tiba Aku meraskan sebuah uap bau, bau seperti bau bangkai tikus yang menunpuk. Perasaanku sudah tak nyaman, kucoba tengok ke belakang, dan ternyata sosok Allysa berdiri di belakangku, tubuhnya besar nan kekar, gemuk berisi, hitam lebam, tangannya yang besar, dengan kuku yang panjang tepat di punggungku bagian bawah, ini tandanya dia sudah siap menusukku dari belakang. Aku pasrahkan apa yang terjadi.


Dalam hitungan detik, akhirnya Allysa maju menatapku, Aku dengan cepat langsung menghindar dari tangannya, mulutnya terbuka ingin segera melahapku, Aku yang gugup langsung minggir. Ternyata, sosok serigala siluman milik Meylinda ada di belakangnya. Wujud hampir sama, kuharap Meylinda menang untuk pertarungan kedua ini. Teriakkan Allysa memang buat ngilu, Aku tak sanggup mendengarnya. Lalu, Allysa langsung maju menendang dada Meylinda, kencang sekali. Sepertinya tenaga dalam keluar, maka tak


heran Meylinda langsung terpental.


Aku harus cepat menjauh, selagi Allysa tak melihatku.


Urusan Meylinda menang atau kalah, Aku tak peduli. Jika Meylinda sudah datang, maka kemungkinan teman-temanku juga akan datang dalam waktu dekat, maka dari itu Aku lebih baik tinggalkan saja Mereka daripada celaka.


Aku akan terus bekromunikasi dengan pihak kepolisian terkait masalah ini. Kutunjukkan pada pihak kepolisian tentang lokasiku


berada, Aku mencari semak-semak, tapi sayang lokasi ini memang tak ada sinyal, terpaksa Aku lari menuju sebuah pabrik tak jauh dari situ, dan hanya ditemani satu buah lampu oren di atas kepalaku, dan kunyalakan Hp untuk kedua kalinya, untuk kali ini Aku berhasil.


“Hallo, Pak.”


“Ada yang bisa Kami bantu?” tanya Polisi itu.


“Pak, Saya Doni yang kemarin sempat mengunjungi Kantor Kepolisian.” Ucapku.


“Iya, ada Apa?”


“Sosok Allysa yang kemarin Saya ceritakan, sudah terdeteksi. Mungkin Bapak bisa kemari?”

__ADS_1


“Apakah benar demikian?” Polisi itu masih belum percaya.


“Benar, Kami minta kedatangan Bapak dan Rekan-rekan untuk ke Pabrik.” Aku menoleh sebentar, “Pabrik Jagung.”


“Tunggu dulu, Pabrik Jagung yang saudara maksud itu yang mana?” tanya Bapak Polisi.


“Ehh...Sebelah Barat Desa Kunci.” Jawabku, entah benar atau salah. Tapi seingatku nama Desa tempat Meylinda tinggal ialah Desa


Kunci, dan Aku baru saja lari ke sebelah barat Desa tersebut.


“Ohh...Pabrik itu?” ucap Pak Polisi dengan sedikit tertawa.


“Iya.” Aku melihat lagi, Allysa yang berlari kearahku, dan Meylinda lagi, waduh sepertinya Dia menyadari posisiku. Dan, di belakangnya terdapat Meylinda yang masih menuturinya. Meylinda berulangkali memukul bahunya dari belakang, tapi Allysa balas dengan Taijutsu yang dia miliki untuk menepis serangan Meylinda.


Allysa balas dengan tendangan kearah Dada Meylinda, sepertinya Allysa paham teknik mengalahkan musuh dengan cepat yaitu


tendangan kearah dada.


dengan disambut baunya Ruangan dan pengap melintas dalam hidungku. Aku merasa tak nyaman berada di dalam Gudang ini. Pintu


sudah kututup, tak mungkin Allysa menemukanku.


Aku tak menyalakan lampu ditakutkan nanti Allysa tahu keberadaanku. Aku langsung bersembunyi di bawah meja.


Pandanganku terus kearah jendela luar Gudang terpancar dengan satu buah lampu menyorot di sepanjang jalan, jadi Aku bisa mengetahui siapapun yang lewat Gudang itu walau Aku sebenarnya dihantui rasa cemas luar biasa. Tapi, Aku yakin enggak mungkin ada


Allysa, karena Aku sudah sembunyi di dalam Gedung yang agak jauh pintu luar, dan itu pun harus lewat Gang sempit dulu.

__ADS_1


Namun, tak lama kulihat bayangan serigala siluman itu berjalan di sepanjang depan Gudang itu, Aku merasa heran, takut, cemas,


mengapa dia bisa tahu arahku disini. Aku sudah semakin cemas, sepertinya serigala siluman itu tahu dari penciuman, ditambah lagi


sekujur tubuhku keringatan, pasti dia tahu keberadaanku.


Di Gudang itu ada 2 pintu, Pintu utara dan pintu Selatan. Aku masuk dari sebelah selatan, dan kebetulan siluman seirgala itu sudah melewati


bagian pintu selatan, tapi tidak pintu utara. Pintu utara masih terkunci, tapi tidak bagi pintu selatan. Jangan sampai siluman itu


membuka pintu selatan, ungkapku dengan cemas.


Siluman serigala itu berhenti tepat di depan Gudang, sepertinya dia mencium keberadaanku. Dengan cepat kutarik sebuah taplak meja yang ada di atas kepalaku untuk menutupi tubuhku agar Allysa tak melihatku. Dan, ternyata benar, telat seperdetik dia menoleh kedalam jendela Gudang. Semakin menggigil Aku di dalam situ, yang pasti bau badanku juga terdeteksi oleh dia, mengingat keringat Aku langsung bercucuran di seluruh tubuh. Waduh, benar juga. Allysa mendeteksi keberadaanku, dia langsung lari ke Pintu Utara untuk membukanya, dan ternyata terkunci.


Lalu dia pindah ke pintu selatan dengan cepat. Aku merasa tak bisa apa-apa lagi. Kalaupun kabur pun Aku akan ketangkap, tanganku langsung menggepal menggigil. Dan, tiba-tiba Aku merasakan hembusan angin dari belakangku, padahal belakangku hanyalah sebuah tembok, mengapa bisa ada angin. Tepat, Allysa membuka pintu selatan. Suara dari atas kepalaku langsung datang, suara itu adalah suara pecahan kaca yang jatuh di atas meja.


Sosok siluman Allysa berteriak ala serigala dan lari kencang kearah mejaku, nasibku sudah apes. Namun, ternyata muncul siluman serigala


lompat dari meja dengan cepat langsung menyergap Allysa. Aku merasa lega, Meylinda sudah datang lagi. Tapi bukan berarti Aku harus berleha-leha, Aku langsung segera bangkit dari meja dan berlari menuju jendela yang dipecahkan Meylinda. Tapi ketika ku menaiki meja, tepat dari punggungku tubuh Meylinda menabrakku dengan kencang, spontan Aku menabrak tembok dan


tak jadi melompat.


Dengan cepat, Allysa langsung menyergap tubuh Meylinda, Aku semakin tertindih oleh tubuh Meylinda, sepertinya Meylinda dan Allysa bertarung di belakang punggungku. Aku tak boleh menjadi beban, Aku harus membantu Meylinda melawan Allysa. Aku dengan


emosi ambil sebilah pecahan kaca yang menempel terjatuh tepat di


kakiku. Langsung kutusuk di dada Kiri siluman serigala Allysa. Tapi, kecepatanku kalah jauh dengan Allysa, Allysa langsung menangkis

__ADS_1


tanganku dengan tangan kirinya, walaupun tangan kanannya tengah sibuk memukul Meylinda. Allysa langsung memegang serpihan kaca itu dan berusaha melempar lagi kearahku, Aku menghindar, tapi dia malah meraih tanganku dan dia lempar Aku ke tanah, rasanya sakit sekali.


Untung Allysa lagi berantem coba dia sendirian mungkin, Aku akan terlempar jauh lagi. Badanku menatap tanah, dan kakiku ketekuk. Aku tak punya pilihan selain melawan rasa sakit dan kabur. Kabur adalah langkah terbaik, dan Aku pun langsung lari dengan menahan rasa sakit.


__ADS_2